Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Cek


__ADS_3

Berita mengenai kehamilan Grizz ini benar-benar membuat heboh seluruh isi rumah. Bahkan ketiga sahabat Alex ingin sekali segera pulang ke rumah. Namun melihat masih adanya luka yang terlihat di wajah mereka, alhasil ketiganya mengurungkan niatnya untuk bertemu gadis itu.


Mereka masih tak menyangka kalau gadis sepolos Grizz itu akan hamil walaupun tidak salah karena mempunyai suami. Namun tak ayal mereka juga bahagia karena sebentar lagi rumah ini akan ramai dengan adanya suara tangisan bayi. Terlebih ibunya yang sangat polos, pasti akan heboh sendiri.


"Selamat, nona. Semoga nona dan calon anaknya sehat sampai lahiran nanti" ucap salah satu maid.


"Terimakasih, kakak" ucap Grizz dengan senyum lebarnya.


"Nanti kalau ingin atau mengidam sesuatu, langsung bilang sama kami ya" ucap maid itu lagi.


Grizz hanya menganggukkan kepalanya dengan antusias. Saat ini dirinya tengah dipeluk oleh Dara yang sangat bahagia mendengar kabar yang dibagikan oleh Grizz. Bahkan orang kepercayaan Tuan Grey yang ada di negara ini, Paman Gilbert langsung menghubungi atasannya itu.


Tuan Grey akan menjenguk adiknya itu beberapa hari lagi. Namun Grizz tak mengetahui mengenai informasi itu karena sebagai kejutan dari Tuan Grey. Bahkan awalnya Alex yang ingin membeli mansion baru dan pindah dari rumah ini langsung dilarang oleh Josh.


"Oh... Ayolah, jangan pindah dan cari tempat lain yang belum tentu aman. Lebih baik kalian di rumahku saja, kalau perlu ya ajak semua maidmu yang kamu pindahkan kemarin itu ke tempatku. Aku nggak papa kok nanti harus bangun hunian baru di tanah sebelah. Rumahku bakalan sepi kaya nggak terurus kalau nggak ada si rusuh Grizz itu" ucap Josh dengan tatapan permohonan.


Akhirnya Alex menyetujui apa yang diucapkan oleh Josh. Nantinya para pekerja akan dipindahkan ke bangunan baru di tanah sebelah yang masih kosong. Lagi pula dulunya tanah itu bingung mau Josh buat apa karena menurutnya bangunan yang jadi rumahnya saja sudah sangat luas. Akhirnya tanah itu hanya terbengkalai karena tak terlalu terurus.


***


Pagi-pagi sekali Grizz terbangun dari tidurnya karena merasakan sedikit mual. Dengan pelan Grizz turun dari kasurnya sambil menutup mulutnya. Grizz takut kalau sampai memuntahkan semua isi dalam perutnya itu ke atas kasur. Sedangkan Alex yang merasa terganggu dengan gerakan dari istrinya itu pun langsung terbangun.


Alex yang memang sangat sensitif dengan pergerakan seseorang, pasti akan langsung waspada. Takutnya kalau sampai nanti ada bahaya yang mengintai dia dan keluarganya. Alex membuka matanya kemudian melihat kearah istrinya yang berjalan pelan kearah kamar mandi sambil menutup mulutnya.

__ADS_1


"Grizz, kamu nggak papa?" tanya Alex yang langsung mengikuti istrinya.


"Apa kamu mual?" lanjutnya bertanya.


Pasalnya kemarin Bibi Yun memberi pesan kepadanya kalau biasanya seorang perempuan yang hamil pada trisemester pertama itu akan mengalami morning sickness. Hal itu juga yang membuat Alex waspada karena khawatir kalau istrinya akan mual hingga pingsan.


Grizz yang terkejut mendengar suara suaminya yang berada di belakangnya itu pun segeta saja membalikkan badannya. Grizz hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban kemudian berlari kearah kamar mandi. Rasa perutnya seakan diaduk-aduk hingga membuatnya buru-buru ke kamar mandi.


