
Dara sudah pulang sejak satu jam yang lalu meninggalkan Grizz yang sudah memantapkan keputusannya setelah mendapatkan wejangan dari Bibi Yun dan sahabatnya. Benar saja tak berapa lama, Grizz dipanggil oleh Alex untuk menemuinya di ruang kerjanya.
"Bagaimana persiapan mentalmu untuk menghadapi pernikahan denganku?" Tanya Alex dengan raut datarnya.
"Aku siap menikah denganmu, tuan Alex. Aku yakin jika ucapanmu waktu itu yang ingin membuatku semakin kuat adalah benar adanya. Grizz ingin jadi kuat biar tak ada satu orang pun yang menindasku terutama keluarga tiriku" ucap Grizz yakin.
Bahkan raut wajahnya yang biasanya polos dan santai kini sudah berubah lebih berapi-api. Ada keyakinan besar dalam tatapan mata Grizz yang bisa membalas orang-orang yang menyakitinya dulu. Alex menganggukkan kepalanya, ia tersenyum puas melihat sedikit perubahan Grizz.
"Siapa yang ingin kau tunjuk untuk mengantarkanmu menuju altar?" Tanya Alex mulai mengutarakan tujuannya memanggil Grizz ke ruang kerjanya.
Raut wajah Grizz langsung berubah bahkan terlihat sekali kalau dia terkejut. Grizz bahkan tak pernah terpikirkan tentang sosok siapa yang akan mengantarkannya menuju altar pernikahan. Harusnya sosok ayah kandungnya lah yang mengantarkannya namun ia sudah menganggap orang itu hilang dalam kehidupannya.
"Apakah kau ingin diantarkan oleh ayahmu?" Tanya Alex lagi karena belum mendapatkan respons apapun.
"Tidak" jawab Grizz cepat.
"Aku ingin kak Luis dan kak Felix yang mengantarku ke altar" lanjutnya.
Kini giliran Alex yang terkejut dengan ucapan dari Grizz. Ia tak menyangka jika Grizz tak mau diantar ke altar oleh ayah kandungnya sendiri di hari pernikahannya. Bahkan ia malah meminta dua orang kepercayaannya untuk mengantarnya. Terlihat sekali jika Grizz memang sudah enggan untuk bertemu dengan orang-orang di masa lalunya yang selalu menyakitinya.
Pasti kedua orang kepercayaannya itu begitu bahagia karena akan menjadi pengantar seorang gadis yang sudah mereka anggap sebagai adiknya itu. Bahkan keduanya dengan terang-terangan mengatakan ingin menjadikan Grizz sebagai adiknya dan meminta ijin padanya secara langsung.
__ADS_1
"Tuan, saya mohon ijinkan saya menganggap nona Grizz sebagai adik saya. Saya juga akan ikut melindungi bahkan memberikan jaminan kehidupan yang layak baginya" ucap Luis waktu itu.
"Saya juga, tuan. Bahkan saya rela memberikan gaji yang saya dapatkan untuk diberikan kepadanya" ucap Felix.
Mau tak mau Alex menganggukkan kepalanya karena tak tega melihat kedua orang kepercayaannya selama ini yang terlihat sendu. Ia sudah mengetahui banyak hal mengenai kisah perjalanan hidup keduanya terutama tentang "adik" bagi mereka. Bahkan kini Grizz diijinkan memanggil keduanya dengan sebutan kakak, hal ini tentunya membuat mereka bahagia.
"Baiklah, akan aku kabulkan permintaanmu untuk menjadikan mereka sebagai pengantarmu di altar pernikahan. Coba sini kau lihat, gaun mana yang ingin kamu kenakan saat pernikahan nanti" putus Alex.
Grizz menganggukkan kepalanya kemudian berjalan mendekat kearah Alex. Grizz duduk di kursi samping Alex kemudian laki-laki itu membuka beberapa kertas berisi contoh gaun yang bisa jadi referensi Grizz. Grizz melihat dengan seksama semua gambar gaun indah yang ada di kertas itu.
"Pilihlah dua... Untuk acara pemberkatan pagi hari dan resepsi malamnya" titah Alex dengan nada datarnya.
