Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Heboh


__ADS_3

Beberapa menit menunggu, panggilan video call Tuan Grey sama sekali tak diangkat oleh Grizz. Sampai Tuan Grey berulangkali menghubunginya namun tetap saja tidak diangkat. Tuan Grey kesal bukan main, padahal Grizz sendiri yang memintanya untuk selalu menghubunginya. Namun Grizz malah tak memgangkat sama sekali panggilan video callnya.


"Awas kamu ya, Grizz. Kak Rey ngambek sama kamu" kesalnya yang kemudian meletakkan ponselnya diatas meja kerjanya.


Tuan Grey pun memilih mengalihkan kekesalannya itu pada semua tumpukan berkas yang ada didepan mejanya. Bahkan ponselnya ia senyapkan agar tidak terganggu sama sekali dalam mengerjakan pekerjaannya.


***


Grizz terbangun dari tidurnya dengan keadaan linglung. Ia melihat kearah sekitarnya yang tidak ada sama sekali orang disana. Bahkan sungguh sepi membuat Grizz langsung terkejut dan mendudukkan dirinya. Ia melihat jam dinding yang ada di ruang keluarga kalau sudah menunjukkan pukul setengah 1 siang.


"Ini orang-orang pada kemana coba? Grizz kok malah pada ditinggal sendirian sih" gumam Grizz kesal.


Ia sedikit kesal dengan Bibi Yun yang malah meninggalkannya sendirian di ruang keluarga. Seharusnya ibunya itu menemaninya disini hingga ia terbangun. Lihatlah sekarang, ia malah baru bangun setelah 3 jam tertidur dengan nyenyak. Grizz pun menyibakkan selimut yang menutupi setengah tubuhnya kemudian pergi berlalu menuju kamarnya.


Hari ini Grizz berencana untuk datang ke kantor Alex. Ia ingin melihat bagaimana suaminya itu saat bekerja. Tentunya ini sudah atas ijin dari laki-laki itu karena kalau tidak, pasti Alex akan marah. Setelah bersiap-siap, Grizz langsung keluar rumah dengan langkah cerianya.


"Paman, antar aku ke kantor Kak Alex ya" ucap Grizz pada anak buah suaminya yang berjaga di rumah Josh.


"Siap, nona" ucap anak buah Alex dengan tegas.


Tadi pagi, anak buah Alex sudah diberikan informasi mengenai Grizz yang akan datang ke perusahaannya. Alex meminta kepada anak buahnya untuk mengantar sekaligus melakukan penjagaan pada gadis itu. Grizz masuk dalam mobil kemudian kendaraan itu melaju dengan dikemudikan oleh anak buah Alex.


***

__ADS_1


Sebelum sampai di perusahaan Alex, Grizz singgah dulu disebuah restorant untuk membawakan makanan makan siang bagi suaminya. Anak buah Alex yang turun karena Grizz memang tak boleh terlalu sering muncul di tempat umum. Terlebih saat ini banyak musuh yang tengah mengintai keberadaan Grizz.


"Jangan lupa buah atau pudingnya ya, paman" pesan Grizz membuat anak buah Alex menganggukkan kepalanya mengerti.


Sedari tadi Grizz hanya duduk didalam mobil sambil memainkan kedua kakinya. Tak berapa lama, ia segera menghentikan kegiatannya kemudian membuka tas kecil yang dibawanya. Ia lupa kalau sedang menunggu kakaknya menghubungi dia. Grizz segera saja mengambil ponselnya dan matanya melotot karena melihat banyaknya pesan juga panggilan tak terjawab dari kakaknya.


"Oh my God... Kak Rey pasti ngomel ini. Lihat ini... Pesannya pakai ngancam nggak mau telfon Grizz lagi. Ish... Namanya juga tidur, masa iya bisa angkat telfon" kesal Grizz saat membaca beberapa pesan yang dikirimkan oleh Tuan Grey.


Grizz pun memutuskan untuk menghubungi kakaknya. Namun berulangkali dirinya mencoba, tak ada sautan sama sekali dari orang diseberang sana. Tentunya Grizz kini mengerucutkan bibirnya kesal, padahal ia juga menghubungi David namun tak juga diangkat.


