
Hatchi.... Hatchi...
Suara orang yang sedang bersin-bersin itu membuat Bibi Yun yang baru saja menemui Alex di ruang kerjanya segera saja berjalan menuju suara itu berasal. Ternyata suara itu berasal dari kamar Grizz yang diyakini Bibi Yun gadis polos yang sudah dianggapnya anak itu tengah bersin-bersin. Bibi Yun yakin jika Grizz kini tengah sakit akibat ulahnya yang tadi bermain siram-siraman air dengan Desi.
Ceklek...
"Tuh... Udah dibilangin juga sama ibu kalau jangan main air. Ini nih akibatnya" omel Bibi Yun.
Saat masuk kamar, Bibi Yun langsung saja mengomeli Grizz yang tengah bergulung dengan selimut tebalnya. Bahkan gadis itu hanya kelihatan kepalanya saja karena hampir semua tubuhnya terlilit selimut. Grizz di mata Bibi Yun seperti kepompong yang ada di pohon terlebih hidungnya terlihat memerah.
"Astaga... Ini anak lagi sakit aja gemesin gini" gumam Bibi Yun.
Walaupun Bibi Yun mengomelinya sedari tadi namun ternyata Grizz tak menggubrisnya. Bahkan Grizz hanya terus memegang erat selimutnya agar tak merosot ke bawah. Wajah memerah dengan mata terpejam membuat Bibi Yun merasa kasihan dengan anaknya itu.
Bibi Yun memegang kening gadis polos itu dan ternyata Grizz sedang demam membuatnya terkejut. Bahkan Grizz terdengar seperti mengigau walaupun lirih.
"Ibu... Pusing... Dingin..." lirih Grizz.
__ADS_1
Bibi Yun segera saja meraih tombol interkom yang ada di kamar Grizz kemudian menyambungkannya ke ruangan khusus maid.
"Tolong bawakan obat penurun panas dan plester anti demam ke kamar nona Grizz" perintah Bibi Yun.
Ia juga langsung menghubungi Luis agar disampaikan ke Alex kalau Grizz tengah sakit. Ia juga menghubungi dokter yang bekerja pada Alex untuk segera datang.
***
Tak berapa lama, Alex dan Luis terlihat masuk ke kamar Grizz dengan wajah panik walaupun masih tertutupi dengan raut datar nan dinginnya. Bahkan maid yang mengantar obat juga langsung menyingkir dan pergi agar tak mengganggu Alex dan Luis yang berada disana.
"Nona Grizz badannya demam bahkan tadi sempat menggigil dan mengigau. Sepertinya ini efek tadi main air" ucap Bibi Yun menjelaskan.
Alex dan Luis hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan dari Bibi Yun. Tingkah Grizz yang seperti anak kecil dan terlalu aktif ini lah yang membuat Alex was-was saat membawanya. Walaupun dia begitu kejam terhadap musuh-musuhnya, namun tetap saja dulu saat kedua orangtuanya masih ada selalu berpesan untuk membantu orang yang kesulitan.
Grizz hanyalah korban dari keegoisan ayahnya membuatnya tak tega jika harus memberikan hukuman lebih. Bahkan entah bagaimana namun setiap kali melihat mata Grizz selalu saja membuatnya ada rasa ingin melindungi gadis itu.
Tanpa sadar, tiba-tiba saja Alex berjalan mendekat kearah Grizz kemudian mengelus lembut keningnya. Semua perlakuan Alex itu tak lepas dari pandangan Bibi Yun dan Luis yang saling tatap seakan mengisyaratkan sesuatu.
__ADS_1
"Cepat sembuh, baby" batin Alex menatap datar kondisi Grizz.
Tak berapa lama dokter yang berada dibawah naungan Alex itu datang kemudian memeriksa kondisi dari Grizz. Ternyata Grizz hanya demam dan flu biasa membuat Alex, Luis, dan Bibi Yun menghela nafasnya lega. Bahkan kini Grizz sudah tertidur pulas karena mendapatkan sebuah suntikan obat.
"Awasi gadis ini jangan sampai membuat kesehatannya drop" titah Alex kepada Bibi Yun setelah dokter yang memeriksa pulang.
Bibi Yun menganggukkan kepalanya mengerti, bahkan kini Alex sudah pergi meninggalkan kamar itu.
"Sepertinya Alex sudah jatuh cinta sama Grizz, bu" bisik Luis pada Bibi Yun.
Luis menatap Bibi Yun yang juga menatapnya dengan tersenyum penuh arti. Mereka sungguh bahagia jika memang apa yang dipikirkan benar-benar menjadi kenyataan. Setelahnya Luis pergi menyusl Alex kemudian Bibi Yun kembali mengurus Grizz.
*******************
Mohon maaf lahir dan batin, semua 🙏
Sedikit dulu ya updatenya, soalnya ada acara takbiran 🙏
__ADS_1