Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Tamu Kehormatan


__ADS_3

"Kamu di sekolah ini nggak teman dekat sama sekali?" tanya Alex berbisik pelan tepat pada telinga istrinya.


Tentunya suara musik yang begitu keras dan banyaknya orang yang berbicara pada rekannya membuat mereka harus berbisik agar terdengar. Alex dan Grizz benar-benar mencuri perhatian semua yang hadir, bahkan keduanya mendapatkan tatapan-tatapan yang berbeda. Ada yang memuji bahkan juga menggunjingnya.


Gunjingan ini karena Grizz dan Alex memakai pakaian yang begitu mewah juga elegant namun dengan wajan yang berbeda. Grizz yang tampak sempurna bak seorang model bersanding dengan si Alex yang berwajah setengah cacat. Bahkan banyak yang tak berpikir kalau Grizz hanya menginginkan harta kekayaan Alex saja sehingga gadis itu mau pinangan dari seorang laki-laki tak sempurna itu.


Bahkan bisikan-bisikan itu sudah sampai pada telinga keduanya. Namun keduanya berpikir untuk acuh saja sampai nanti mereka akan bungkam sendiri mulutnya oleh apa yang akan dilakukan oleh Grizz. Lagi pula yang mengerti akan kejadian ini adalah Grizz dan Alex sendiri jadi keduanya memilih tak peduli.


"Nggak ada kalau teman dekat. Hanya ada satu orang gadis culun sama sepertiku dulu yang nasibnya sama denganku bahkan sering membantuku tapi diam-diam. Dia juga takut kalau bullyannya makin parah makanya kami hanya bisa saling melihat dan bantu dari jauh" jawab Grizz dengan mendekatkan wajahnya pada suaminya itu.


Alex menganggukkan kepalanya sedangkan Grizz sendiri memilih mengamati sekitar ruangan ini yang terlihat memperhatikan keduanya. Grizz mencari temannya yang selalu diam-diam iba dan membantunya itu namun gadis itu belum kelihatan batang hidungnya. Ia seketika ingat saat dirinya di bully dengan guyuran air yang ditumpahkan pada seragam sekolahnya waktu itu.


Byurrr....


"Rasain... Makanya di rumah itu mandi biar nggak kaya gembel" seru teman seangkatannya sambil tertawa.


Grizz pun hanya diam tak membalas apa yang dilakukan oleh teman-teman sekolahnya itu. Akhirnya ia memilih untuk membersihkan bajunya di toilet belakang. Pasalnya kalau membersihkan diri di toilet depan pasti hanya akan jadi bahan bullyan kembali. Saat sampai di toilet, diatas wastafel sudah ada seragam seukuran badan Grizz dengan sebuah kertas diatasnya.


"Ganti seragammu dan tetap hati-hati. Jangan sampai manusia-manusia sampah itu mencelakaimu kembali" tulis temannya itu.

__ADS_1


Semenjak saat itu jika Grizz atau temannya itu dibully, mereka akan bergantian membantu dengan cara diam-diam seperti itu. Walaupun jarang berinteraksi dalam dunia nyata, namun faktanya orang yang seperti itu lah yang patut untuk dihargai dan dihormati.


***


Acara dimulai, semua guru maupun siswa duduk di kursinya masing-masing. Bahkan terlihat kini di meja milik Alex dan Grizz dipenuhi dengan makanan juga minuman yang berbeda dengan tamu lainnya. Hal ini tentunya sudah terlihat jelas kalau mereka memang sengaja untuk mencari muka didepan Alex lebih tepatnya.


"Malam ini juga ada tamu kehormatan yang akan memberikan sambutan dalam acara spesial kita. Beliau ini sepasang suami istri yang dulunya sang nyonya pernah bersekolah disini" ucap sang pembawa acara.


Tentunya clue yang disampaikan oleh pembawa acara itu membuat semua riuh dan tahu siapa yang disebut tamu kehormatan itu. Grizz dan Alex sedikit terkejut pasalnya mereka tak diberitahu sama sekali mengenai untuk diminta memberikan sambutan. Tentunya mereka berpikir kalau ini adalah salah satu taktik semua orang untuk membuat salah satu dari keduanya malu.


