
"Wah... Sejuknya" seru Grizz dengan berlari kecil sambil berputar-putar mengelilingi halaman villa yang luas.
Tawa bahagia Grizz terdengar begitu renyah membuat orang disana tertular dan menyunggingkan senyum lebarnya. Tak terkecuali Alex yang tersenyum begitu manisnya bahkan semua bodyguard mengucek-ngucek matanya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Suasana disana begitu bahagia membuat Dara juga langsung bergabung dengan Grizz. Mereka berdua berlari mengelilingi taman bunga yang sedang bermekaran. Bahkan keduanya saling berpegangan tangan kemudian berputar-putar disana.
"Hei kalian... Jangan kaya anak kecil lari-larian. Nanti jatuh" tegur Bibi Yun sambil berkacak pinggang.
Tentunya Grizz dan Dara tak mempedulikan teguran dari Bibi Yun. Mereka justru berlari kearah kebun buah yang ada disana kemudian memetik strawberry yang sedang berbuah. Bahkan dengan tak sabarannya langsung memetik dan memakannya tanpa mencucinya terlebih dahulu.
Semua orang yang ada disana tertawa melihat Bibi Yun yang diabaikan oleh dua gadis remaja itu. Terlebih tingkah mereka yang begitu aktifnya sungguh membuat suasana menjadi lebih hidup lagi.
"Astaga... Alex, istrimu itu lho" gemas Bibi Yun.
"Biarkan saja, bu. Lagi pula selama ini dia jarang keluar bahkan liburan seperti ini" ucap Alex mewajarkan apa yang dilakukan oleh Grizz.
Bibi Yun menganggukkan kepalanya mengerti. Akhirnya mereka membiarkan keduanya untuk berlarian di halaman luas dan kebun yang begitu dipenuhi oleh buah-buahan. Grizz dan Dara diawasi oleh Felix sedangkan yang lainnya membantu Alex dan Luis membawa barang-barang masuk kedalam villa.
"Kak Alex, Grizz mau punya rumah kaya gini" seru Grizz tiba-tiba.
Setelah puas bermain dengan Dara di halaman, keduanya segera saja masuk kedalam villa diikuti oleh Felix. Saat sampai di ruang tamu ternyata disana ada Alex juga tim bodyguardnya sedang melaksanakan diskusi. Suasana yang awalnya serius dan tegang berubah seketika saat terdengar suara teriakan dari arah pintu.
Wajah semuanya langsung berubah menjadi santai, tak tegang seperti tadi. Bahkan kini Grizz menatap semua orang yang kini mengarahkan pandangannya pada dirinya. Grizz langsung berlari kecil kemudian bersembunyi dibalik tubuh Alex.
__ADS_1
"Ini kan memang villa milik tuan Alex yang juga akan menjadi milikmu nantinya" ucap Luis sambil geleng-geleng kepala.
Grizz langsung menatap Luis yang juga berada disana dengan tatapan penasaran. Grizz juga langsung mengalihkan pandangannya kearah Alex untuk mengetahui kebenaran dari apa yang diucapkan Luis. Pasalnya Grizz memang tak tahu jika villa dan semua perkebunan disini adalah milik Alex. Malahan ia berpikir kalau villa ini hanya sewaan saja.
"Iya, kamu boleh tinggal disini kapan pun kamu mau karena villa ini memang milikku. Ah... Tapi ini juga milik istriku yang manis ini" ucap Alex sambil berbisik dengan mengelus rambut Grizz.
Grizz begitu malu mendengar apa yang dibisikkan oleh Alex, bahkan kini wajahnya memerah bak kepiting rebus. Karena sudah tak tahan lagi, Grizz langsung saja berlari masuk kedalam agar tak ada yang melihatnya malu-malu kucing seperti ini.
Alex yang melihat tingkah istrinya itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Sungguh terlalu menggemaskan istrinya itu hingga ia tak ingin berbagi pada oranglain untuk menikmati senyuman Grizz. Setelah Grizz dan Dara masuk mereka pun melanjutkan apa yang tadi tengah mereka bahas.
