
"Astaga... Apa benar Grizz ada disini?" Panik Alex sambil menatap kearah pintu lift.
Dara, Bibi Yun, Felix, dan Luis juga khawatir jika memang benar Grizz ada didalam. Pasalnya melihat angka lift bergerak dan menyala dengan cepatnya itu membuat mereka tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Grizz.
Sedangkan beberapa maid yang melihat semua orang berkumpul didepan lift pun sangat penasaran kemudian memilih untuk melihatnya. Mereka ingin mencari tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi. Sedangkan Desi yang menjadi pelaku dibalik kejadian ini merasa tegang karena kejadian ini ternyata cepat sekali diketahui oleh orang-orang Alex.
Desi segera saja diam-diam kembali ke kamarnya kemudian mengemasi baju dan barang-barangnya. Beruntung semua bodyguard di mansion ini sedang fokus pada apa yang terjadi dengan lift dan Grizz.
***
"Tuh kan... Grizz berani naik lift sendirian. Grizz gitu lho" ucap Grizz bangga pada dirinya sendiri.
Grizz mencoba menetralisir rasa takutnya saat berada dalam lift yang bergerak dan lumayan gelap itu. Dengan sedikit bersenandung agar tak merasa sendirian, Grizz mengedarkan pandangannya kearah ruang sempit ini.
Tak berapa lama, tiba-tiba saja gerakan dalam lift ini tak seperti saat awal ia memasukinya. Grizz mencoba untuk tak panik dan berpikir positif kalau ini mungkin respons biasa saja. Namun tak lama gerakan naik turun itu semakin cepat bahkan terkadang seperti lift itu di lempar dari ketinggian.
Grizz mulai panik dan matanya berkaca-kaca. Ia ingin menangis namun ia pernah mendengar jika didalam lift tak boleh melakukan hal itu. Nanti bisa-bisa pasokan oksigen dalam tubuh menurun drastis dan membuat orang itu sesak.
"Tolong..." seru Grizz dengan berpegangan di pegangan besi.
Grukkk.... Grukkk.... Grukkkk....
Suara seperti sebuauh benda hendak dijatuhkan kebawah membuat Grizz semakin ketakutan. Grizz memejamkan matanya ditambah kini lampu yang ada dalam lift tiba-tiba saja mati.
"Kak Alex.... Ibu... Dara... Kak Felix... Kak Luis... Tolongin Grizz" gumam Grizz.
__ADS_1
Grizz menyebut semua nama-nama orang yang ada didalam hidupnya saat ini. Ia berharap agar orang-orang itu segera saja menolong dirinya.
***
"Luis... Ambilkan laptop yang ada di ruang kerjaku" titah Alex dengan tegasnya.
"Felix, cek CCTV. Cari pelaku yang mengacak-acak sistem lift mansion. Tangkap dan bawa ke penjara bawah tanah. Untuk yang lainnya bantu saya berjaga-jaga didepan pintu lift setiap lantai untuk mengetahui nanti dimana lift akan berhenti" lanjutnya.
Luis dan Felix langsung berlari mengerjakan tugasnya, sedangkan para bodyguard Alex langsung menyebar di setiap lantai. Sedangkan Dara dan Bibi Yun saling memeluk sambil menangis untuk mendukung dan memberi kekuatan satu sama lain.
"Bertahanlah sayang" gumam Alex sambil menatap pintu lift dengan pandangan khawatirnya.
Pikiran dan otaknya seakan frustasi memikirkan kejadian yang baru pertama kali terjadi di mansionnya. Ia sampai berpikir kalau ini ulah musuh yang menyelinap atau berpura-pura menjadi anak buahnya. Walaupun kepalanya pusing ditambah ia belum makan sejak semalam, ia harus tetap bisa menenangkan diri dan berpikir jernih agar bisa segera membantu Grizz. Ia harus memastikan kalau istrinya baik-baik saja keadaannya.
Tak berapa lama Luis datang dengan membawa sebuah laptop ditangannya. Bodyguardnya dengan sigap mengambil kursi dan meja. Sistem lift ini hanya bisa dikendalikan oleh Alex karena memang ia yang membuatnya.