"Ini pada kemana sih? Harusnya kalau ada telfon dari Grizz itu wajib diangkat lho. Kok didiemin aja sih" omelnya.


Karena tidak diangkat, akhirnya Grizz memutuskan untuk tak menghubungi kakaknya lagi. Mungkin kakaknya sedang ada meeting atau sedang istirahat seperti dirinya tadi. Walaupun ia kesal, namun Grizz tak bisa jika marah pada kakaknya itu. Tak berapa lama, anak buah Alex masuk dengan membawa beberapa paper bag berisi makanan.


"Baik, nona" ucap salah satu anak buah Alex.


Tentunya mereka takkan meminta ganti kepada bosnya itu karena memang sudah diberi sebuah kartu khusus untuk jajan Grizz. Jika suatu saat Grizz jajan dan butuh pembayarannya banyak, tentu memakai kartu yang telah disiapkan itu. Mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang untuk segera menuju ke perusahaan.


***


Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh anak buah Alex itu memasuki area parkir. Banyaknya mobil mewah yang masuk area parkir membuat perusahaan itu heboh. Bahkan beberapa karyawan bertanya-tanya tentang siapa yang datang ke perusahaan itu.


Biasanya yang menggunakan mobil-mobil ini hanyalah orang penting, tak terkecuali Alex. Namun Alex dan sahabat-sahabatnya sudah berada di perusahaan sejak pagi. Mereka pun akhirnya berkumpul didekat lobby untuk mengetahui siapa orang yanh baru saja datang ini.

__ADS_1


"Itu kan istrinya Tuan Alex".


"Iya, benar. Ada apa ya? Apa mau antar makan siang?".


"Ini udah lebih dari jam makan siang oyyy".


"Paman, tolong berada didekat Grizz ya. Mereka ngelihatin Grizz kaya mau makan aku tahu" bisik Grizz pada anak buah Alex yang ada disebelahnya.


Salah satu anak buah Alex itu menganggukkan kepalanya mengerti. Ia juga memberi kode pada rekannya yang lain untuk mengamankan area lobby karena nonanya takut. Apalagi tatapan dari para karyawan yang memang menatap intens kearah Grizz. Terlebih ini adalah pertama kalinya mereka bertemu langsung dengan istri dari bosnya itu.


Grizz pun berjalan disamping anak buah Alex setelah melihat lobby yang akan dilewatinya sudah lebih kondusif. Bahkan saat Grizz melewati semua karyawan, mereka langsung bersorak riuh dan heboh membuat Grizz langsung menundukkan kepalanya.


"Nona... Kenapa anda cantik sekali?" seru salah satu karyawan.


Tentunya Grizz merasa risih dipuji seperti itu. Pasalnya, ia tidak terbiasa menjadi pusat perhatian atau dipuji seperti ini. Bahkan anak buah Alex sampai harus membuat pagar pembatas agar tak ada yang mendekati istri dari atasannya itu.


"Angkat kepala anda, nona. Buktikan pada dunia, kalau anda pantas menjadi seorang istri Tuan Alex" bisik salah satu anak buah suaminya itu.


Grizz yang mendengar bisikan itu tentunya membuat ia tersadar kalau sekarang kehidupannya bukan seperti dulu lagi. Ia harus percaya diri untuk tampil didepan semua orang. Terlebih suaminya yang seorang raja bisnis tentunya ia harus bisa menjadi ratunya. Grizz pun mengangguk, kemudian menegakkan kepalanya.


Dengan wajah datar khasnya yang malah terkesan imut, Grizz berjalan dengan kepala tegaknya. Bahkan matanya menatap lurus kedepan membuat semua orang terpukau. Terlebih perubahan raut wajah Grizz yang begitu cepat membuat semuanya terpana.


Ting...

__ADS_1


Pintu lift terbuka membuat Grizz dan dua orang anak buah Alex yang membawa paper bag masuk. Pintu lift tertutup setelah ketiganya masuk, membuat para karyawan menghela nafasnya kecewa. Padahal mereka masih ingin melihat keberadaan istri bosnya itu.


__ADS_2