
"Niken, bukannya kau sudah berjanji untuk tak mengganggu kehidupan Grizz. Kenapa sekarang kamu mengganggu mereka lagi? Apalagi sampai minta uang segala. Aku ini kerja selama ini juga semua uang buat kamu" kesal Harto sambil geleng-geleng kepala.
Harto benar-benar merasa dibohongi oleh Niken selama ini. Pasalnya setelah pertengkaran hebatnya beberapa bulan yang lalu, Niken sudah berjanji untuk tak lagi mau berurusan dengan Grizz dan Alex. Ia berjanji akan selalu berada di rumah apalagi banyak tetangga disini yang menghujat dirinya apabila bertemu dengannya. Apalagi beberapa warung sama sekali tak mau mereka beli di warungnya karena takut uang yang dipakai merupakan hasil tak benar.
"Aku butuh duit. Uang yang kau kasih itu nggak cukup makanya aku nekat minta sama itu anak" kesal Niken yang akhirnya mengaku kalau sudah mengganggu anak tirinya.
Harto meraup wajahnya dengan kasar setelah mendengar pengakuan dari istrinya itu. Ia tak menyangka hanya karena uang yang diberikannya pas-pasan, Niken nekat untuk meminta pada Grizz. Padahal uang yang diberikannya itu sudah lepas dari untuk kebutuhan makan. Uang yang diberikannya pada Niken itu hanya untuk kebutuhan dia membeli barang-barang yang tidak perlu padahal gajinya saja pas-pasan.
Jelas saja Niken merasa uang yang diberikan kurang karena ia masih saja sering pergi keluar rumah menemui teman-temannya itu. Harto baru menyadarinya karena ada beberapa perhiasan yang menempel pada tangan istrinya itu. Begitu pula dengan tas yang ada di kamar, semua dibeli dengan cara mencicil.
"Sudah cukup. Kenapa kami malah disuguhkan oleh drama rumah tangga kalian?" Kesal Grizz sambil melengoskan pandangannya.
Ada sedikit rasa kasihan di hati Grizz saat melihat ayah kandungnya ssperti tertekan dengan ulah Niken. Namun ia langsung menepis perasaan itu karena bagaimana pun ia tak ingin kalau sampai mudah luluh hanya dengan melihat wajah memelas ayahnya. Apalagi perlakuannya dulu yang sangat sulit untuk dimaafkan gadis itu. Harto kini menatap anaknya yang acuh bahkan tak mau melihat lama kearahnya. Kalau pun melihat kearahnya itu pasti hanya ada tatapan kebencian dan kekecewaan.
"Saya mewakili istri minta maaf kalau perbuatannya itu sangat merugikan dan mengganggu kalian. Kami mohon untuk kita sudahi perdebatan atau permusuhan ini. Saya sudah tua, ingin hidup tenang tanpa ada masalah seperti ini" ucap Harto dengan tatapan permohonan.
Tentunya hal ini membuat jiwa iblis yang ada dalam tubuh Alex dan ketiga sahabatnya seperti akan bangkit. Mereka takkan terima jika sampai disini saja pembalasan yang dilakukan oleh Grizz. Tentunya Grizz ini merasakan aura-aura tak enak dari belakangnya saat Harto mengucapkan hal itu.
__ADS_1
Grizz memberi kode pada semuanya dengan mengangkat telapak tangannya sebelah. Alex dan ketiga sahabatnya mendengus kesal karena Grizz tahu mengenai mereka yang ingin sekali melibas mulut Harto. Grizz segera menatap ayah kandungnya itu dengan tatapan penuh kecewa. Bahkan kini pandangannya seakan menajam membuat Harto langsung salah tingkah.
"Perdebatan? Permusuhan? Yang memulai semuanya itu kalian. Menyudahi ini? Bahkan lihat, bekas luka yang kau goreskan saja belum hilang sampai sekarang. Dan anda minta untuk saya menghentikan semua ini? Jangan mimpi. Bukan hanya fisik saya yang sakit, tapi juga mental" Seru Grizz sambil menunjuk kakinya dari mata kaki hingga dekat paha.