Semua menganggukkan kepalanya bahkan sudah bersiap didepan lift. Sedangkan Luis sudah mengkoordinasi anak buahnya yang ada di setiap lantai untuk bersiap-siap.
Alex dengan sigap membuka laptopnya kemudian memasukkan beberapa kode berisi angka dan huruf. Dengan cepat tangannya bergerak diatas keyboard membuat sebuah sistem yang ada dilaptopnya mengeluarkan banyak angka dan huruf yang tak diketahui oleh banyak orang.
Tatapan matanya begitu serius hingga ketika dia menekan sebuah tombol "enter" tiba-tiba saja terdengar sebuah goncangan dari arah bawah. Mereka semua terdiam bahkan berpikir jika itu adalah sebuah lift yang terjatuh. Dara dan Bibi Yun wajahnya sudah berlinang air mata karena takut apa yang dipikirkannya benar adanya.
"3... 2... 1..." teriak Alex.
Sitttttttttt....
__ADS_1
"Cepat lihat" lanjutnya.
Semua pintu lift terbuka di setiap lantai, semua anak buah Alex melihat kedalam apakah Grizz ada disana. Ternyata Grizz berada di lantai satu dalam keadaan pingsan, Luis segera saja menggendong Grizz dengan bantuan satu anak buah Alex.
"Ada di lantai 1. Yang berada di lantai lain segera menjauh" seru Luis mengabari anak buah Alex yang lain lewat earphonenya.
"2... 1..." gumam Alex.
Brakkk... Brakkk... Brakk...
Hampir semua menahan nafasnya melihat aksi penyelamatan Grizz itu. Terlebih mendengar gumaman Alex, beruntungnya Luis dan salah satu anak buah atasannya itu dengan cepat masuk saat pintu lift terbuka.
"Grizz..." seru Dara kemudian mengikuti Luis dan salah satu anak buah Alex bersama Bibi Yun.
Alex memejamkan matanya saat mendengar suara kotak lift yang terjatuh dengan kerasnya. Ia tak bisa membayangkan jika telat sedikit saja Grizz keluar dari kotak lift itu. Setelah dirasa ia bisa mengontrol emosinya, Alex beranjak meninggalkan kursinya kemudian berlari menuju dimana Grizz berada.
Ternyata Grizz sudah berada di halaman mansion. Grizz segera dimasukkan kedalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit. Khawatirnya jika nanti Grizz shock sehingga membuatnya trauma dan akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Alex segera masuk kedalam mobil yang satu kendaraan dengan Grizz sedangkan Dara dan Bibi Yun mengikuti anak buah Alex.
Beberapa mobil mewah itu segera meluncur keluar dari halaman mansion. Sedangkan Felix yang sudah mengetahui siapa pelakunya masih mengejarnya karena ternyata ia berhasil melarikan diri saat semua orang sedang fokus pada penyelamatan Grizz.
***
Anak buah Alex menyabotase jalanan di kota itu agar mobil yang membawa Grizz bisa segera sampai di rumah sakit. Melihat hal itu para polisi yang dihubungi oleh pihak Alex pun ikut membantu karena memang kondisinya darurat. Bahkan Luis yang mengendarai mobil itu mengemudikannya dengan kecepatan tinggi.
Selama dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, Alex terus memegang tangan Grizz yang dingin. Ia berulangkali menciumi punggung tangan istrinya itu dengan menahan tangisnya.
__ADS_1
"Ayo bertahan, kita belum 24 jam menikah lho. Masa kamu udah sakit gini" gumam Alex.
Luis benar-benar tak tega melihat bagaimana hancurnya Alex kini saat Grizz terbaring lemah tak berdaya. Baru saja mereka mengecap kebahagiaan namun tiba-tiba saja kejadian tak terduga ini datang. Luis mencengkeram erat setir mobilnya, dalam hatinya ia berjanji akan menghabisi orang yang berniat mencelakai adiknya ini.