Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Pesta Perpisahan


__ADS_3

Selama 3 hari ini, Grizz terus saja berlatih fisik bersama dengan Alex. Terkadang Dara juga membantu mengajarinya tentang beberapa ilmu beladiri lainnya. Grizz sangat senang karena kini setiap kali dia melawan seseorang pasti lawannya itu akan kuwalahan. Lebih tepatnya mengalah karena takut jika nanti malah melukai Grizz.


Alex memang tak selalu berada di rumah Josh karena pekerjaannya sehingga meminta Dara untuk sekali-kali melatih fisik Grizz. Sedangkan ketiga sahabatnya juga diminta untuk menjadi lawannya ketika Grizz ingin ditemani dalam adu bela diri.


"Grizz sudah makin kuat nih, pasti lawan cicak besar aja dianya kalah" seru Grizz sambil mengangkat kedua tangannya keatas.


Dara tertawa mendengar ucapan Grizz itu. Kalau pun bisa melawan buaya pasti Grizz sudah dimakan atau dibantai karena sabetan ekornya yang besar itu. Segera saja Grizz keluar dari ruang latihan kemudian pergi ke dapur untuk membuat jus.


"Biar saya saja yang membuatnya, nona" ucap salah satu maid yang melihat Grizz sedang menyiapkan blender.


"No... Grizz ingin minum jus buatan sendiri" seru Grizz menolak yang ditawarkan oleh maid.


Akhirnya maid itu mengalah dengan masih berdiri didekat Grizz untuk mengawasi gadis itu. Grizz dengan semangatnya membuat jus kemudian menuangkannya di dua gelas. Setelahnya ia mencuci semua perlengkapan yang digunakannya walaupun sudah dilarang oleh maid.


"Ini buat kakak. Nanti kakak ngiler lagi kalau Grizz minum ini sendirian" ucap Grizz menyerahkan satu gelas jus pada maid yang ada di belakangnya itu.


Maid itu menerimanya dengan senang hati karena Grizz memaksanya. Mereka berdua duduk di dapur bersama bahkan tak jarang Grizz menanyakan hal-hal yang aneh membuat maid itu malah tertawa sendiri.


***


Malam ini, pesta perayaan kelulusan atau perpisahan kelas 3 SMA di sekolah lama Grizz akan dilaksanakan. Alex sudah meminta MUA terbaik untuk mempersiapkan Grizz. Bahkan Alex juga sudah memesan gaun berwarna hitam sesuai dresscode yang ditentukan untuk istrinya itu.

__ADS_1


"Riasannya yang tipis aja, biar wajah Grizz masih bulat dan natural kaya bayi" pinta Grizz pada MUA yang akan merias wajahnya sambil terkekeh.


MUA itu menganggukkan kepalanya mengerti. Ia tetap akan memberi riasan kesan natural seperti remaja pada umumnya agar nanti wajahnya tak terlalu dewasa walaupun sudah menikah. Tentu saja itu juga atas permintaan Alex yang tak ingin riasan wajah istrinya terlalu berlebihan.


Satu jam sudah wajah Grizz dirias sedemikian rupa oleh MUA. Grizz membuka matanya dan begitu tercengang saat melihat wajahnya yang begitu berbeda dari biasanya. Walaupun saat menikah ia sudah pernah dirias, namun kali ini riasannya begitu tipis membuat Grizz terlihat seperti umurnya yang masih remaja.


"Wah... Grizz cantik sekali. Terimakasih kakak-kakak" seru Grizz dengan cerianya.


"Sama-sama nona. Terimakasih juga atas kepercayaannya untuk memakai jasa kami" ucap MUA itu sambil sedikit menundukkan kepalanya.


Grizz dibantu oleh MUA menggunakan gaunnya bahkan kini rambutnya sudah tertata rapi dengan begitu cantiknya. Grizz digandeng oleh salah satu MUA turun dari tangga menuju ruang keluarga. Disana sudah ada Alex yang menunggu kehadirannya dengan pakaian yang juga sudah rapi dan serasi dengannya.