Harto, Niken, dan beberapa tetangga yang mengintip pun terkejut saat melihat beberapa bekas luka yang ada pada kaki Grizz. Bahkan sedari tadi bertemu, tak ada yang melihat sama sekali kearah kaki Grizz karena lebih terkejut dengan kehadirannya yang mendadak. Tentunya bekas luka itu menandakan bagaimana kejamnya penyiksaan itu.
"Kalian bisa lihat kan? Ini bekas luka hasil dari sapu dan sabuk anda. Bekas ini aja belum hilang, lalu anda ingin permasalahan ini berakhir? Anda ngelawak rupanya" ucapnya sambil terkekeh miris.
"Bahkan luka ini saja tak lebih dari sakitnya hati ini. Dicaci maki dan dihina sebagai anak tak berguna juga durhaka, padahal selama saya tinggal dengan anda tak pernah tuh aku melawan atau meminta uang kalian. Aku harus bekerja hingga malam demi menafkahi dan membiayai gaya hidup kalian yang tak sesuai standar kehidupan" sentaknya.
Grizz mengeluarkan segala unek-unek yang ia rasakan selama ini. Dirinya begitu kesal karena ayahnya yang sama sekali tak meminta maaf atas kejadian dulu namun malah sekarang menyuruhnya untuk menghentikan semua. Padahal ia juga belum melakukan apapun, hanya memberi pelajaran sedikit pada ibu tirinya.
"Dasar tak punya hati".
"Ayah kandung macam apa itu hingga membiarkan anak perempuannya bekerja hingga malam".
"Itu kakinya aja sampai banyak banget bekas lukanya. Itu pasti mukulnya kaya kerasukan setan dari neraka".
__ADS_1
Sorakan demi sorakan langsung dilayangkan pada Harto dan Niken membuat keduanya sudah tak punya muka lagi dihadapan semua warga. Image mereka sungguh buruk di mata masyarakat membuatnya setelah ini mungkin sudah tak mau keluar dari rumah lagi. Bahkan kini mereka rasanya ingin mengusir semua orang disana namun tentu keduanya akan kalah jumlah.
Bugh... Bugh... Bugh...
Plakk... Plakk...
"Dasar ayah tak punya hati. Sedari dulu masih hidup sama ibu dan saat ada Grizz di rumah ini, pada faktanya hanya jadi benalu" seru Grizz yang menampar hingga menendang Harto.
Harto terkejut dengan gerakan tiba-tiba yang dilayangkan oleh Grizz. Terlebih perutnya langsung ditendang bersama dua kakinya membuatnya langsung terjatuh diatas lantai. Tak menyangka jika Grizz bisa melakukan hal ini padanya padahal dulu ia adalah seorang gadis penurut dan lemah lembut.
Arrghhhh...
Alex dan ketiga sahabatnya begitu takjub akan keberanian Grizz memberi pelajaran kepada ayah kandungnya. Bahkan Niken sudah memundurkan langkahnya karena takut melihat Grizz bagai kerasukan setan. Sedangkan para tetangga berdecak kagum melihat bagaimana cara Grizz membalas semua sakit yang dirasakan gadis itu semasa kecil.
"Tolong... Hentikan. Bapak-bapak tolong suami saya" histeris Niken meminta tolong pada tetangganya.
"Ogah..." seru semua tetangganya.
__ADS_1
"Ayo Grizz hajar sampai puas. Kalau pergi kakinya kamu pukul pakai sapu biar sama kaya yang kamu lakuin dulu" seru salah satu tetangganya.
Bahkan ia juga langsung melemparkan sebuah sapu lidi yang ada didekatnya. Grizz yang melihat itu segera saja mengambil sapu lidi itu kemudian mengangkatnya keatas. Niken semakin histeris melihat apa yang kemungkinan akan dilakukan oleh Grizz. Sedangkan para tetangga seakan menantikan kejadian yang begitu langka ini.