Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Teror


__ADS_3

"Ini bos yang semalam kami temukan di dapur" lapor Luis saat melihat Alex turun dari tangga.


Sebuah bongkahan batu yang lumayan besar dengan digulung sebuah kertas putih yang dimasukkan dalam sebuah plastik bening besar langsung diserahkan oleh Luis pada Alex. Saat pukul 4 pagi, Alex yang memang kehausan langsung saja turun menuju ke dapur.


Sejak peristiwa teror selamam, Luis memang belum bertemu dengan Alex karena pasti bosnya itu sedang menjaga istrinya agar tak terbangun. Bahkan maid dan yang lainnya yang terbangun langsung diamankan oleh Luis agar berada di kamar saja. Sementara ia, Felix, dan bodyguard tentunya bergerak cepat mencari pelaku pelemparan teror itu. Namun sialnya, mereka tak bisa mengejar pelaku itu karena lari ke dalam hutan yang memang tak dijaga oleh anak buah Alex.


Alex langsung membawa plastik berisi batu itu ke dapur diikuti oleh Luis. Disana Alex langsung saja mengedarkan pandangannya kearah segala arah untuk memastikan bahwa tak ada seorang pun selain keduanya yang ada di dapur. Beruntung maid juga belum waktunya bekerja sehingga keadaan villa masih lah sepi.


Alex segera membuka plastik bening itu kemudian mengambil batu yang masih terbungkus kertas putih setelah memastikan keadaannya aman. Luis tak berani jika mendahului bosnya untuk membuka kertas itu jadi memilih mengamankannya dulu.


"Tunggu pembalasanku".


Tulisan bertinta merah yang ada di kertas putih itu ternyata adalah sebuah ancaman atau peringatan mengenai sebuah balas dendam. Alex membacanya namun menganggap bahwa ini hanya lah teror biasa yang menurutnya tak terlalu dipikirkan. Ia yakin jika orang yang mengirim ini adalah yang pernah sakit hati karena tak bisa mendapatkan jabatan tinggi di perusahaannya.


Kalau ini dari musuh orang dunia bawah, sudah pasti terornya lebih mengerikan dari ini. Dengan pengiriman bangkai hewan atau mungkin potongan tubuh manusia. Kalau hanya teror semacam ini sudah pasti mereka akan lebih mudah mencari siapa pelakunya. Terlebih mereka hanya akan berani menyewa seseorang demi bisa membalaskan dendamnya.


"Biarkan saja dulu dia bebas. Lagi pula semalam aku sempat melihatnya dari jendela kamar" ucap Alex santai.


Luis hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Luis sebenarnya juga tak terlalu khawatir dengan teror kali ini karena terlihat sekali jika yang dilakukan ini masih lah untuk orang berwawasan rendah tentang Alex. Alex menyerahkan batu itu kemudian meminta Luis untuk menyimpannya di tempat khusus.


Alex segera saja berdiri dari duduknya kemudian membuat kopi untuk dirinya. Dirinya lumayan mengantuk walaupun sudah tertidur sekitar 2 jam sebelum adanya teror itu. Apalagi sebentar lagi ia harus bersiap menuju perusahaannya lagi.

__ADS_1


***


"Alex, semalam ada yang melempar batu di villa ini. Apa sudah tertangkap pelakunya?" tanya Bibi Yun sambil berbisik.


Semalam ia memang mendengar adanya suara pecahan kaca yang ia yakini adalah sebuah batu yang dilempar. Ia memutuskan untuk mengintip dari balik pintu kamarnya untuk melihat situasi yang ada di luar. Ia juga melihat Luis yang tergopoh-gopoh berlari untuk mencari tahu. Saat dirinya hendak keluar kamar, tiba-tiba saja Luis mendekatinya kemudian menyuruhnya untuk masuk dan mengunci semua jendela yang ada di kamar.


Saat pagi menjelang, Bibi Yun berjalan keluar dari kamarnya menuju ke dapur. Terlihatlah disana ada Alex yang tengah memejamkan matanya dalam keadaan duduk. Diatas meja ada dua cangkir kopi yang sepertinya punya Alex. Kemungkinan semalam Alex tak tidur karena kejadian teror semalam yang bisa mengganggu acara tidur istrinya.


