
Grizz duduk di atas ranjang tempat tidur Dara dengan tatapan penasarannya. Ia ingin bertanya pada Dara mengenai dia yang kembali ke rumah Josh saat tengah malam. Padahal keesokan harinya, Dara bisa saja kembali ke rumah Josh setelah pulang dari kampus. Ia tak ingin melihat Dara menanggung beban masalahnya sendiri yang malah membuatnya tak berguna sebagai sahabat.
Tak berapa lama, Dara keluar dari kamar mandi dengan wajahnya yang begitu segar. Tentu saja hal itu membuat Grizz sedikit lebih tenang. Kalau dari matanya, tak terlihat kalau Dara sehabis menangis di dalam kamar mandi. Walaupun masih terlihat jelas kalau matanya begitu sayu.
"Dara, semalam kata maid di rumah kamu pulangnya tengah malam ya? Kenapa nggak nunggu saat pagi aja. Kan bahaya kalau pulang malam-malam, walaupun ada anak buah Kak Alex yang jaga" tanya Grizz bertubi-tubi.
Bahkan Dara yang duduk di depan meja riasnya sedikit tersentak kaget dengan pertanyaan yang keluar dari mulut Grizz. Ia tak menyangka kalau sahabatnya akhirnya mengetahui kalau semalam ia pulang ke sini pada malam hari. Bahkan Dara sama sekali tak menghubungi Grizz sebelumnya mengenai keadaannya.
Grizz kini langsung berjalan mendekat kearah Dara yang duduk di depan meja rias. Grizz segera memeluk Dara dari samping kemudian keduanya menatap kearah kaca yang ada di depannya. Terlihat sekali kalau tatapan mata Dara begitu sayu dan terlihat ada pancaran kekecewaan di sana.
"Dara ada masalah apa? Bukannya Grizz mau ikut campur tentang masalah yang Dara alami. Hanya saja Grizz jadi merasa tak berguna sebahgai sahabat. Seharusnya Grizz bisa membantu Dara keluar dari masalahnya" lanjutnya setelah melihat Dara hanya terdiam.
"Grizz berguna buat Dara. Jangan ngomong gitu, Dara nggak suka. Lagian ini masalah keluargaku yang bikin pusing, bahkan Dara saja malas untuk memikirkannya. Do'akan agar Dara kuat dalam menghadapi setiap masalah yang ada ya" uap Dara sambil mengelus lembut lengan tangan Grizz.
"Dara nggak butuh bantuan Grizz?" tanya Grizz dengan polosnya.
Dara malah terkekeh geli melihat raut wajah Grizz yang sangat polos itu. Melihat raut wajah Grizz saja sudah membuatnya terhibur. Bukannya ia tak mau menceritakan masalahnya pada Grizz, namun ia tidak ingin kalau sampai menyusahkan sahabat polosnya ini. Terlebih ini juga menyangkut Grizz sehingga tak ingin kalau sahabatnya ini bersedih.
__ADS_1
"Dara hanya butuh dukungan dan do'a dari Grizz. Nanti kalau memang butuh bantuan, pasti Dara akan bilang sama Grizz" ucap Dara sambil tersenyum.
Bahkan tanpa sepengetahuan Grizz, Alex sudah meminta tolong pada Luis dan Felix untuk membantu Dara dalam permasalahan ini. Dara pun begitu bersyukur dengan bantuan yang didapatkannya sehingga tak perlu melibatkan Grizz lagi. Ia semalam memang pulang menangis karena sudah tak kuat dengan tuntutan yang didapatnya dari orangtuanya.
***
"Tuan Luis, ada yang ingin saya bicarakan dengan anda" ucap seorang gadis yang kini tengah menemui Luis yang sedang menyelesaikan pekerjaannya di gazebo belakang rumah Josh.
Gadis itu adalah Dara. Setelah sarapan tadi, Dara memutuskan untuk tak berangkat kuliah hari ini. Grizz bahkan sempat ngambek padanya namun diberi pengertian oleh Alex. Tentu Alex memberikan alasan yang dapat diterima oleh istrinya itu. Dara yang memang masih lelah dan mengantuk, itulah alasan yang diberikan oleh Alex.