"Nona atau Nyonya Alex, Grizzella Aneth" seru pembawa acara itu.


"Buktikan kalau cara mereka ingin mempermalukan kamu ini sungguh murahan" bisik Alex sambil mengelus bahu istrinya.


Alex tahu jika saat ini Grizz tengah gugup bahkan takut jika nantinya hanya akan mempermalukan dirinya sendiri dan suaminya. Makanya ia harus meyakinkan Grizz agar ia berani untuk mengucapkan semua unek-uneknya disini agar bisa menampar orang-orang di masa lalunya.


Alex ingin menemani keatas namun Grizz menolaknya sehingga gadis itu berdiri kemudian berjalan dengan angkuhnya. Bahkan kini matanya menyorot tajam lurus kedepan membuat pembawa acara yang melihatnya jadi gugup sendiri. Saat Grizz sampai diatas panggung, matanya berkeliaran menatap semua orang yang kini melihatnya. Alex hanya bisa tersenyum tipis melihat istrinya yang kini seolah seperti gadis yang susah disentuh.


"Selamat malam semuanya..." sapa Grizz dengan tersenyum tipis.

__ADS_1


"Malam..." jawab semuanya.


Grizz menghela nafasnya berulangkali untuk menetralkan rasa gugupnya. Bahkan banyak sekali siswa yang memandangnya dengan tatapan merendahkan. Mungkin jika ia tak datang bersama Alrx, dirinya sudah jadi bahan hinaan disini.


"Mohon maaf sebelumnya, saya disini juga bingung akan mengatakan kata sambutan seperti apa. Pertama, dalam undangan hanya mengatakan jika saya tamu bukan sebagai salah satu yang memberikan kalimat sambutan bahkan pihak panitia juga tak memberitahu apa-apa tentang ini sebelum acara. Padahal saya sudah ada di tempat duduk sebelum acara mulai" ucap Grizz seperti sebuah sindiran.


Tentunya pihak panitia dan sekolah meneguk salivanya kasar, pasalnya ini merupakan perintah dadakan. Kepala sekolah yang langsung meminta pihak panitia untuk pembawa acara agar memasukkan kata sambutan dari Grizz. Tak menyangka jika Grizz berani mengungkapkan kenyataan ini didepan orang banyak.


"Kedua, saya bingung kenapa diundang sekolah ini dalam acara malam perpisahan. Saya sudah beberapa bulan pindah bahkan mempunyai sekolah baru. Tak menyangka saja, kok saya seperti orang penting yang diundang. Padahal dulunya saya di sekolah ini hanyalah seorang gembel" lanjutnya menyindir.


Semua orang yang merasa kalau pernah mengatai Grizz gembel tentunya tak bisa berdiri dengan tegak. Mereka seakan-akan ingin dijatuhkan oleh Grizz saat ini juga karena sudah pernah membullynya. Sepertinya niat pihak sekolah yang mengundang Grizz untuk mendapatkan sogokan dana pembangunan sekolahnya sepertinya hanya sia-sia saja.


"Tapi tak apa, saya mengucapkan terimakasih karena sudah mengundang dan memberikan waktu untuk saya berbicara disini. Satu pesan yang ingin saya sampaikan untuk sekolah ini, jangan sampai ada yang melakukan dan mengalami pembullyan disini seperti yang saya alami dulu. Sekolah buat belajar, bukan sebagai ajang para jagoan neon" ucapnya dengan sarkas.


Suasana di ruangan itu hening setelah Grizz mengucapkan kalimat pedas itu. Bahkan wajah-wajah mereka semua pucat pasi karena tak menyangka jika kedok sekolah ini dibuka dengan begitu apiknya. Terlebih ada banyak orang-orang penting yang memberi sokongan dana ke sekolah ini menatapnya tak percaya.


Prok... Prok... Prok...


Tiba-tiba bunyi suara tepukan tangan menggema di ruangan itu dari dua orang yang berdiri. Dia adalah Alex dan temannya yang dulu membantunya diam-diam. Grizz terperangah kemudian menyunggingkan senyuman penuh artinya.

__ADS_1


Tak


__ADS_2