"Adikku seperti bidadari yang baru saja turun dari tangga" celetuk Nicho membuat semuanya tertawa saat melihat Grizz turun.


Gaun yang dipadukan dengan high heels hitam dengan aksen berlian yang membuat sepatu ber-hak tinggi itu terlihat bekerlip. Sedangkan lehernya juga dilengkapi aksesoris kalung dan anting yang begitu mengkilap pada telinganya. Sempurna... Itu kata yang wajib mereka ungkapkan untuk penampilan Grizz malam ini.


"Ayo kita berangkat" ajak Alex menghentikan semua orang yang tertawa karena menutupi kekagumannya pada kecantikan Grizz.


"Selamat bersenang-senang dengan orang-orang bermuka dua" seru Nicho dengan celetukan asalnya.


Ketiga sahabat Alex memang sudah mengetahui tentang rencana Grizz yang ingin membalas atau menunjukkan jati dirinya di hadapan semua orang yang telah menyakitinya. Bahkan nanti di acara itu pasti akan ada kejutan besar yang menunggu Grizz. Hal ini tentunya membuat Grizz harus bisa tegas dalam komitmennya.

__ADS_1


***


"Jangan takut" ucap Alex pada Grizz yang kini tangannya berada dalam genggamannya.


Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membuat mereka sampai agak sedikit lama di jalanan. Alex juga sudah meminta anak buahnya untuk berjaga dari jarak jauh untuk melihat keadaan sekitar. Tak tahu mereka mempunyai rencana apa, yang jelas Alex harus waspada terutama disisinya saat ini ada Grizz.


Setelah mobil sampai, kendaraan milik Alex menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana. Terlebih yang parkir disana kebanyakan hanya lah sepeda motor saja. Memang kawasan sekolah lama Grizz dulu masih lah yang taraf biasa-biasa saja sehingga siswanya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.


Alex turun membuat semua orang membulatkan matanya bahkan sedikit memandang aneh wajah laki-laki itu. Sengaja Alex tak menggunakan maskernya agar kelihatan bagaimana ekspresi lawan bicaranya aaat melihat wajahnya itu. Alex segera membukakan pintu untuk istrinya itu membuat semua orang semakin terkejut.


"Grizz..." seru semua yang hadir disana.


Pasalnya pihak sekolah tak memberitahu perihal kedatangan orang penting yang dimaksud. Kemarin hanya diberi pengumuman kalau akan hadir orang penting atau pebisnis sukses yang nantinya bisa mendongkrak nama sekolah mereka. Terlebih istrinya pernah bersekolah disini walaupun tak sampai lulus.


Mereka seketika ingat kalau Grizz merupakan istri dari seorang Alex, sang raja bisnis. Tentunya berita ini akan membuat gempar semua warga sekitar karena daerah dan sekolah mereka kedatangan orang penting. Bahkan banyak dari mereka langsung menyalakan live media sosial membuat warga yang tak tahu langsung berbondong-bondong menuju sekolah.


"Naikkan dagumu. Jangan sampai mereka meremehkanmu" bisik Alex tepat pada telinga Grizz.


Grizz menganggukkan kepalanya kemudian berjalan dengan dagu yang dinaikkan juga langkah begitu tegas. Keduanya tak menghiraukan pekikan atau bisikan yang menggunjing dan memuji mereka. Bahkan keduanya seperti pasangan pejabat yang akan melakukan sidak dadakan.


"Silahkan tuan dan nyonya Alex" ucap salah seorang guru yang mendekati keduanya.

__ADS_1


Bahkan guru itu terlihat tersenyum kearah Alex dan Grizz walaupun senyuman itu penuh kepalsuan. Bahkan Grizz masih ingat kalau guru yang ada didepannya dulu selalu saja menyuruhnya mengerjakan soal-soal olimpiade agar dia bisa dipuji oleh yang lainnya.


Mengingat hal itu, Grizz menatap sinis guru bermuka dua itu kemudian tanpa peduli keduanya memasuki ruang aula yang tak kalah ramainya dari di luar. Mereka segera duduk di barisan depan walaupun banyak sekali teman Grizz yang memintanya duduk bersama.


__ADS_2