Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Ngomel


__ADS_3

Seharian ini, Grizz sama sekali tidak keluar dari kamarnya. Setiap menginginkan sesuatu pasti Grizz langsung menghubungi Dara. Dara sendiri sedikit jengkel, setiap kali sedang istirahat selalu saja ada panggilan telfon dari Grizz.


"Ini terakhir ya, Grizz. Pokoknya kalau kamu telfon-telfon aku lagi, aku jamin nggak akan angkat lagi" kesal Dara saat memasuki kamar Grizz.


Kali ini Grizz menyuruhnya membawakan puding yang ada di kulkas. Padahal tadi Grizz sudah memintanya membawakan puding lain. Sungguh Dara merasa dikerjai oleh Grizz itu. Sedangkan Grizz hanya menatap polos kearah Dara seakan tidak merasa bersalah sama sekali.


"Dara jangan marah-marah, nanti cepat tua lho" ucap Grizz sambil tersenyum manis.


"Biarin. Ini semua gara-gara kamu, yang bikin aku darah tinggi" kesalnya.


Grizz hanya mengedikkan bahunya acuh mendengar apa yang diucapkan oleh Dara. Bahkan Grizz malah asyik dengan puding yang ada di tangannya. Sedangkan Dara ingin sekali mencubit pipi Grizz yang menggembung lucu itu. Daripada gadis itu ngomel-ngomel, Dara pun akhirnya pergi dari kamar Grizz.


Ceklek...


"Wah... Grizz kan nggak manggil Dara ke sini. Kok Dara ke sini sih? Pasti kangen ya sama Grizz" seru Grizz dengan cerianya.


Namun Grizz mengucapkan hal itu tanpa mengalihkan pandangannya. Ia terus saja berceloteh dengan fokus memakan puding yang ada di tangannya. Ia pikir kalau yang datang adalah Dara sehingga tidak perlu dia melihat siapa yang masuk dalam kamarnya.


"Dara, kok diam saja sih?" tanyanya.


Tak mendapatkan jawaban apapun dari Dara, Grizz pun langsung mengalihkan pandangannya. Mata Grizz membulat saat melihat siapa yang masuk dalam kamarnya. Ternyata dia adalah Alex, sang suami yang sudah pulang dari bekerja.


Namun Alex masuk tanpa suara sehingga Grizz berpikir kalau yang datang adalah Dara. Seketika saja Grizz meletakkan cup bekas pudingnya ke atas nakas dengan kasar. Grizz mengingat tentang kejadian semalam yang membuatnya kesakitan. Bahkan kini Alex tidak merasa bersalah sama sekali dan tak minta maaf kepadanya.


"Kak Alex, kalau mau masuk kamar itu harus ketuk pintu dulu" seru Grizz sambil menatap sinis kearah suaminya.


"Gimana kalau tadi Grizz baru ganti baju?" lanjutnya.

__ADS_1


"Ya nggak papa, biar sekalian bisa buat dedek bayi lagi" ucap Alex dengan santainya.


Mendengar jawaban dari Alex itu sontak saja membuat Grizz membulatkan matanya. Grizz begitu kesal karena Alex membahas tentang kejadian semalam. Apalagi mengingat tentang lehernya yang merah-merah.


"Ish... Grizz udah nggak mau buat dedek bayi. Sana bikin dedek bayi sama bantal saja" seru Grizz.


Bugh...


Grizz langsung saja melempar bantal yang ada di atas ranjang kearah Alex. Alex yang tidak siap karena sedang membuka jasnya pun terkejut dan langsung mengenai kepalanya. Grizz yang melihat itu hanya bisa terkekeh geli.


"Syukurin... Nakal sih sama Grizz" ledeknya membuat Alex hanya bisa menghela nafasnya kasar.


Alex langsung saja masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya. Ia meninggalkan Grizz yang masih tertawa karena berhasil menimpuknya dengan bantal. Setidaknya untuk mendekat kearah istrinya itu harus membersihkan dirinya terlebih dahulu.


***


Setelah suaminya selesai membersihkan diri dan duduk di sampingnya, Grizz langsung saja menatap tajam kearah Alex. Ia harus meminta penjelasan dengan detail mengenai merah-merah yang ada pada lehernya. Terlebih ia malu kalau bertemu dengan Dara yang sudah melihatnya.