Bahkan kini Bibi Yun langsung saja memijat bahu Alex membuat laki-laki itu terbangun dan terkejut. Tadi Alex memang ketiduran karena matanya begitu lelah memandang ponsel yang berisi pekerjaannya. Bahkan ia juga tak mendengar kedatangan Bibi Yun walaupun wanita paruh baya itu membisiki sesuatu. Ia hanya tahu jika Bibi Yun datang saat memijatnya ini.


"Lho... Ini sudah siang kah, bu?" tanya Alex dengan sedikit mengucek matanya.


"Iya, bu" ucap Alex yang kemudian berdiri lalu pergi menuju kamarnya.


Apa yang dikatakan oleh Bibi Yun benar adanya. Kalau ia kelelahan pastinya semua pekerjaan akan amburadul jika dipaksakan. Akhirnya ia memilih untuk pergi ke kamarnya kemudian istirahat. Ia akan menghubungi Luis untuk berangkat ke perusahaan lebih dulu. Sedangkan ia akan menyusul pada siang harinya.


"Kak Alex mau mandi? Biar Grizz siapkan air dan pakaiannya dulu" ucap Grizz saat melihat suaminya memasuki kamar.


Ternyata Grizz sudah bangun dari tidurnya bahkan telah mandi dan berpakaian rapi. Saat Alex datang, dirinya hendak keluar untuk ikut menyiapkan sarapan. Namun karena Alex masuk kamar membuatnya langsung saja tak jadi bergegas keluar.


"Enggak. Aku mau tidur dulu sebentar, tolong bangunkan jam 9" ucap Alex berpesan pada istrinya.

__ADS_1


Grizz menganggukkan kepalanya kemudian melihat Alex yang langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Setelah memastikan Alex tertidur, Grizz segera saja keluar dari kamar menuju dapur.


***


Sesampainya di dapur, disana sudah ada maid juga yang lainnya tengah sibuk menyiapkan sarapan sesuai bagiannya. Bahkan sudah banyak maid yang tengah membersihkan villa ini dengan berbagi tugas. Grizz langsung saja mendekat kearah Bibi Yun yang tengah memilih beberapa sayuran segar untuk dimasak.


"Selamat pagi..." seru Grizz dengan senyum cerianya.


"Pagi, nona" seru maid balik dengan senyumnya.


Grizz tersenyum senang karena ternyata maid yang bekerja di villa ini semuanya baik-baik. Bahkan mereka mau diajak untuk bermain bersamanya yang notabene semuanya pasti permainan anak kecil. Lagi pula memang sebelumnya Alex memerintahkan semuanya agar menuruti keinginan Grizz. Maid disana juga begitu tak menyangka jika nona mereka ternyata sangat baik dan ramah.


"Ibu, masak apa hari ini? Harus ada sayur dan nasinya yang sehat-sehat ya ibu, soalnya kak Alex sepertinya kelelahan jadi butuh makanan bergizi" ucap Grizz memberitahukan keinginannya.


"Siap..." seru Bibi Yun sambil tertawa.


Grizz pun ikut membantu memilih beberapa sayur segar yang akan digunakan. Tadinya ia ingin sekali ikut menggoreng atau memotong bahan-bahan namun tak diperbolehkan sama sekali oleh Bibi Yun. Bibi Yun takut jika nanti Grizz sampai terluka, hal ini membuat gadis itu mencebikkan bibirnya kesal.


"Jangan ngeyel. Nanti kalau kamu luka, bisa-bisa semua pekerja disini dijadikan sate oleh tuan Alex" ucap Dara yang langsung menyentil dahi sahabatnya itu.


Grizz menganggukkan kepalanya walaupun sebenarnya ia masih lah kesal. Namun ia tak ingin jika nanti gara-gara dirinya membuat semua orang yang bekerja disini malah kena getahnya. Mereka pun saling bahu membahu untuk meenyelesaikan makanan untuk sarapan semua penghuni villa.

__ADS_1


__ADS_2