Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Iblis


__ADS_3

Alex berjalan perlahan mendekat kearah dua orang mantan karyawan perusahaannya yang bernama Gita dan Odis. Sedangkan Andi yang mereka curi dengar tadi namanya merupakan mantan bodyguard Alex yang sekarang tengah menikmati hukumannya. Kedua mantan karyawannya ini berjalan mundur saat melihat Alex terus mendekat kearah mereka.


Sedangkan ketiga sahabat Alex sendiri malah melihat kearah sekeliling dalam rumah yang terlihat begitu mewah. Bahkan disini tak tercium bau busuk dari sampah sama sekali hal ini membuat mereka heran. Bau harum pewangi ruangan juga hanya tersentak biasa saja saat masuk hidung. Lalu darimana wangi harum ini berasal? Sontak saja ketiganya mengelus tengkuknya yang tiba-tiba merinding.


"Apa karena energi di dalam rumah ini berbeda dengan yang di luar?" tanya Nando pelan.


"Mereka pakai ilmu penetral kali ya" ucap Nicho bergidik ngeri.


Josh hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan kedua sahabatnya itu. Bukannya fokus pada Alex yang kini bertingkah bak iblis, keduanya malah sibuk memikirkan hal mistis. Walaupun dirinya sempat takut namun pikirannya takkan sampai ke arah hal mistis seperti itu.


"Berisik... Ayo itu kita tenangkan Alex sebelum malah mencincang mereka jadi daging" ucap Josh menarik tangan kedua sahabatnya.


Nicho dan Nando hanya bisa pasrah saja melihat tangannya ditarik oleh Josh. Mereka segera mendekat kearah Alex yang sudah berdiri di hadapan Gita dan Odis yang tengah meringkuk berjongkok di pojok ruang tamu. Alex bahkan sudah memperlihatkan seringaian kejamnya yang membuat suasana di rumah itu sedikit menegang.


"Kau sudah mempunyai rencana untuk membuat istriku depresi, maka jangan salahkan aku jika aku juga akan berbuat seperti itu" ucap Alex dengan nada datarnya.


"Tidak, tuan. Kami tak bermaksud seperti itu, mungkin anda salah dengar" ucap Gita mengelak.


Tentu saja keduanya takkan mengaku kalau berniat membuat rencana buruk itu. Kemarin keduanya begitu berani dan antusias untuk membalas semua perlakuan dari Alex yang telah memecatnya. Namun lihat sekarang saat Alex ada dihadapannya secara langsung, mereka terdiam bagai katak yang terjepit tembok.


Cihhh...


Brakkk...


Pranggg....

__ADS_1


Alex berdecih dan tiba-tiba saja menendang sebuah TV yang ada didamping keduanya hingga terjatuh ke lantai. Tentu saja melihat hal itu membuat Gita dan Odis terkejut bahkan tubuhnya semakin gemetaran. Baru kali ini mereka melihat kemarahan Alex karena biasanya jika di kantor hanya Luis lah yang akan memarahi karyawannya yang berbuat salah. Itu pun mungkin hanya dibentak saja, tak mungkin sampai menendang barang seperti ini.


Bahkan kini ketiga sahabatnya langsung sedikit menjauh pasalnya pecahan kaca dari TV itu sudah berserakan diatas lantai. Ketiganya geleng-geleng kepala melihat kebrutalan Alex bahkan takkan memberi ampun pada lawannya yang notabene seorang wanita.


"Aku takkan pernah percaya pada apa yang kau ucapkan itu. Bahkan semua ucapan dari mulut busuk kalian. Aku juga takkan mengampuni apa yang telah kalian lakukan pada istriku" ucap Alex dengan seringaian kejamnya.


Gita dan Odis semakin bertambah ketakutan apalagi ucapan Alex itu bernada ancaman yang membuat tubuhnya semakin gemetaran. Lihat saja kini Alex sudah mengeluarkan sebilah pisau dari saku celananya kemudian mengangkatnya keatas.


"Lihat..." sentaknya.


