
"Nona, jangan seperti itu. Aduh... Posisi kita bisa terancam ini" seru salah satu maid dengan raut wajah paniknya.
Bahkan para pekerja lainnya juga terlihat panik. Apalagi saat melihat Grizz memegang pisau dengan memotong sayuran secara cepat. Jantung mereka seakan berdetak sangat kencang karena ada rasa takut, khawatir, dan ngilu secara bersamaan.
Beberapa maid sudah ingin mendekat, namun Grizz langsung mengacungkan pisau yang ada di tangannya kearah semua yang ada disana. Hal itu membuat semua pekerja langsung mengangkat tangannya pertanda menyerah dan sedikit memundurkan langkahnya. Mereka tak menyangka, nona mudanya yang terlihat polos namun ternyata kelihatan kejam.
"Minggir, ayo semuanya pada keluar dari dapur. Jangan ganggu Grizz atau aku cincang nih pakai pisau" ucap Grizz dengan mengancam.
Mereka begitu takut dengan ancaman yang dilontarkan oleh Grizz. Terlebih Grizz ini sampai mempraktikkan cara mencincang dengan sayuran yang ada di depannya. Akhirnya salah satu maid berlari keluar dari dapur untuk mencari keberadaan Tuan Grey. Mereka tak mau disalahkan kalau sampai terjadi sesuatu dengan Grizz.
"Apa?" seru Grizz membuat semua maid dan pekerja langsung saja berlari keluar dapur.
Grizz tersenyum senang melihat semua maid dan pekerja yang mengganggunya tadi langsung keluar dari dapur. Akhirnya Grizz bisa leluasa untuk mengeluarkan skill memasaknya tanpa ada gangguan dari siapapun. Grizz segera saja melanjutkan kegiatan masaknya tanpa tahu kalau terjadi suatu keriuhan di ruang tengah.
***
"Tuan.... Tolong kami" seru salah satu maid yang berlari kearah Tuan Grey dan David yang duduk di ruang keluarga.
Sontak saja Tuan Grey dan David yang tengah membicarakan pekerjaan langsung terkejut. Apalagi suasana mansion langsung riuh dengan beberapa pekerja yang juga ikut berlari. Tuan Grey dan David sedikit panik karena berpikir kalau ada penyusup di mansion ini.
"Ada apa? Coba kalian tenang dulu" tanya David dengan sedikit menaikkan intonasi nada bicaranya.
__ADS_1
David sedikit kesal dengan para maid dan pekerja yang malah berlarian panik tanpa ada yang menjelaskan. Padahal keduanya kebingungan dengan tingkah mereka yang malah membuat semuanya jadi ikutan panik. Bahkan kini beberapa bodyguard yang ada di luar ikutan masuk akibat keriuhan yang disebabkan oleh para maid.
"Itu Nona Grizz. Nona Grizz maksa masak di dapur, kami diancam mau dicincang kalau sampai mengganggunya" ucap salah satu maid dengan sedikit takut-takut.
David dan Tuan Grey langsung menepuk dahinya saat mendengar ucapan dari maid itu. Mereka tahu kalau Grizz akan susah diperingatkan apalagi mengenai tentang hobbynya. David langsung melihat kearah Tuan Grey untuk mengetahui apa yang akan dilakukannya.
"Biarkan saja. Kalau disuruh berhenti, dia pasti akan mengomel tak jelas" ucap Tuan Grey.
Para maid yang mendengarnya menganga tak biasa. Padahal kemarin mereka sudah diperingatkan untuk tak membiarkan Grizz memasuki dapur. Namun hari ini, Tuan Grey malah membiarkan adik kecilnya itu memasak dengan embel-embel tak mau Grizz mengomel. Sepertinya mereka tahu kalau tuannya ini takut pada Grizz.
"Kalau nanti tangannya terluka karena pisau bagaimana, tuan?" tanya salah satu maid dengan hati-hati.
