
Alex dan Grizz yang sudah tiba di hotel yang akan mereka gunakan untuk istirahat sementara akhirnya memilih kamar masing-masing. Hal ini dikarenakan Grizz yang masih sibuk dengan riasan juga persiapan nanti saat akan resepsi. Bahkan di kamar Grizz juga ada Dara dan Bibi Yun yang menemani karena gadis itu ingin meminta tolong untuk melepaskan gaun juga aksesoris yang ada di kepalanya.
Alex pun mengijinkannya karena sebenarnya ia juga masih sedikit canggung jika harus berada di kamar yang sama dengan Grizz. Apalagi nanti Grizz pasti disibukkan dengan perias yang mungkin akan datang sebentar lagi. Ia yang memang ingin mengistirahatkan tubuhnya tentu memilih berada di kamar sendirian agar tak terganggu. Sedangkan Luis dan Felix sudah pergi ke hotel tempat diadakannya resepsi keduanya untuk memeriksa keamanan disana.
"Tadi perasaan kamu gimana waktu dicium sama tuan Alex?" tanya Dara begitu penasaran sambil melepas aksesoris di kepala gadis itu.
"Coba Dara nikah dulu biar bisa ngerasain kaya gimana" jawab Grizz dengan santai.
Bibi Yun yang mendengar jawaban dari Grizz itu tertawa apalagi melihat wajah kesal Dara. Memang Bibi Yun merasa jika persahabatan keduanya itu akan langgeng karena mereka berbeda. Untuk menyatukan dua orang yang mempunyai sifat yang bertolak belakang adalah hal yang sulit, namun Grizz dan Dara akhirnya mau menerima satu sama lain kekurangan masing-masing.
"Jodoh Dara masih gandengan sama yang lain di mall" ketus Dara sambil sedikit menarik rambut sahabatnya itu.
"Ishhh... Sakit tahu, Dara. Nanti kalau rambut Grizz ditarik-tarik bisa botak ini kepala akhirnya" kesal Grizz.
"Lebay..." ledek Dara.
Grizz merasa bodo amat dengan ledekan dari Dara. Yang penting sekarang dirinya hanya ingin segera melepas gaun dan aksesoris yang ada di kepalanya ini. Rasanya sudah sangat gerah dan berat membuat kepalanya sedikit pusing. Ia ingin merebahkan badannya diatas kasur empuk kemudian tertidur dengan nyaman sampai nanti sore. Karena ia yakin tamu yang diundang dalam acara resepsi nanti akan banyak melebihi saat pemberkatan tadi.
__ADS_1
Setelah semua aksesoris di kepala dan gaun yang melekat pada tubuhnya sudah terlepas akhirnya Grizz memilih untuk segera masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Bibi Yun dan Dara juga langsung mengganti gaunnya dengan pakaian santai di ruang walk in closet.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 7 malam. Grizz dan Alex sudah bersiap untuk pergi ke hotel tempat acara resepsi mereka dilangsungkan. Dengan gaun berwarna biru laut seperti seorang putri dari kerajaan bersanding dengan Alex yang memakai jas warna hitam. Keduanya tampak serasi seperti pasangan raja dan ratu dengan adanya sebuah mahkota dari berlian yang berada diatas kepala Grizz.
Untuk acara resepsi malam ini, diatas pelaminan ada Dara dan Felix yang akan berperan sebagai keluarga Grizz sedangkan Alex memilih Felix dan Bibi Yun agar bisa mendampinginya. Beruntung sekali mereka mau menjadi keluarga untuk kedua mempelai yang memang sudah tak punya bahkan tak dipedulikan keluarganya.
Keduanya masuk kedalam mobil pengantin yang disiapkan dengan seorang bodyguard yang mengemudikannya. Sedangkan Dara dan Bibi Yun berada di mobil lainnya bersama dengan anak buahnya yang lain. Akhirnya mobil dengan kode plat A itu melaju membelah jalanan yang terlihat sepi. Sepi karena memang sudah di sterilkan oleh anak buah Alex untuk melancarkan perjalanan mobil pengantin.