"Muntahkan saja. Biar aku pijit tengkuk kamu dengan minyak angin" ucap Alex sambil terus memijat tengkuk kepala istrinya itu.


Grizz sendiri tak menjawabnya, pasalnya ia terus ingin memuntahkan sesuatu yang ada di perutnya. Padahal hanya air saja yang keluar, hal itu membuat Grizz rasanya ingin menangis. Kemarin saat belum mengetahui dirinya hamil, ia hanya mual sebentar saja dan tak sampai seperti ini.


"Pusing..." ucap Grizz lirih.


Alex yang melihat Grizz sudah tak ingin muntah lagi pun langsung membasuh wajahnya dengan air. Dengan telaten, Alex membersihkan bagian mulut Grizz dengan air dan mengeringkannya menggunakan tisue. Setelah selesai, Alex segera saja menggendong istrinya yang lemas dan merasakan pusing itu ke atas kasur.


"Ndak mau" seru Grizz tiba-tiba.


Alex harus sabar ketika menghadapi Grizz yang memang tak suka dengan rumah sakit. Grizz pun memilih memejamkan matanya dibandingkan disuruh Alex untuk pergi ke rumah sakit. Alex yang melihat hal itu hanya bisa geleng-geleng kepala.


Alex memilih untuk membersihkan dirinya. Biarlah nanti dia akan membujuk istrinya itu untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Lagi pula akan ada banyak orang di rumah ini yang membantunya dalam membujuk sang istri.


***

__ADS_1


"Grizz kesiangan" seru Grizz panik saat bangun dari tidurnya.


Grizz mengingat kalau hari ini ada jadwal kuliah serta membagikan nasi bungkus bersama dengan Ima. Sedangkan ini sudah jam 10 yang artinya ia telah terlambat dalam masuk jadwal kuliahnya. Grizz yang mengingat hal itu hanya bisa menggerutu dan menyalahkan Alex.


"Ini gara-gara Kak Alex. Nggak bangunin Grizz sama sekali lho ini" kesal Grizz yang langsung bangun dari tidurnya.


"Baby, besok kalau sudah keluar dari perut mama jangan kaya papamu ya. Harus bisa bangunin mama kalau kesiangan gini" ucapnya mengajak bincang perutnya.


Grizz tersenyum karena mengingat adanya calon anak di dalam perutnya. Dengan hati-hati, Grizz segera saja turun dari kasurnya kemudian masuk dalam kamar mandi. Ia terus mengulas senyumnya karena kebahagiaan yang kini menggelayut dalam dadanya.


***


Setelah selesai membersihkan diri, Grizz pun keluar di kamarnya. Ternyata Alex berada di ruang keluarga bersama dengan Bibi Yun. Sedangkan yang lainnya sepertinya sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


"Kak Alex, ibu..." panggil Grizz dengan langkah riangnya.


Bahkan Alex dan Bibi Yun yang tadinya asyik berbincang pun segera saja mengalihkan pandangannya. Keduanya bersyukur karena Grizz berjalan dengan langkah pelan dan hati-hati saat menuruni tangga. Bahkan Grizz sepertinya saat ini sudah lupa akan kekesalannya kepada Alex.


"Ayo kita sarapan dulu. Baru setelah ini kita ke rumah sakit untuk cek kesehatan baby dan kamu" ucap Bibi Yun mengajak Grizz agar segera sarapan.


"Ish... Grizz nggak mau ke rumah sakit" ucap Grizz menolak usulan Bibi Yun.


"Hanya untuk periksa saja apa calon babynya sehat atau tidak. Kalau misalkan calon babynya sakit kan bisa langsung diobati sampai sembuh" ucap Bibi Yun membujuk.

__ADS_1


"Katanya nggak mau kalau calon babynya sakit" lanjutnya dengan merayu.


Akhirnya mendengar apa yang diucapkan oleh Bibi Yun itu membuat Grizz menganggukkan kepalanya setuju. Ia tak mau jika calon babynya sakit dan tak ketahuan olehnya. Akhirnya Alex menghela nafasnya lega karena istrinya itu sangat mudah menurut jika sudah ada Bibi Yun yang menasihatinya.


__ADS_2