"Mana merah-merah?" tanya Alex dengan polosnya.


"Lihat ini" seru Grizz sambil menunjuk kearah lehernya.


Alex yang melihat hal itu bukannya merasa bersalah namun begitu bangga dengan hasil kreasinya. Ia tak menyangka kalau semalam begitu brutal dalam berkreasi hingga tak menyadari efeknya. Bahkan saat tadi pagi membantu membersihkan badan Grizz, Alex sama sekali tak memperhatikannya.


"Wah... Ternyata aku bisa seganas ini juga ya" ucap Alex sambil menepuk dadanya berulangkali.


Tentunya respons santai yang ditampilkan oleh Alex itu membuat Grizz murka. Grizz langsung mengambil gulingnya kemudian memukulkannya pada tubuh Alex. Sontak saja Alex hanya bisa menangkis dan pasrah saja dengan pukulan yang diberikan oleh Grizz.

__ADS_1


Dugh... Dugh... Dugh...


"Rasakan... Kak Alex nakal. Gara-gara kakak nih, aku malu kalau keluar dari kamar. Apalagi itunya sakit, mau buat jalan rasanya masih perih" kesal Grizz.


Mendengar istrinya merasa kesakitan, Alex segera menghentikan pukulan yang dilayangkan oleh Grizz. Bahkan Alex langsung merebut guling itu dan melemparnya ke bawah kasur. Raut wajah Alex tampak begitu khawatir karena mendengar kalau Grizz kesakitan.


Padahal pagi tadi, Grizz hanya bilang sedikit saja sakitnya. Namun saat dirinya pulang kok masih kesakitan, ia pikir sakitnya itu hanya sebentar kemudian hilang. Ia merasa bersalah karena membuat Grizz jadi kesakitan seperti ini.


"Mana lihat yang sakit?" ucap Alex yang langsung memeriksa badan Grizz.


Grizz langsung saja mundur ke belakang, ia tak mau Alex dekat dengannya. Terlebih ia malu kalau menunjukkan bagian mana yang sakit. Namun entah mengapa, kecerdasannya sebagai seorang CEO dan penguasa dunia bawah seakan tidak berpengaruh dalam hal seperti ini. Apalagi kalau sudah bucin, jadi makhluk yang paling bodoh sepertinya.


"Ish... Grizz itu cuma pegal-pegal dan sedikit perih bagian itunya. Nggak sakit yang harus masuk ICU" kesalnya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kita ke rumah sakit aja. Lagian kejadian pagi tadi kok sampai sekarang masih perih. Udah berapa jam ini?" ucap Alex.


"No..." seru Grizz dengan menggelengkan kepalanya ribut.


Tentunya Grizz tidak mau ke dokter karena hal seperti ini. Tadi ia sempat mencari jawaban di google kalau perih pada area pribadi itu wajar apabila baru pertama kali melakukan hal itu. Tentu saja Grizz mencari informasi itu tanpa sepengetahuan Dara. Kalau sampai gadis itu tahu, pasti ponselnya sudah disita sedari tadi.


Ia juga baru tahu kalau merah-merah ini adalah kissmark dan akan hilang sendirinya. Padahal ia sudah sedikit panik kalau sampai tidak bisa hilang. Alex yang mendengar hal itu hanya bisa menghela nafasnya kasar.


"Kita harus cek. Siapa tahu ada masalah apa gitu" ucap Alex kekeh dengan keputusannya.


"Enggak, besok juga sembuh asal nggak ada ya bikin dedek bayi lagi. Kalau masih mau bikin dedek bayi, Grizz tonjok tuh belut" ucap Grizz sambil mengarahkan kepalan tangannya kearah Alex


Alex yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas pasrah dan memundurkan posisi duduknya. Ia bahkan menutup area pribadinya karena merasa ngilu saat membayangkan kepalan tangan itu menonjok dirinya. Lagi pula ia juga tidak tega kalau sampai Grizz kesakitan lagi akibat ulahnya. Biarlah Grizz istirahat dulu sampai nanti kalau sembuh baru gas lagi.

__ADS_1


__ADS_2