"Nanti tamunya pasti banyak banget. Harus senyum sama berdiri juga jabatan tangan pasti capek banget" cerocos Grizz.
Grizz mengerucutkan bibirnya kesal mendengar jawaban begitu santai keluar dari bibir Alex. Nanti kalau ia di pelaminan hanya duduk saja pasti akan dibicarakan oleh para tamu dan hal ini bisa membuat Alex malu. Terlebih katanya ada media yang meliput tentu saja semua orang akan melihat tingkahnya.
"Masa istri seorang Alex duduk santai diatas pelaminan sih, bikin malu suami dong ntar" ucap Grizz dengan menggembungkan pipinya.
Alex yang mendengar ucapan Grizz membuat jantungnya berdegup hebat. Ia tak menyangka secepat ini Grizz menerimanya sebagai seorang suami. Bahkan Grizz tak segan untuk tak mau membuat malu sang suami dengan tingkahnya. Padahal Alex biasa saja jika memang nanti istrinya ingin istirahat. Alex hanya ingin jika Grizz merasa nyaman dengan acara pernikahannya ini.
__ADS_1
"Kamu nggak usah takut membuatku malu. Aku bahkan mengijinkanmu untuk tidur diatas pelaminan jika memang kamu mengantuk. Disini yang penting adalah kenyamananmu toh ini acara kita. Nggak usah pedulikan ucapan oranglain selagi suamimu bersikap biasa saja. Justru aku yang khawatir kalau kamu malu mempunyai suami buruk rupa sepertiku" ucap Alex dengan kalimat lirih diakhir ucapannya.
Grizz langsung menatap Alex yang kini pandangannya lurus ke depan. Beruntung sekat antara sopir dan kursi penumpang ditutup oleh Alex sehingga yang mengemudikan mobil ini tak mendengar ucapan keduanya. Grizz bahkan dengan berani memeluk suaminya itu agar mengurangi kesedihannya.
"Aku nggak malu. Cuma wajahnya aja kan yang rusak, hatinya mah baik dan bersih" ucap Grizz memeluk dengan erat Alex.
Alex yang dipeluk secara tiba-tiba pun tubuhnya menegang. Namun perlahan Alex mulai bisa merilekskan tubuhnya dan membalas pelukan Grizz. Hati dan tubuhnya terasa hangat karena pelukan Grizz yang begitu menenangkan. Sepertinya Alex mulai kecanduan aroma tubuh dan pelukan dari istrinya ini.
Perjalanan kali ini terasa begitu menyenangkan bahkan kedua pasangan suami istri yang baru resmi beberapa jam yang lalu itu saling berbincang dan memegang tangan selama perjalanan. Mereka berbincang seperti sudah berkawan lama. Tak berapa lama, mobil yang dikemudikan oleh sopir akhirnya berhenti di sebuah hotel tempat diadakannya acara pernikahan.
"Apa kamu sudah siap mengguncanh dunia bersamaku?" tanya Alex dengan seringaian andalannya itu.
"Siap dong..." seru Grizz dengan semangat.
Melalui pernikahan besar-besaran ini, Grizz akan membuktikan kepada semua orang yang meremehkannya bahwa kini ia bisa bahagia tanpa bantuan mereka. Terutama keluarganya yang pasti akan mengalami serangan jantung karena gadis yang dulunya mereka jadikan pelunas hutang malah menjadi istri dari seorang Alex.
Kini media sudah bersiap dengan kamera yang mengarah ke mobil yang diyakini berisi calon pengantinnya. Bahkan Bibi Yun, Dara, dan bodyguard yang lain sudah turun dari mobil masing-masing dengan disambut oleh Felix dan Luis. Semua bodyguard langsung standy membuat pembatas agar media tak merangsek masuk ke dekat jalan kedua pengantin lewat.
__ADS_1
Bibi Yun dan Dara sudah bersiap membentuk barisan dengan Luis juga Felix. Pintu mobil dibuka perlahan oleh satu bodyguard hingga turunlah Alex dengan mata menatap tajam ke depan. Semua kamera langsung menyorot kearah pengantin laki-laki yang sudah turun dari mobil itu.