
David yang melihat tuannya menjadi sedikit kalap seperti ini pun akhirnya mendekatinya kemudian menepuk bahunya beberapa kali. Tuan Grey langsung mengalihkan pandangannya kearah David dan segera melepaskan cekikannya pada kerah baju Alex. Tangannya meraup wajahnya yang terlihat kusut seperti orang tengah banyak pikiran.
David segera menarik tangan Tuan Grey untuk kembali duduk dan menenangkan dirinya. Sedangkan Alex nampak biasa saja karena apa yang diceritakannya itu merupakan fakta. Mau diubah seperti apapun, itu tetap akan menjadi fakta. Kalau dia berbohong, pasti dua orang didepannya itu juga akan kembali marah besar.
"Saya tidak berbohong. Kalian bisa tanya dengan Luis yang saat itu ada waktu kejadian atau Bibi Yun yang mengobati semua lukanya" ucap Alex dengan tegas.
Tuan Grey masih tak merespons apapun setelah penjelasan dari Alex itu. Dadanya masih naik turun dengan wajah memerah dan kedua tangan yang mengepal erat. Ia masih tak bisa menerima semua kenyataan yang baru ia dapatkan. Terlebih ia tak menduga kalau adiknya mengalami kekerasan fisik juga selama ini.
Kini Tuan Grey berulangkali minum air mineral yang disediakan diatas meja untuk menetralkan emosinya. Bahkan matanya menutup sambil terus menghembuskan nafasnya perlahan. Mereka semua memilih diam agar nantinya tidak semakin membuat suasananya begitu memanas.
"Apa lagi yang dilakukannya selalin menjual dan melakukan kekerasan fisik pada adikku?" tanya Tuan Grey dengan nada suara yang sudah lebih tenang.
"Mental. Grizz masih dibayang-bayangi ketakutan akan gelap, pukulan, bentakan, dan ucapan-ucapan menyakitkan. Kemarin saja saat dia dibentak ibu tirinya, mentalnya down sampai tidak sadarkan diri. Awalnya Grizz ingin membalas rasa sakit hatinya sendiri, namun akhirnya kami yang membalaskannya" ucap Alex menjelaskan.
"Jangan lupakan. Mereka selalu meneror Grizz dan kami agar diberikan uang" timpal Josh menambahi.
Tuan Grey susah tak bisa lagi berpikir, otaknya tengah buntu setelah mendengar semua fakta yang diungkapkan oleh semua orang disini. Pantas saja Alex dan ketiga sahabatnya itu marah besar hingga membuangnya ke hutan yang takkan bisa kembali ke kota dengan sendirinya. Pasti mereka yang sudah menganggap Grizz bagian dari keluarganya takkan terima melihat gadis itu disakiti.
__ADS_1
Apalagi bukan hanya disakiti, namun terus diincar oleh Harto dan Niken demi mendapatkan uang. Padahal sudah jelas kalau gadis itu dijadikan pelunas hutang, namun masih mau dimintai uang. Dimana jalan pikirang orang-orang itu? Tuan Grey sampai tak habis pikir, terlebih mereka tidak malu sama sekali saat bertemu dengan Grizz.
Tuan Grey yakin kalau mereka tahu mengenai dirinya yang masih hidup, pasti langsung saja semuanya merongrong dia. Apalagi kini ia telah sukses, walaupun kesuksesannya ini karena andil dari papa angkatnya. Namun Tuan Grey yang sekarang berbeda dengan dirinya yang dulu masih sebagai Kak Rey. Dia lebih kuat dan akan langsung menghajar orang-orang itu jika bertemu.
"Kita akhiri pembicaraan ini. Tuan Grey bisa mencari tahu semuanya tentang Grizz pada gadis itu sendiri. Mungkin dia akan lebih terbuka akan rasa sakitnya saat bersama dengan kakak kandungnya. Sekarang sudah tengah malam, kita harus melakukan transaksi ini segera sebelum pagi menjelang" uap Alex mengakhiri perbincangan malam ini.