"Dia sudah terbiasa memasak. Kalian dekati saja dan tanya butuh bantuan apa" titah Tuan Grey sambil menghela nafasnya lelah.
"Ada-ada saja itu Nona Grizz ulahnya. Bikin semua panik dan riuh pagi hari" ucap David sambil geleng-geleng kepala.
Sedangkan Tuan Grey sendiri hanya bisa tersenyum tipis mendengar ucapan dari David. Ia juga tak menyangka kalau adiknya bisa seaktif ini sehingga membuat semuanya panik. Padahal ibu dan ayahnya dulu tak seaktif juga secerewet ini.
***
"Nona, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu maid mendekati.
__ADS_1
Grizz berjengit kaget karena mendengar ucapan tiba-tiba dari salah satu maid yang ada di belakangnya. Maid yang melihat nona mudanya kaget pun hanya bisa menyunggingkan senyum canggungnya. Grizz menatap kesal pada semua orang yang ada di sana.
"Ish... Bibi ngagetin aja sih. Ayo sini masak, nanti keburu jam makan siang kalau cuma pada ngelihatin aja" seru Grizz.
Mereka semua menganggukkan kepalanya mengerti kemudian bergegas mengerjakan semua bahan yang akan dimasak. Bahkan Grizz mengajak mereka semua berbincang seakan sudah saling mengenal lama. Para maid begitu senang karena adik majikannya itu ternyata tidak seseram saat bersua tadi.
Tak berapa lama, semua masakan telah selesai dimasak. Mereka semua segera saja menyiapkan semua makanan itu di gazebo belakang mansion. Tentu ini semua atas perintah dari Grizz, walaupun mereka bingung dan penasaran mengenai hal ini.
"Kalian harus berada di sini. Tidak boleh pergi kemana-mana. Grizz mau panggil Kak Rey dan Kak David sama bodyguard dulu. Jagain makanannya, jangan sampai diambil kucing" seru Grizz.
Semua maid menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang diperintahkan oleh Grizz. Walaupun mereka juga bingung, pasalnya di sini tidak ada hewan kucing seperti yang ditakutkan oleh Grizz. Namun mereka tetap saja melakukan apa yang diperintahkan oleh Grizz untuk menghindari kemarahan gadis itu.
Tak berapa lama, Grizz kembali menuju halaman belakang mansion dengan diikuti oleh semua bodyguard dan anak buah Tuan Grey. Beruntung di belakang mansion itu ada sepuluh gazebo yang tersedia sehingga lumayan bisa menampung semua orang yang ada di sana. Bahkan maid tadi juga kebingungan karena semua masakan diletakkan di gazebo dengan dibagi rata.
"Kita semua harus sarapan pagi" seru Grizz.
Para maid dan bodyguard yang tak tahu kebiasaan Grizz hanya bisa melongo tak percaya. Mereka tadi bahkan ingin langsung pergi untuk memasak kembali makanan bagi para pekerja. Mereka pikir Grizz masak sebanyak itu hanya untuk Tuan Grey. Mereka semua menatap Tuan Grey dan David yang hanya bisa meringis pelan.
"Ayo semuanya sarapan. Bagi-bagi tempat dengan yang lainnya" ucap David.
David dan Tuan Grey langsung duduk di salah satu gazebo bersama dengan Grizz. Sedangkan maid dan bodyguard masih diam di tempat karena bingung harus melakukan apa. Tak mungkin mereka makan bersama dengan majikannya karena tidak sopan. Bahkan Grizz yang melihat semua pekerja bengong pun langsung berdiri dan berkacak pinggang.
__ADS_1
"Kalian mau makan atau tidak? Kalau tidak, Grizz jewer nih semua telinganya satu-satu" teriak Grizz sambil memelototkan matanya.
Semua pekerja langsung saja berlari dan duduk di gazebo yang ada di sana. Bahkan mereka terburu-buru mencari tempat agar tak satu gazebo dengan ketiga majikannya itu. Grizz yang melihat semuanya himpit-himpitan itu membuatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.