
"Tadi rencananya aku ingin menemui Grizz agar bisa meminta uang saat bertemu dengan yang kemarin nagih hutang kesini. Aku berteriak meminta bantuan warga agar bisa mendesak mereka mempertemukanku dengan Grizz. Namun ternyata mereka mempunyai rekaman video saat kita akan menjual Grizz demi melunasi semua hutang itu, jadinya para warga malah balik menyerang ibu" ucap Niken lirih.
"Tak disangka jika rekaman itu akan disebarkan oleh mereka karena tindakan yang ibu lakukan" lanjutnya.
Neo yang mendengar penjelasan dari sang ibu pun hanya bisa meraup wajahnya kesal. Ibunya itu sudah diperingatkan untuk tak lagi mencari masalah dengan Alex dan Luis namun malah membuat mereka marah. Hanya orang-orang tertentulah yang bisa menghapus postingan itu membuatnya pasrah jika akan menjadi bulan-bulanan warga.
Ia yakin jika setelah ini sang ibu takkan berani keluar dari rumah. Bahkan dia dan sang ayah tiri pun sebisa mungkin tak bisa bebas keluar rumah apalagi warga sekitar yang tentunya tahu itu suara siapa. Ayah tirinya sedang keluar bekerja, entah apa jadinya jika nanti sepulang kerja mengetahui semua yang terjadi.
"Lebih baik ibu di rumah saja, nggak usah keluar. Lagi pula semua orang di seluruh dunia ini sudah tahu bagaimana rupa wajah ibu" ucap Neo.
Mendengar saran dari anaknya itu tentu membuatnya panik bahkan khawatir. Dia akan sangatlah bosan jika terus berada di rumah, terlebih biasanya dia akan bertemu dengan teman-teman sosialitanya. Hah... Niken sedari tadi terus saja menghela nafasnya kasar karena ulah isengnya ternyata berujung kesusahan bagi dirinya.
Keduanya sama-sama terdiam duduk di ruang tamu memikirkan bagaimana langkah selanjutnya. Tak mungkin mereka akan hidup dalam kondisi seperti tahanan seterusnya. Saat keduanya tengah terdiam dengan pikirannya masing-masing, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari Harto yang baru pulang dari bekerja.
"Niken... Niken..." teriaknya.
Keduanya sontak saja terkejut kemudian berdiri dari duduknya. Keduanya segera melangkahkan kakinya menuju pintu rumah kemudian membukanya. Saat pintu terbuka, terlihatlah Harto yang wajahnya tampak panik dan frustasi.
"Ada apa, mas?" tanya Niken yang ikutan panik.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan sampai viral begitu? Kau tak tahu apa jika semua teman kerjaku pada menghujatku karena tahu jika yang ada didalam video itu adalah istriku" kesalnya.
Niken dan Neo segera saja menarik tangan Harto masuk kedalam rumah. Pasalnya Harto mengungkapkan kekesalannya itu didepan pintu rumah membuat beberapa tetangga melihat kejadian itu. Setelah ketiganya masuk, langsung saja mereka menutup pintu dengan rapat.
"Apa yang kau lakukan sih, Niken? Astaga..." frustasi Harto sambil mengacak-acak rambutnya.
Neo juga bingung harus bagaimana, yang jelas kini yang bisa mereka lakukan adalah berdiam diri di rumah untuk sementara waktu. Niken pun menjelaskan sama dengan apa yang diceritakannya kepada sang anak membuat Harto hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Alex itu bahaya, jangan pernah mencari masalah dengannya. Lebih baik kita kesusahan cari makan begini daripada harus berurusan dengannya" ucap Harto.
Niken hanya diam dengan tatapan bersalahnya. Bahkan ia juga merasa tertekan karena kondisi yang seperti ini. Rasa bersalah, bingung, dan kacau bercampur menjadi satu membuatnya tak bisa berpikir jernih. Bahkan ketiganya terlihat terdiam memikirkan bagaimana cara agar keluar dari masalah ini.
