Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Membalas Penghinaan


__ADS_3

Alex dan gadis yang berpenampilan cupu namun terlihat manis itu langsung berjalan pelan menuju kearah atas panggung. Grizz begitu bahagia karena dipertemukan lagi oleh gadis yang selalu menolongnya itu. Bahkan Grizz dan dia mempunyai perjalanan hidup hampir sama yaitu harus bekerja demi memenuhi kebutuhan. Bedanya kalau Grizz tak ada orangtua yang menyayanginya, sedangkan temannya itu ada keluarga yang selalu mendukungnya.


Teman Grizz yang bernama Isabella itu langsung saja memegang tangan sahabatnya untuk saling menguatkan. Ia yakin jika Grizz melakukan ini juga karena kekuatan besar yang mendorongnya. Bahkan tangannya saja sudah sangat dingin dan berkeringat akibat kegugupannya itu. Alex juga berada disamping Grizz sambil menatap tajam kearah semua orang.


"Saya tahu kalian mengundang istri saya ini karena ingin mengincar seorang Alex si Raja Bisnis untuk memberikan dana tambahan agar sekolah ini berdiri begitu megah. Bahkan kalian nantinya akan menggunakan nama saya dan Grizz agar sekolah bisa terkenal dan menggaet penyokong dana lainnya" ucap Alex menyeringai sinis.


Alex sudah mengetahui mengenai semua rencana sekolah tentang alasan dibalik diundangnya Grizz dalam acara ini. Alex meminta tolong kepada Luis untuk mencari tahu itu semua agar ia bisa membalas penghinaan yang dilontarkan semua orang pada Grizz.


Bahkan kini pihak sekolah terlihat terdiam dan menunduk karena malu menjadi pusat perhatian oleh para penyokong dana di sekolah mereka. Sedangkan para petinggi dan pemberi dana di sekolah itu langsung menatap tak percaya pada semua orang-orang itu.


"Saya saksinya. Grizz dan saya itu dulunya hanya murid beasiswa disini bahkan perlakuan guru dan siswa disini sungguh memalukan. Kami berdua dibully oleh siswa lain karena miskin tapi pihak sekolah? Mereka seolah menutup mata dan hati demi mendapatkan kucuran dana dari siswa yang membayar penuh" ucap Isabella dengan sorot mata benci.


Setelah Grizz keluar dari sekolah ini, dirinya masih jadi sasaran pembullyan siswa lain. Bahkan lebih parah dari saat masih ada Grizz. Dirinya hampir saja dilecehkan yang beruntung ayahnya waktu itu menjemputnya sehingga ia berhasil kabur. Ia sudah melaporkan kejadian ini namun siswa yang melakukan hal itu masih tetap berkeliaran disini. Ia pun berani berbicara lantang diatas panggung karena ada Grizz yang sorot matanya jauh lebih menyakitkan dibandingkan dia.

__ADS_1


"Percuma juga lapor, kita mah apa atuh. Iya kan, Bella? Cuma siswa remahan peyek yang diremas-remas kalau mau dimakan. Tapi kalau udah melempem ya dibuang" ucap Grizz dengan sarkasnya.


"Benar sekali. Saat ada olimpiade, selalu kami diperas otaknya agar dapat hadiah dan piala. Saat dapat hadiah, eh uangnya diminta sama pihak sekolah. Terus kita yang mikir cuma dapat 50 ribu" ceplos Isabella sambil tertawa miris.


Alex membiarkan keduanya untuk menyampaikan segala unek-unek mereka tentang sekolah ini. Bahkan acara pesta perpisahan ini disiarkan langsung melalui seluruh akun sosial media sekolah membuat semuanya tahu kalau institusi pendidikan itu perlu diselidiki. Bahkan ada wartawan juga yang langsung menyerbu sekolah itu karena ada Alex.


