
"Tuan Grey, ada seorang gadis yang ciri-cirinya mirip dengan apa yang tuan sebutkan. Namun kata teman saya, dia besok akan memastikannya kembali di rumah gadis itu. Sebenarnya gadis itu merupakan istri dari Tuan Alex, penguasa dunia bawah yang merajai Asia. Dia juga merupakan seorang raja bisnis. Hanya itu yang bisa saya sampaikan untuk saat ini dan ada beberapa foto yang saya kirimkan di ponsel anda mengenai gadis itu. Namanya Grizzela Anetha" ucap David memberi laporan kepada atasannya.
Tuan Grey yang tadinya memejamkan mata itu pun langsung membukanya kemudian menatap kearah David. Matanya terlihat sembab dan memerah membuat David menjadi tak tega. Ia sudah mendampingi Tuan Grey semenjak laki-laki itu remaja dan tahu bagaimana pusingnya dia mencari informasi mengenai adiknya.
Baru-baru ini saja ia mendapatkan alamat yang diberikan oleh ayah angkatnya yang sudah meninggal beberapa hari yang lalu. Walaupun dulunya ia sudah tinggal bersama dengan bersama dengan adik dan orangtuanya disana, namun ia sudah lupa dimana letaknya. Pasalnya setelah kejadian itu, ia hanya fokus pada bagaimana dirinya bisa sukses dan membahagiakan papa angkatnya.
"Nak, mungkin waktu papa tinggal sebentar lagi. Kamu bisa lihat didalam kotak putih itu, didalamnya ada sebuah alamat. Itu alamat keluargamu dulu, carilah adik dan ibumu karena mereka itu orang yang baik. Jangan cari ayahmu yang menjualmu kepadaku. Maafkan papa yang dengan tega memisahkanmu dengan mereka. Semoga saja alamat itu bisa menjadi petunjuk dimana keberadaan adik dan ibumu" ucap papa angkat Tuan Grey dengan terbata-bata.
Setelah mengucapkan kalimat itu, papa angkat Tuan Grey menghembuskan afas terakhirnya dengan tenang. Papa angkat Tuan Grey itu dulunya penguasa dunia bawah bagian Eropa. Namun semenjak 3 tahun terakhir ini, beliau sudah pensiun kemudian digantikan oleh Tuan Grey karena sakit jantung yang dideritanya. Baru beberapa hari kemarin beliau berpulang meninggalkan dunia ini.
Semua harta diwariskan kepada Tuan Grey karena memang pemuda itu yang selalu membantu dan menjaganya. Tuan Grey menerimanya namun tak lupa dengan pesan yang disampaikan oleh papa angkatnya itu kalau menggunakan semua hartanya untuk kebaikan. Berita mengenai kematian dari papa angkatnya kemarin menjadi pukulan besar bagi para anggotanya terutama Tuan Grey.
Bahkan selama satu hari Tuan Grey tak mau keluar dari kamar papa angkatnya itu. Ia merasa terpukul dengan kematian sang papa walaupun ia tahu kalau beliau meninggal karena sakit. David selalu mendampinginya dan tak meninggalkannya walaupun dunia bawah sedang bergejolak seperti saat ini. Namun ia kembali disadarkan oleh kenyataan bahwa ia harus segera mencari keberadaan adik dan ibunya.
"Kita langsung menuju ke negara itu. Bukankah kita juga sudah mengajukan kerjasama dengan kelompok dunia bawah di Asia? Mereka sudah menyetujuinya. Pasti disana kita bisa sekalian bertemu dengannya untuk memastikan semuanya. Pastikan kalau kedatangan kita ke negara itu tak terendus siapapun karena akan bahaya nantinya" ucap Tuan Grey.
"Baik tuan" ucap David.
David segera pergi dari ruangan Tuan Grey, meninggalkan atasannya yang kini tersenyum melihat foto-foto gadis yang diduga adalah adik kandungnya. Wajahnya sangat mirip dengan sang ibu dimulai dari tatapan polosnya dan mata bulatnya itu. Ada sesuatu dihatinya yang membuatnya seketika merasa hangat dan begitu nyaman ketika melihat foto gadis ini. Mungkin ini karena mereka ada ikatan batin sehingga ia merasakan kehangatan sebuah keluarga.
__ADS_1
Sungguh ia tak sabar untuk bertemu dengannya walaupun ia sebenarnya sedikit bingung karena tak ada foto mengenai ibunya. Bahkan David pun juga tak memberikan informasi mengenai ibunya. Mungkin ia harus sedikit bersabar untuk mengetahui semuanya saat sudah tiba di negara itu.
"Tunggu kedatangan Kak Rey disana, adik kecil. Kita akan bersama dengan ibu untuk membalas rasa sakit pada ayah. Entah mengapa, aku telah yakin kalau kamu adalah adik kecilku karena namamu sama dengan dia" gumam Tuan Grey sambil tersenyum.
***
Keesokan harinya, Grizz diajak pergi oleh Alex dan ketiga sahabatnya menuju ke rumah lamanya. Tentunya Grizz bahagia karena akan mengambil barang-barang peninggalan ibunya yang masih tertinggal disana. Rasa rindunya nanti akan berkurang walaupun hanya bisa tersalurkan melalui benda dan foto milik ibunya yang tertinggal. Dirinya kini sudah menunggu keempat laki-laki itu didalam mobil.