***
"Ibu, Grizz di sekolah punya sahabat lho namanya Dara. Tapi Dara itu tatapannya nyeremin, ya walaupun dia sebenarnya baik sih. Baru pertama kali ini Grizz punya sahabat lho, ibu. Biasanya Grizz selalu diejek bahkan nggak ada yang mau dekat-dekat sama aku karena miskin" ucap Grizz dengan raut wajah yang berubah-ubah.
Grizz terus menceritakan tentang kegetirannya dalam mencari seorang teman atau sahabat yang tulus. Bahkan dulunya ia pernah punya satu teman yang ia kira tulus namun pada faktanya dia hanya memanfaatkan Grizz untuk mengerjakan tugas-tugasnya saja. Setelah lulus, Grizz berasa ditendang dan dianggap olehnya.
Grizz yang merasa aneh karena merasa tak ditanggapi pun menolehkan kepalanya kearah belakangnya. Terlihatlah disana tak ada orang sama sekali bahkan dia sudah melihat kearah sekitar halaman belakang mansion itu. Grizz menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena tak menemukan orang yang diajaknya cerita berada disana.
__ADS_1
"Tadi Grizz waktu cerita yang dengarin siapa dong? Masa iya rumput yang bergoyang itu" ucap Grizz sambil menatap tak percaya kearah semua sudut halaman belakang rumah.
"Hei... Kaya orang kurang waras kau ngomong sendiri" seru seorang perempuan dari arah pintu belakang rumah.
Sontak saja Grizz yang tengah melamun itu tersentak kaget kemudian mengalihkan pandangannya kearah suara itu. Mata Grizz membulat saat melihat Desi kini tengah berkacak pinggang dengan wajah sinis menatap dirinya. Grizz yang tak mau kalah dengan Desi pun juga ikut-ikutan berkacak pinggang dan menantang maid itu.
"Napa? Suka-suka Grizz dong, mulut-mulutnya Grizz kok Desi yang repot" ucap Grizz dengan menatap malas kearah rekannya yang selalu membuat ulah dengannya itu.
Tanpa menggubris ucapan Grizz, Desi malah berjalan kearah gadis polos itu. Grizz sudah bersiap dengan selang airnya jika nantinya Desi akan membuat masalah dengannya tentunya ia akan langsung menyemprotkannya pada perempuan itu. Desi mendekat kearah Grizz dengan tatapan permusuhannya bahkan dia sudah membawa selang air lainnya juga.
Tanpa aba-aba Desi langsung saja mengarahkan selang airnya kearah Grizz membuat gadis polos itu basah. Grizz yang tak terima pun akhirnya ikut membalas menyemprotkan air kearah Desi. Keduanya saling kejar-kejaran dengan menyemprot air satu sama lain membuat baju mereka basah kuyup.
"Rasain nih..." seru Grizz sambil berteriak riang.
"Curang... Rasakan juga nih" seru Desi tak terima karena matanya kini terasa perih akibat semprotan Grizz airnya mengenai matanya.
"Berhenti kalian. Masuk dan mandi" teriak Bibi Yun sambil berkacak pinggang berdiri di dekat gazebo.
Saat keduanya masih asyik dengan acara main semprot air, ternyata Bibi Yun datang kemudian memarahi keduanya. Bahkan mereka berdua yang bajunya sudah basah kuyup itu langsung saja melepaskan selang air yang dipegangnya kemudian pergi berlalu masuk kedalam mansion setelah mendengar teriakan membahana Bibi Yun. Keduanya bak anak kecil yang tengah dimarahi oleh ibunya saat sedang bermain air hujan.
__ADS_1
"Astaga... Mereka seperti kakak adik yang sedang bermain air" gumam Bibi Yun pelan.
Bibi Yun segera saja masuk kedalam mansion untuk memeriksa dua gadis yang baru saja bermain air itu. Ia ingin memastikan jika keduanya akan membersihkan diri dan ganti baju agar tak ada yang sakit. Sebenarnya Bibi Yun ini baik dengan semua maid, namun mereka hanya melihat jika wanita paruh baya itu selalu berpihak pada tuannya saja.