Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Hutan


__ADS_3

Alex pergi dari perusahaannya untuk menemui seseorang di sebuah hutan yang terkenal angker. Kali ini ia tak didampingi oleh Luis atau pun bodyguard lainnya karena memang mereka tak bisa memasuki kawasan itu. Kawasan hutan yang memang dikelola oleh Alex letaknya berada di pinggiran kota.


Hutang angker itu memang hanya bisa dimasuki oleh empat orang saja dan Alex salah satunya. Hutan itu disebut angker karena tak adanya aktivitas manusia didalamnya kecuali empat orang itu. Hal itu juga yang membuat rumor adanya makhluk gaib disana bahkan jika masuk kesana kemungkinan kecil bisa kembali pulang.


Hanya penguasa dunia bawahlah yang berani memasuki kawasan hutan itu terlebih banyaknya hewan buas disana. Mobil yang dikendarai oleh Alex itu melaju dengan kecepatan tinggi hingga beberapa menit berlalu memasuki jalanan yang begitu sepi. Alex menghela nafasnya kasar saat melihat pintu masuk hutan sudah berada didepan matanya.


"Sebenarnya aku ingin vakum dalam dunia bawah ini. Apalagi kini sudah ada Grizz yang pasti akan dalam kondisi bahaya jika aku masih menggeluti dunia ini" gumam Alex.


Hatinya bimbang, ia bingung dengan keadaan ini. Sudah lama dia ingin pensiun dari dunia gelapnya ini namun musuh dan masalah yang sudah terlanjur ada sebelum kedatangan Grizz membuatnya tak bisa serta merta lepas tangan. Ia dengan penguasa dunia gelap lainnya harus lah menyelesaikan semua masalah yang ada jika ingin vakum dari ini.


Tak berapa lama mobil yang ia kendarai segera melaju memasuki kawasan hutan itu. Hanya ada suara binatang mendominasi saat mobil masuk dalam hutan. Alex yang sudah terbiasa dengan semua itu pun biasa saja bahkan ia merasa hewan-hewan disana tengah menyambut kedatangannya.


Tak berapa lama mobil melaju, sampai lah ia kini berada diatas sebuah danau kecil yang ada didalam hutan itu. Didekatnya juga sudah ada tiga mobil yang sepertinya rekannya itu telah sampai lebih dulu. Alex segera turun dari mobilnya setelah berhasil memarkirkan kendaraannya.


"Selamat datang pengantin baru" sapa seorang laki-laki yang menyadari kedatangan Alex.


Mereka bertiga memang tak hadir dalam acara pernikahan Alex dan Grizz karena ada urusan pekerjaan di luar negeri. Bahkan kini kedua rekannya yang lain langsung mengalihkan pandangannya kearah Alex. Keempatnya mempunyai ekspresi yang sama yaitu datar dan dingin.


Bahkan keempatnya itu walaupun sedang berdiskusi santai, raut wajahnya tak berubah. Hal ini yang membuat mereka tak bisa yang namanya bersantai bahkan bercanda saat bersama.


"Selamat atas pernikahanmu. Kami turut berbahagia" ucap yang lainnya dengan wajah lempengnya.

__ADS_1


"Terimakasih" jawab Alex seadanya.


Keempatnya segera duduk diatas kayu yang menghadap kearah danau. Keempatnya terdiam bahkan seperti tak ada keinginan untuk membuka mulut atau memulai pembicaraan. Sebenarnya pertemuan keempatnya ini bukan untuk membicarakan hal yang serius namun karena ingin bertemu saja.


"Apa di sektor A semuanya lancar?" tanya Alex membuka pembicaraan.


"Aman. Yang perlu kita waspadai hanyalah perusuh di salah satu club mu saja, Lex. Itu bisa menghancurkan image club terlebih kau menyembunyikan bisnis judi dan peredaran obat disana" ucap salah satu rekannya yang bernama Fernando Gutelaz atau Nando memperingati.


Alex menganggukkan kepalanya mengerti. Ia juga harus waspada jangan sampai bisnis ilegal itu tercium oleh pihak berwajib dan pemberi ijin pembangunan usaha disana. Yang terpenting adalah Grizz tak mengetahui tentang bisnis sampingannya ini.