Padahal Alex mengetahui kalau Dara akan berkonsultasi dengan Luis dan Felix tentang masalahnya. Kedua laki-laki itu tentunya sudah mengetahuinya dari Alex. Luis yang tengah duduk dengan laptop dihadapannya itu segera mengalihkan pandangannya dan menganggukkan kepalanya.
"Jadi bagaimana dengan rencana anda selanjutnya, nona? Ini sudah menyangkut kebebasan anda. Lagi pula selama berteman dengan Nona Grizz, anda sama sekali tidak tertekan. Justru bahagia saja" ucap Luis memulai pembicaraannya.
"Ya, saya juga merasakan begitu. Saya nyaman dan bahagia bisa bersahabat dengan Grizz. Dia tidak membuat saya menjadi berkelakuan buruk seperti apa yang dikatakan oleh mereka. Walaupun memang benar adanya kalau semenjak bersahabat dengan Grizz, saya jarang tidur di rumah sendiri" ucap Dara sambil tersenyum miris.
Orangtua Dara meminta kepada anaknya itu untuk tak lagi mau berteman atau dekat dengan Grizz. Mereka berpikir kalau berteman dengan Grizz membawa pengaruh buruk untuk anaknya. Terlebih beberapa kali saat orangtua Dara pulang ke rumah, anaknya itu sama sekali tak berada di sana. Orangtua Dara bahkan mendapatkan informasi dari maid di rumahnya kalau anaknya itu memang tak pernah pulang.
__ADS_1
Tentu saja orangtua Dara marah besar karena anaknya itu jarang pulang ke rumah. Walaupun sebelumnya mereka sangat bersyukur saat tahu kalau anaknya mempunyai hubungan baik dengan istri dari Alex. Padahal Dara tak mau pulang ke rumah itu karena orangtuanya tidak pernah ada di sana.
"Orangtuaku juga ingin menjodohkanku dengan anak dari rekan bisnisnya. Aku tidak mau, hal itu membuat mereka marah dan menyalahkan Grizz yang mempengaruhi pikiranku" lanjutnya sambil terkekeh miris.
"Sepertinya mereka terpengaruh oleh teman-teman SMA kalian berdua. Banyak dari anak rekan bisnis orangtuamu yang menceritakan kalau kamu dalam bahaya semenjak berteman dengan Grizz. Mereka terpengaruh oleh ucapan itu" ucap Luis memberitahukan asal usul dari permasalahan ini.
Kedua orangtua Dara memang terpengaruh ucapan dari anak rekan bisnis mereka. Mereka yang mempunyai rasa iri kepada hubungan pertemanan antara Dara dan Grizz membuatnya melakukan gunjingan. Tentu hal ini membuat orangtua Dara uring-uringan hingga berniat menjauhkan anaknya dari Grizz. Rencana itu dengan menikahkan atau menjodohkan Dara.
Dara yang tak setuju dengan apa yang direncanakan oleh orangtuanya itu uring-uringan. Ia memilih kabur semalam dengan meminta bantuan anak buah Alex yang menjaganya. Ia tak mungkin menjauh dari Grizz yang sudah memberikannya arti sebuah keluarga.
"Apa aku harus membuat orang-orang yang menyebarkan gosip itu untuk mengaku di depan kedua orangtuaku?" tanya Dara yang meminta usulan dari Luis.
"Percuma. Menutup satu mulut saja sudah, apalagi ini banyak" ucap Luis sambil menggelengkan kepalanya.
"Lalu aku harus apa?" tanya Dara sambil mengacak rambutnya frustasi.
Luis terdiam dengan sebuah senyuman yang sulit diartikan. Dara yang melihat hal itu tentunya hanya bisa bergidik ngeri. Pasalnya senyuman Luis itu terlihat mengerikan dengan banyak sekali maknanya. Pasti sesuatu akan terjadi sebentar lagi setelah mengetahui cara yang akan diucapkan oleh Luis.
__ADS_1
"Menikahlah denganku, Dara" ucap Luis tiba-tiba.
Sontak saja mendengar apa yang diucapkan oleh Luis itu membuat Dara membulatkan matanya. Dara begitu terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Luis. Ia menatap Luis dengan tatapan tak percayanya karena sepertinya tak ada hubungan antara masalahnya dengan menikah bersama Luis. Ia sungguh bingung sekarang, pasalnya raut wajah Luis tak menunjukkan kalau apa yang diucapkannya itu sebuah candaan.