"Kenapa lama sekali? Keburu keduluan sama kura-kura lho ini sampai ke rumah Grizz nya" kesal Grizz dengan mengerucutkan bibirnya.
Keempat laki-laki yang baru saja datang itu hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan absurd dari Grizz. Akhirnya mereka pun masuk dalam mobil kemudian melajukan kendaraannya menuju ke rumah Grizz. Dua jam mereka berada dalam mobil, akhirnya kendaraan itu berhenti didepan rumah Grizz. Grizz yang sudah tak sabaran pun akhirnya segera keluar dari mobil setelah kendaraan itu berhenti.
"Grizz, dimana kamu?" seru Nicho yang tak melihat keberadaan Grizz di ruang tamu.
"Grizz disini. Di kamar aku" seru Grizz dari arah belakang.
Mereka berempat pun langsung berjalan kearah belakang dekat dengan dapur. Mereka memasuki pintu yang terbuka lebar kemudian mendadak keempatnya berhenti dan mundur kebelakang. Mereka begitu terkejut dengan apa yang dilihat didepan mata keempatnya. Grizz tengah duduk di kasur tipisnya bahkan tak ada ranjangnya sedang membuka sebuah kotak kayu berwarna cokelat.
"Itu kotor Grizz, sini berdiri" ucap Nando yang kemudian menarik tangan Grizz agar berdiri.
__ADS_1
Mereka masih tak menyangka jika yang dimaksud kamar oleh Grizz itu seperti ini. Kasur tipis tanpa ranjang bahkan lantainya saja masih dari tanah dan semen bukan keramik. Padahal semua ruangan di rumah ini sudah berlantaikan keramik hanya kamar Grizz ini saja yang belum. Bahkan kini penuh debu dan berantakan karena mungkin sudah lama tak ada yang membersihkannya.
"Ish... Ini kamar Grizz tahu. Ya namanya juga nggak ada yang bersihkan karena udah lama Grizz tinggal pasti kotor" ucap Grizz sedikit kesal.
Alex yang sudah tak tahan dengan ruangan yang begitu pengap itu pun langsung menarik tangan Grizz pergi menjauh dari sana. Mereka kembali duduk di ruang tamu yang sedikit lebih bersih dibandingkan dengan kamar Grizz yang lama. Grizz pun hanya pasrah saja kemudian mengeluarkan beberapa foto dan barang yang ada didalam kotak itu.
"Lihat... Ini Kak Rey. Sama kan dengan foto yang di ponsel Kak Josh" serunya sambil menunjukkan selembar foto kearah suaminya.
Alex pun mengambilnya kemudian menganggukkan kepalanya mengerti. Ia sudah menyiapkan mentalnya sejak semalam mengenai Grizz yang ternyata adalah adik kandung dari penguasa dunia bawah di Eropa yang banyak ditakuti oleh pemimpin negara lainnya. Alex segera memberikan foto itu kepada Josh untuk nantinya diberikan kepada Tuan Grey. Beberapa foto dikeluarkan oleh Grizz bahkan ada saat lengkap bersama dengan orangtuanya juga.
Semua foto yang ditunjukkan oleh Grizz itu langsung difoto ulang oleh Josh kemudian dikirimkannya ke asisten Tuan Grey. Grizz sedari tadi berceloteh riang sambil menjelaskan beberapa foto yang dikeluarkannya. Ada raut sendu, sedih, dan bahagia yang terpancar di wajah cantiknya.
"Grizz sudah lama nggak ke makam ibu. Kira-kira selama Grizz nggak kesana ada yang ngurusin juga nggak ya? Hmm... Lalu dimana makam Kak Rey ya? Kan dia juga sudah meninggal" celoteh Grizz sambil bertanya dengan raut sendunya.
"Nanti kita mencari keberadaan Kak Rey dulu ya. Biar setidaknya semuanya jelas dulu" ucap Alex sambil mengelus punggung istrinya.
Grizz menganggukkan kepalanya kemudian berjalan masuk dalam kamarnya lagi untuk mengambil barang-barang penting lainnya. Alex membiarkannya karena ia tahu pasti Grizz tengah mencari sesuatu yang berharga untuk dia miliki. Sedangkan Alex menatap ketiga sahabatnya yang matanya kini sudah terlihat memerah karena menahan tangis mendengar ucapan dari Grizz.
"Sudah jelas bukan kalau Tuan Grey itu kakak kandungnya Grizz. Siap-siap aja deh kita rebutan perhatian dengannya" ucap Alex sambil menghela nafasnya kasar.
__ADS_1
Alex ingin sekali memiliki Grizz seutuhnya dimulai dari perhatian, kasih sayang, dan cintanya. Namun perhatian dan kasih sayangnya selalu terbagi dengan adanya sahabat-sahabatnya yang juga menganggapnya sebagai adik. Padahal sudah ia pelototi dan ancam agar mereka tak dekat dengan Grizz, namun gadis polos itu terus membelanya. Kini akan datang lagi pesaing baru yang lebih berat karena statusnya dia adalah kakak kandung Grizz.