***
"Neo, ibu punya kabar baik. Ibu sudah menemukan alamat tempat tinggal Grizz, kita harus kesana untuk meminta uang kepadanya" seru Niken sambil jingkrak-jingkrak membawa sebuah kertas kecil.
"Maksud ibu apa sih? Semenjak tuh anak nikah kayanya tingkah ibu itu makin aneh. Coba deh ibu periksa di rumah sakit jiwa" ucap Neo dengan santai.
Neo yang memang sedang duduk diatas kursi ruang tamu sambil bermain dengan ponselnya hanya bisa mendengus kasar melihat tingkah ibunya yang setiap hari bertambah aneh. Bukannya memikirkan masakan atau bagaimana bertahan hidup, yang ada hanya khayalan semu mengenai kehidupan mewah jika nanti bertemu Grizz.
"Ini beneran, Neo. Ayo antar ibu kesana untuk minta uang anak itu" ucap Niken yang kini bahkan sudah rapi pakaiannya.
Ia juga sudah mengenakan selendang untuk menutupi wajahnya agar tak menjadi bulan-bulanan tatapan sinis dari warga sekitar. Sedangkan Neo yang memang sudah teramat kesal dengan apa yang dilakukan oleh ibunya itu memilih mengabaikannya. Bahkan ia langsung beranjak dari duduknya kemudian masuk xalam kamar dan menguncinya dari dalam.
Brakkk...
__ADS_1
Niken yang melihat itu tentunya sangat geram bahkan karena terlalu kesal langsung menendang pintu kamar anaknya dengan kencang. Ia merasa di rumah ini tak ada yang mau mendukung semua rencananya membuat ia harus berjuang sendirian demi mendapatkan kemewahan.
"Awas ya kau Neo, kalau ibu sudah punya banyak uang bakalan ku diamkan kalian semua. Bahkan takkan ku kasih sepeser pun pada kalian" seru Niken yang kemudian pergi keluar dari rumah.
***
Dua jam waktu yang diperlukan oleh Niken hingga sampai di alamat yang ia tuju. Niken menggunakan layanan ojek motor untuk mencapai alamat yang ada di kertas miliknya. Sebuah mansion mewah yang berada didekat hutan langsung menjadi pemandangan menakjubkan bagi mata Niken.
Bahkan awalnya tukang ojek itu tak percaya saat Niken menunjukkan alamat yang ada di kertas itu. Bahkan sempat menolak untuk mengantarnya namun dengan iming-iming uang ternyata bisa membuatnya langsung menyetujuinya.
"Wah... Ini beneran amazing, mewah banget" kagum Niken.
"Sebentar ya, pak. Tunggu saya disini" titahnya pada tukang ojek itu.
Tak mungkin juga jika ia menyuruh tukang ojek itu langsung kembali pulang. Pasalnya disini memang tak ada kendaraan umum yang bisa digunakannya untuk pulang. Tukang ojek itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian Niken berjalan menuju kearah gerbang mansion itu.
Gerbang mansion dengan adanya inisial A membuat Niken yakin jika memang benar ini adalah kediaman Alex itu. Terlebih ia pernah melihat mobil dan pin yang digunakan pria itu juga memiliki inisial yang sama.
"Buka..." teriak Niken didepan gerbang.
Niken mengintip kearah dalam mansion melalui celah gerbang namun yang membuatnya heran adalah tak ada kehidupan apapun disana. Bahkan mansion ini terlihat sangat sepi. Ini dikarenakan para maid tinggal di paviliun belakang dengan beberapa bodyguard sedangkan yang lainnya kebanyakan ikut bersama Alex tinggal di villa.
Hanya beberapa saja yang tinggal di mansion ini membuat tak ada satu pun yang akan membuka pintu gerbang kalau bukan Alex yang menyuruhnya. Niken terus berteriak memanggil nama Alex dan anak tirinya.
__ADS_1
"Alex... Grizz... Keluar kalian..." teriak Niken.