Mereka segera beranjak dari posisinya kemudian pergi dari rooftop rumah Josh. Mereka segera pergi dengan menggunakan dua mobil yang berbeda. Hal ini harus dilakukan karena tak bisa mobil mereka melaju beriringan bahkan harus menggunakan jalan yang berbeda. Hal ini dimaksudkan agar mereka tak dicurigai akan melakukan transaksi oleh musuh dan pihak yang berwajib.
Dua mobil itu melaju kearah jalan yang berbeda namun tujuannya menuju tempat yang sama. Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi pada tengah malam yang hening dan dingin itu. Setelah satu jam berkendaran, akhirnya kedua mobil itu sampai juga di hutan. Kedua mobil itu langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai di danau yang ada dalam hutan.
"Kalian siap?" tanya Alex.
Ketiga sahabatnya menganggukkan kepalanya kemudian memakai topeng wajahnya. Walaupun sudah tahu bagaimana wujud asli dari Tuan Grey maupun pihak sana yang telah mengetahui wajah Alex dan ketiga sahabatnya, namun ini demi keamanan. Setelah semua siap, mereka keluar dari mobil dengan Nando dan Nicho membawa sebuah box lumayan besar kearah danau.
"Selamat malam, tuan. Kami sudah membawakan barang permintaan anda sesuai dengan kerjasama yang diajukan" ucap Alex dengan nada datarnya.
Dalam dunia bawah, mereka tak boleh menyebutkan nama asli atau hanya menggunakan inisial saja. Hal ini dimaksudkan agar mereka bisa terlindungi dari hal-hal yang tak diinginkan, terutama keselamatan keluarga. Tuan Grey menganggukkan kepalanya kemudian meminta David segera memeriksa box itu.
__ADS_1
"Bagaimana?" tanya Tuan Grey dengan datar.
"Semuanya lengkap, tuan. Semua sudah sesuai dengan spesifikasi yang kita inginkan" ucap David dengan tegas.
Tentu David menggunakan alat yang diciptakan oleh mendiang papa angkat Tuan Grey untuk memeriksanya. Ratusan bahkan hingga ribuan barang, tidak mungkin mereka memeriksanya secara manual. Selain tidak bisa teliti akan sangat merepotkan jika barangnya banyak, bisa sampai pagi kalau seperti itu.
Tuan Grey menganggukkan kepalanya kemudian menjabat tangan Alex dan ketiga sahabatnya. Ia begitu puas dengan kinerja mereka yang tidak pernah main-main dan tak mau mencurangi konsumennya. Padahal bisa saja kalau ada salah satu atau banyak barang yang rusak diselipkan disana, namun mereka tak melakukan itu. Terbukti alat yang digunakan untuk memeriksa menunjukkan kalau semua barang aman.
"Terimakasih atas kerjasamanya. Kami puas dengan semua barang dan transaksi yang dilakukan" ucap Tuan Grey.
Alex hanya menganggukkan kepalanya kemudian membantu David memasukkan box itu kedalam mobil. Setelah mereka selesai bertransaksi, segera saja semua masuk dalam mobil. Namun saat akan masuk dalam mobil, tiba-tiba saja ada suara dari semak-semak didekat danau.
Hal ini membuat mereka semua tak jadi masuk dalam mobil. Pasalnya ini bukan suara hewan, namun seperti bisikan antara dua orang. Hal ini membuat mereka waspada, pasalnya kalau sampai ada yang mengetahui transaksi ini bisa berbahaya. Mereka salin pandang kemudian berjalan mendekat kearah semak-semak itu dengan membawa pistol ditangannya.
"Apa iya ada mata-mata disini? Kalau ada orang biasa tahu, bisa hancur dunia bawah ini" bisik Josh sedikit khawatir.
"Berpikirlah positif. Kita hancurkan orang itu kalau sampai berbuat macam-macam dengan kekuasaan dan area kita" ucap Alex dengan pelan sambil berjalan dengan yang lainnya.
__ADS_1