"Aku ingin gaun putih ini untuk pemberkatan. Kalau untuk resepsi, biru muda yang ini. Wah... Kayanya Grizz bakalan jadi kaya princess-princess di TV" ucap Grizz sambil terkekeh geli.
Alex hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Grizz yang bahkan terkesan tak lucu itu. Bahkan kini Grizz fokus dengan semua gambar yang ada didepannya walaupun sudah menentukan keputusannya. Sedangkan Alex lebih memilih untuk segera menghubungi perancang gaun untuk segera menyiapkan apa yang diinginkannya.
"Besok kau sudah fitting gaun itu. Mereka akan kesini, maka persiapkan dirimu" ucap Alex memberitahu.
"Heem" jawab Grizz mengerti sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
Sebenarnya Grizz sedikit terkejut dengan ucapan Alex yang mengatakan kalau besok sudah bisa fitting baju. Pasalnya ini sudah sore, dalam otak kecilnya bertanya-tanya apakah bisa membuat gaun hanya dalam semalam? Ah... Sepertinya Grizz pusing memikirkannya.
__ADS_1
Alex membiarkan Grizz menemaninya bekerja di ruangannya walaupun sebenarnya gadis itu sibuk dengan gambar-gambar yang ada dihadapannya. Sedangkan Alex kini sudah tenggelam karena fokus dengan pekerjaannya yang menggunung.
***
"Apa?" seru Felix dan Luis setelah mendengar ucapan dari Alex.
Keduanya dipanggil oleh Alex untuk menghadapnya di ruang kerja setelah Grizz pergi dari ruangannya. Mereka begitu terkejut saat Alex mengutarakan tujuannya memanggil mereka. Mereka diharapkan bisa menjadi pengantar pengantin wanita menuju altar pernikahan. Hanya sebagai pendamping saja karena Grizz tak mau jika acara pernikahannya dihadiri oleh keluarganya yang selalu menyakitinya.
"Itu permintaan Grizz, setidaknya kalian hanya mendampinginya berjalan menuju altar saja. Ia ingin didampingi oleh orang yang benar-benar sudah menganggapnya sebagai keluarganya. Kalau kalian tak mau ya biar nanti aku bilang sama Grizz" ucap Alex santai.
"Mau" seru keduanya secara bersamaan.
Mereka sama sekali tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan untuk mendampingi gadis yang sudah dianggapnya sebagai seorang adik. Terlebih ini adalah salah satu impian terbesarnya untuk mendampingi seseorang menuju gerbang pernikahan. Alex hanya bisa geleng-geleng kepala karena melihat dua orang kepercayaannya itu begitu antusias.
"Pesan jas untuk kalian sendiri. Aku nggak mau mengurus bahkan membiayainya" ucap Alex dengan sedikit menyindir.
"Tak apa, lagi pula uangku banyak. Ah aku juga akan ke salon biar semakin mempesona para gadis nanti di pernikahan adikku" ucap Luis yang kemudian pergi berlalu dari ruangan Alex.
"Ikutttt.... Aku juga akan potong rambutku. Setidaknya biar nggak malu-maluin Grizz" seru Felix yang kemudian menyusul Luis keluar ruangan.
Alex hanya bisa berdecih sinis melihat tingkah kedua orang kepercayaannya itu. Bahkan mereka sampai lupa kalau pergi meninggalkan dirinya tanpa berpamitan. Kalau sudah bahagia seperti ini pasti mereka akan melupakan tentang kehadirannya sebagai sosok seorang atasan. Namun melihat keduanya begitu bahagia, ia juga ikut antusias karena ternyata ia bisa memberikan sedikit kebahagiaan untuk mereka.
__ADS_1
Ternyata kehadiran sosok Grizz mampu mengubah suasana di mansion ini sedikit lebih hidup. Terlebih tingkah polos gadis itu selalu membuat para bodyguard disini kuwalahan. Grizz yang terlalu aktif dan penasaran pada hal baru membuat semua bodyguard kadang was-was jika nonanya itu terluka.
"Akan ku buat kamu bahagia, selamanya..." gumam Alex dengan senyum tipisnya.