Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Headline Berita


__ADS_3

Semua headline berita di media massa, elektronik, dan media sosial penuh dengan wajah juga kabar mengenai Grizz. Grizz seakan mendadak viral dan digandrungi banyak perempuan di negara ini. Terlebih tentang perjuangannya dalam meraih posisinya sekarang yang tak mudah dengan adanya kasus pembullyan dan kekejaman keluarganya sendiri.


Banyak sekali acara TV yang ingin mengundang Grizz sebagai sosok pembicara namun gadis itu menolak. Ia merasa tak pantas menjadi inspirasi berkat perjalanan hidupnya. Menurutnya masih banyak orang yang pantas menjadi inspirasi bahkan mungkin kisah hidupnya jauh lebih menyayat hati. Beruntung saja dirinya yang terkenal ini karena sang suami yang seorang pebisnis sukses.


"Harusnya kamu mau tuh tampil di acara TV. Kan nantinya kamu bisa jadi artis terkenal" ucap Dara yang waktu itu mendengar cerita dari Grizz.


"Ndak Dara, Grizz nggak mau. Grizz nggak mau terkenal, nanti tidak bebas kalau mau beli cilok di taman" ucap Grizz sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Dara yang mendengar hal itu tentunya hanya bisa menatap tak percaya kearah sahabatnya. Hanya demi membeli cilok, Grizz menolak menjadi terkenal. Padahal dengan cara terkenal seperti itu Grizz bisa mendapatkan uang banyak untuk membeli cilok kesukaannya itu.


"Padahal kalau terkenal itu nantinya bisa buat beli cilok segerobaknya lho" ucap Dara mencoba mempengaruhi sahabatnya itu.


"Gitu Dara?" tanya Grizz dengan polosnya menatap penuh penasarang kearah sahabatnya itu.


"Tentu, Grizz bisa beli makanan apapun yang kamu mau. Terus beli baju dan yang lainnya" ucap Dara dengan antusiasnya.


Melihat Dara bercerita dengan antusias, Grizz terdiam sambil berpikir mengenai usulan sahabatnya itu. Selama ini dirinya tak mempunyai uang dan hanya meminta saja untuk ia jajan atau membeli sesuatu. Ia juga ingin mempunyai uang sendiri dari hasil kerja kerasnya karena dulu semua gajinya selalu diberikan pada Niken.


"Enggak deh, Dara. Kak Alex kan kaya, nanti kalau Grizz malah terkenal dan punya banyak uang gitu terus duitnya suamiku yang habisin siapa dong?" ucap Grizz dengan santainya.

__ADS_1


Tentu saja ucapan dari Grizz itu membuat Dara semakin frustasi. Tadi ia sudah sangat antusias dan merasa berhasil dalam membujuk Grizz namun pada faktanya gagal juga. Ia merasa dibuat melambung tinggi namun setelahnya langsung dijatuhkan ke dasar jurang.


***


"Kamu mau hari ini atau besok ke rumah itu?" tanya Alex setelah melihat istrinya masuk dalam kamar.


Pagi ini setelah sarapan, Alex memutuskan untuk ke kantornya. Namun ia kini duduk di sofa yang berada dalam kamarnya untuk memeriksa semua pekerjaannya. Dimulai bisnis ilegalnya yang kini harus beroperasi diam-diam karena semakin banyak razia yang dilakukan pihak berwajib. Sedangkan untuk perusahaannya sendiri sudah aman berada dalam kendalinya.


Ingin sekali Alex meninggalkan bisnis ilegalnya itu, namun apa daya jika masih banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari ini. Sebelum nantinya dia memutuskan keluar dari bisnis itu, ia hanya ingin memastikan semuanya takkan terdampak pada pengurangan pekerja. Tentunya Alex sekarang sudah mulai menambah bisnis legalnya agar kelak bisa sedikit-sedikit berpindah.


"Hari ini saja. Tapi apa awak media masih mengejar-ngejar kita, kak? Aku ingin memberi mereka pelajaran tanpa harus melibatkan atau dilihat banyak orang" ucap Grizz sambil menatap suaminya itu.