Odis dan Gita sontak saja mengangkat kepalanya kemudian membulatkan matanya saat melihat pisau kecil yang ada di tangan Alex. Mereka semakin beringsut dan saling memeluk karena benar-benar ketakutan melihat apa yang dilakukan oleh Alex. Sedangkan ketiga sahabat Alex benar-benar tak mengalihkan pandangannya dari laki-laki itu.


Sretttt....


Sretttt....


Arrrggghhh....


"Tangan ini yang digunakan untuk melemparkan sebuah teroran kearah istriku" ucap Alex dengan nada sinisnya.


Tangan Alex dengan lincahnya menggores lengan Odis karena merasa bahwa tangan lawannya ini digunakan untuk meneror Grizz. Sedangkan kini Gita terlihat ketakutan melihat darah yang terus mengalir dari lengan kekasihnya. Odis terus mengerang kesakitan karena Alex masih terus menggores lengannya dengan pisau kecil itu.


Arrrggghhhh....


Ampun....

__ADS_1


"Mulut ini yang kau gunakan untuk berbohong bahkan berniat menyakiti istriku" ucap Alex sambil menggores area sekitar mulut Gita.


Gita yang memberontak tentunya akan semakin menambah panjang goresan luka yang ditorehkan oleh Alex. Hal itu malah membuat Alex tertawa mendengar erangan kesakitannya. Ketiga sahabatnya begitu terpukau dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu. Bahkan kini Nicho dengan entengnya melemparkan sesuatu kearah keduanya.


Josh dan Nando menatap tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Nicho. Pasalnya tadi ia keluar dari rumah itu entah mau melakukan apa, namun tiba-tiba saja kembali kemudian melemparkan sebuah bangkai tikus. Alex juga terkejut namun dengan cepat ia bisa menguasai mimik wajahnya. Terlebih lagi yang dilakukan oleh Nicho itu memang benar dan sangat tepat.


Hueeekkkk....


Melihat adanya bangkai tikus yang baunya sudah lumayan menyengat itu membuat keduanya ingin muntah. Bahkan mereka menghiraukan rasa sakitnya demi bisa menjauhkan bangkai tikus itu. Alex mengacungkan jempolnya pada Nicho pertanda ia bangga dengan sahabatnya itu.


"Itu yang kalian lakukan pada adikku. Bagaimana? Mual kan perut kalian? Begitu juga dengan adikku" ucap Nicho dengan tatapan tajamnya.


Josh dan Nando tentu terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Nicho. Walaupun mereka belum mengutarakan maksud mengenai ingin menjadi kakak Grizz namun Nicho sudah mengaku-ngaku. Alex pun tak mempermasalahkan, semakin banyak yang dekat dengan Grizz tentunya akan membuat istrinya itu terlindungi.


Gita dan Odis pun sama saja, mereka terkejut bahwa ada seseorang yang mengaku sebagai kakak dari Grizz. Padahal dari berita yang beredar adalah Grizz seorang anak yatim piatu. Bahkan saat pernikahan, ia hanya didampingi oleh asisten kepercayaan Alex saja.


"Tak mungkin. Dia anak yatim piatu, mana ada anda kakaknya" seru Gita sambil mencoba menahan rasa sakit di pipinya.


"Sok tahu" seru Nicho menatap sinis kearah Gita.


Gita dan Odis sudah tak bisa berkata-kata lagi bahkan kini tangannya sudah menutup hidungnya karena bau bangkai tikus yang menyengat itu. Sedangkan Alex masih setia memandang pisau yang kini berlumuran darah itu. Matanya menatap lurus ke depan hingga tiba-tiba saja ia menggerakkan pisaunya itu kearah leher Gita.


"Apa lehermu itu perlu ku gorok hingga kalian tak usah perlu mengeluarkan suara? Aku jijik mendengar ocehanmu" ucap Alex.


Melihat hal itu tentunya Gita hanya bisa diam ditempatnya. Sekali dia bergerak sudah pasti akan membuat lehernya terluka. Odis yang melihatnya tak bisa membantu apa-apa karena kini nyawanya pun berada di ujung tanduk. Ketiga sahabatnya kini malah asyik duduk menonton aksi Alex yang begitu menegangkan. Alex yang biasanya hanya menatap datar kini tingkahnya bak seorang iblis.

__ADS_1


__ADS_2