"Mirisnya lagi tuh gini, Bella. Waktu kita dapat juara olimpiade, saat upacara nggak ada tuh kita disambut gitu. Yang ada cuma pialanya saja dan hanya mengucapkan kalau sekolah ini mendapatkan juara olimpiade. Padahal ku kira kita sambutan-sambutan gitu kaya sekolah lainnya" ucap Grizz dengan cerocosannya.


"Ya kalau bisa nih ya... Cuma mau memberikan pengumuman saja. Kalau punya uang banyak, lebih baik cari sekolah lain yang bagus. Kalau disini mah, kebanyakan juga pada minus otak dan kelakuannya. Ini aja aku bertahan disini karena nggak punya duit buat pindah. Bersyukur ini sudah lulus, lepas sudah penderitaanku" ucap Isabella dengan wajah penuh kelegaan.


"Mereka bohong, kami tak pernah melakukan hal sekotor itu. Untuk masalah pembullyan, di sekolah lain pun ada tapi itu wajar karena tingkah remaja jaman sekarang" ucap kepala sekolah membela sekolahnya.


"Iya benar. Kesaksian dua siswa itu bohong" seru beberapa siswa yang melakukan pembullyan.

__ADS_1


Mereka tak mungkin mengaku jika sudah melakukan pembullyan karena akan berimbas pada citra dirinya. Namun bukan Alex namanya jika tak bisa meretas semua rekaman CCTV yang ada di sekolah ini. Beruntung rekaman CCTV itu belum dihapus pihak sekolah sehingga memudahkannya untuk mengambilnya sebagai bukti.


"Mana ada maling ngaku?" seru Grizz sambil memelototkan matanya kesal.


"Kalian kan nggak ada bukti. Jadi jangan asal menuduh, saya bisa melaporkan hal ini pada pihak yang berwajib" seru kepala sekolah itu menantang.


Grizz dan Isabella terdiam mendengar ancaman yang dilontarkan oleh pihak sekolah. Mereka hanya bisa berucap namun tak bisa membuktikan membuat pihak sekolah tersenyum penuh kemenangan. Bahkan kini Alex juga langsung diam-diam mengambil ponselnya dengan mengetiikan sebuah kode yang membuatnya bisa meretas tampilan layar video LCD yang masih tampil diatas panggung itu.


Semuanya terkejut saat tayangan yang ada dalam LCD itu berubah menjadi semua adegan pembullyan yang dialami oleh Grizz dan Isabella. Alex menyeringai sinis melihat wajah-wajah pucat yang ada dibawah panggung itu. Bahkan kini semua anak buah Alex menyusup masuk lokasi acara tanpa ada yang menyadarinya. Mereka semua fokus pada tayangan yang ada diatas panggung.


Isabella menangis saat melihat adanya adegan dirinya saat akan dilecehkan itu yang ternyata terekam dalam rekaman CCTV. Grizz langsung memeluknya, dia sampai tak menyangka jika temannya ini ternyata mengalami hal yang mengerikan. Walaupun Grizz takut karena melihat adegan pembullyannya dulu, namun ia segera saja menenangkan dirinya juga Isabella.


"Dasar tak punya hati..." seru Grizz dengan mata berkilat marah menatap semua orang yang ada disana.

__ADS_1


"Mereka memang tak punya hati, sayang. Bahkan rekaman CCTV ini bukan hanya bisa menjerat satu atau dua orang saja ke jeruji besi, melainkan seluruh penghuni sekolah. Intansi pendidikan kok bobrok kaya gini" ucap Alex dengan sinisnya.


Suasana disana begitu riuh karena kedok dari sekolah ini sudah diketahui khalayak luas. Bahkan hanya 20% saja siswa disini yang tak terlibat, sungguh miris. Acara yang digadang-gadang sangat meriah, kini langsung hancur seketika. Banyak dari mereka yang langsung ingin melarikan diri keluar dari aula ini namun langsung saja semua pintu keluar ditutup rapat oleh anak buah Alex. Semua anak buah Alex bahkan sudah mengacungkan senjatanya keatas agar mereka semua waspada.


__ADS_2