"Tenang saja. Aku sudah menyuruh bodyguard agar mengamankan lokasi rumah kamu agar jauh dari awak media" ucap Alex dengan santai.


Grizz menganggukkan kepalanya mengerti. Terlebih Alex memang hanya bisa mengandalkan anak buahnya untuk mengamankan lokasi karena dia sendiri sudah pasti juga masih menjadi incaran awak media. Walaupun kemarin dirinya sudah meminta untuk tak mengganggu kehidupan suaminya, namun mereka juga takkan berhenti untuk mendapatkan berita.


"Sudah siap?" tanya Alex saat melihat istrinya keluar dari walk in closet.


"Aku siap" jawab Grizz dengan semangat.

__ADS_1


Keduanya segera keluar dari kamar bersamaan dengan saling bergandengan tangan. Mereka tentunya sudah ditunggu oleh ketiga sahabat Alex yang ingin mengetahui mengenai rumah dari Grizz dulu. Bahkan ia ingin mengenal orangtua Grizz yang begitu kejam itu.


***


Mobil yang dikendarai oleh Nicho berhenti didepan sebuah rumah sederhana dengan cat yang telah memudar. Grizz masih ingat sekali kalau cat ini dan bagaimana keadaan halaman rumah itu masih lah sama dengan saat ia pergi. Tak menyangka Grizz kalau keadaan halaman rumahnya semakin kacau dengan sampah yang berserakan. Biasanya dulu dia yang sering membersihkannya disini.


"Habis sapu dan pel rumah, langsung bersihkan halaman itu. Banyak daun dan sampah berserakan" titah Niken dengan berteriak.


Ingatan tentang bentakan dan perintah dari Niken itu seakan masuk lagi dalam pikiran Grizz. Bahkan kini Grizz langsung memegang kepalanya dengan mata yang terus bergerak gelisah. Bahkan di halaman itu juga ia melihat dirinya sedang meringkuk kedinginan karena tak boleh masuk oleh Niken akibat pulang tidak membawa uang.


"Jangan masuk rumah kalau kamu tak membawa uang untuk kami makan. Cari tambahan uang sana, kerja apa kek" seru Niken yang langsung menutup pintu rumah.


Sedangkan di luar waktu itu hujan sedang turun dengan sangat derasnya membuatnya hanya bisa meringkuk dibawah pohon. Terlebih rumahnya yang memang tak ada terasnya sehingga tak bisa dijadikan tempat untuk berteduh. Beruntung malam itu Grizz ditolong oleh tetangganya untuk menginap di rumahnya saja malam ini walaupun sempat ditolak gadis itu karena takut dimarahi.


"Tenang, sayang" bisik Alex tepat pada telinga istrinya.


Alex dan ketiga sahabatnya tadi terkejut dengan reaksi Grizz yang baru melihat depan rumah saja sudah seperti ini. Sepertinya gadis itu mempunyai banyak ketakutan dan trauma pada rumah ini. Ingin sekali mereka langsung saja pergi dari sana agar Grizz tak mengalami ini namun gadis itu menolak dengan menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku harus melawan ketakutanku sendiri. Walaupun sebenarnya ada banyak kenangan buruk disini, namun rumah ini ada senyum ibu yang selalu menenangkanku" ucap Grizz mencoba menetralkan nafasnya.

__ADS_1


Alex segera saja memberikan air mineral pada Grizz kemudian diminum oleh gadis itu. Setelah beberapa menit mencoba menenangkan diri, Grizz pun keluar dari mobil diikuti oleh keempatnya. Sedangkan beberapa tetangga sekitar mulai melihat kedatangan mobil mewah itu dari rumahnya. Mereka penasaran dengan siapa yang datang ke rumah Niken itu setelah kemarin videonya viral. Mata mereka membulat tak percaya saat melihat siapa yang turun dari mobil mewah itu.


__ADS_2