Fernando Gutelaz atau Nando merupakan sahabat Alex sedari dirinya mulai terjun di dunia bawah. Bahkan Nando ini juga yang membantunya untuk bangkit dan mengajarinya ilmu bela diri juga senjata. Ia begitu berhutang budi pada Nando karena awal dulu saat masuk, dia lah yang menyelamatkan nyawanya saat menumpas mafia di bawahnya.


Nicholas Adelwine atau Nicho, ia merupakan sahabat dari Nando sekaligus tangan kanannya. Walaupun dia tak mempunyai organisasi sendiri namun kemampuannya bahkan bisa menyamai pemimpin dunia bawah lainnya.


"Kemarin villa tempat tinggalku ada teror dari orang yang tak dikenal" cerita Alex.


Ketiganya langsung mengalihkan pandangannya kearah Alex namun laki-laki masih lah menatap lurus ke depan. Mereka bertiga tahu jika villa itu bahkan hampir tak ada yang melewatinya karena terletak didekat kawasan bukit.


"Apa kau perlu bantuan dari kami untuk menemukan pelakunya?" tanya Josh dengan nada datarnya.


"Belum perlu lagi pula aku yakin jika itu hanyalah orang yang tak terima karena ku tendang dari perusahaanku. Aku masih bisa mengatasinya" ucap Alex dengan santai.

__ADS_1


"Jika kau butuh bantuan kami, langsung hubungi kami" ucap Nando dengan tegas.


"Kalian juga, kalau butuh bantuanku langsung saja hubungi aku" ucap Alex tak kalah tegasnya.


Walaupun keempatnya sama-sama berwajah datar dan kejam namun persahabatannya begitu santai. Bahkan mereka begitu terbuka untuk siapapun yang memang membutuhkan bantuan. Dasar persahabatan mereka adalah kepercayaan dan kesetiaan.


"Kami ingin berkenalan dengan istrimu itu biar kita juga tahu kalau memang gadis itu cocok untukmu" ucap Josh.


Walaupun sebenarnya ini sudah terlambat bagi ketiganya mengetahui seluk beluk istri Alex namun mereka memang ingin menilainya secara langsung. Mereka tak ingin jika nanti Alex akan tersakiti hanya karena seorang perempuan.


Alex hanya menganggukkan kepalanya menyetujui. Ia tak tersinggung dengan apa yang akan dilakukan oleh ketiga sahabatnya itu terlebih mereka dengan mudahnya bisa menilai seseorang dari pertama kali berkenalan.


Mereka bertiga pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke villa Alex. Sebenarnya tujuannya bukan hanya bertemu dan berkenalan dengan istri laki-laki itu saja namun memastikan keamanan villa. Walaupun mereka percaya Alex bisa mengatasinya namun ketiganya akan diam-diam membantu laki-laki itu.


Keempatnya segera menaiki mobil masing-masing kemudian melajukannya keluar dari area hutan. Empat mobil yang keluar dari arah hutan itu tentu saja menjadi pusat perhatian warga yang jaraknya lumayan dekat dari lokasi. Mereka bergidik ngeri bahkan menerka-nerka tentang siapa yang berani masuk hutan angker itu.


"Mungkin orang nyasar. Apalagi itu mobilnya bagus-bagus, pasti baru sampai depan hutan langsung balik lagi" gumam mereka.


***


Keempat mobil mewah itu melaju dengan kecepatan tinggi hingga tiga jam lebih perjalanan menuju villa milik Alex. Keempatnya segera memarkirkan mobil didepan halaman villa yang disana ternyata terlihat sudah ada Grizz, Dara, dan Erga yang sedang menyirami tanaman.

__ADS_1


Hari memang sudah beranjak sore. Mereka sampai di villa itu tepat pukul setengah 4 sore sehingga beberapa bodyguard sudah ada yang bergantian jaga. Kecuali Luis yang mungkin belum kembali dari perusahaan.


"Kak Alex..."


__ADS_2