
Hari ini Tuan Grey akan kembali ke negaranya. Beberapa barang yang diberikan oleh Grizz untuknya sudah ia masukkan dalam tas ransel yang diberikan oleh Grizz. Tuan Grey dan David yang memang tidak membawa barang penting kesini pun tentu hanya kembali dengan bawaan pakaian juga tas yang dibeli di negara ini.
Tas ransel adiknya yang bergambar salah satu tokoh disney itu sudah terpasang apik dipunggungnya. Ia bahkan sudah mirip seorang bapak-bapak yang siap mengantarkan anaknya ke sekolah. Hal itu membuat semua yang ada disana menahan tawanya, apalagi tas ransel itu wajib dipakai olehnya sesuai ucapan Grizz.
"Grizz nggak usah antar Kak Rey ke bandara. Kamu tahu sendiri kan? Kemarin kamu keluar rumah malah langsung dikejar-kejar orang jahat" ucap Tuan Grey memperingatkan.
Grizz menurut, pasalnya ia tak mau membuat kakaknya dan yang lain khawatir. Ia memang harus mengurangi kegiatannya di luar rumah untuk beberapa hari kedepan sampai tak ada orang jahat yang mengincarnya. Grizz langsung memeluk Tuan Grey dengan erat sebelum masuk dalam mobilnya.
"Kak Rey jangan lupa janjinya semalam ya. Harus selalu hubungi Grizz dan setiap bulannya kemari. Kalau nggak ditepati, Grizz bakalan susul kesana sama Kak Alex" ucap Grizz memperingati.
"Iya, adekku tersayang dan tercinta" ucap Tuan Grey yang memeluk erat adiknya.
"Kalau gitu kakak pulang dulu ya. Nanti kalau sudah sampai sana, pasti Kak Rey kabari" lanjutnya yang langsung mengecup kening adiknya itu begitu lama.
Mata Grizz memejam kala air mata yang ada dipelupuknya seakan ingin keluar begitu derasnya. Tuan Grey langsung berpamitan kepada Alex dan yang lainnya kemudian mencium kening adiknya kembali. Grizz masih menyembunyikan tangisannya hingga Tuan Grey masuk dalam mobilnya.
"Tolong jagain adikku" ucap Tuan Grey saat membuka jendela mobil dan melambaikan tangannya.
Semuanya menganggukkan kepalanya kemudian mobil langsung berjalan meninggalkan area rumah Josh. Dibelakangnya ada beberapa mobil anak buah Alex yang mengikuti, mereka akan mengantarkan kepergian Tuan Grey dan David dengan selamat.
Melihat kepergian mobil yang membawa kakaknya, Grizz sudah tidak bisa menahan tangisannya. Isakannya mulai terdengar hingga air mata keluar dengan begitu derasnya. Sambil masih melambaikan tangannya, Grizz menangis karena masih belum puas bersama dengan kakaknya itu.
__ADS_1
"Kapanpun Grizz nanti ingin menyusul ke negara Kak Rey, Kak Alex siap mengantarmu" ucap Alex yang paham dengan kesedihan dari istrinya.
"Katanya kalau ke luar negeri itu mahal. Kalau Grizz sering kesana, yang ada nanti uang Kak Alex habis" ucap Grizz lirih.
Mendengar hal itu tentunya Alex dan ketiga sahabatnya yang masih ada disana menahan tawanya. Uang mereka takkan habis karena pesawat yang digunakan adalah miliknya sendiri. Alex langsung saja merangkul bahu Grizz daripada jika nanti menertawakannya malah membuat gadis itu marah.
Alex mengajak Grizz masuk dalam rumah diikuti oleh yang lainnya setelah mobil yang dikendarai semua anak buahnya telah hilang dari pandangan. Grizz masih sedih hingga tak sadar kalau ucapannya tak digubris oleh Alex. Kalau sudah sadar, pasti gadis itu hanya akan ngomel-ngomel.
***
Tuan Grey menatap jalanan kota ini dibalik jendela mobil yang masih melaju. Berulangkali dirinya menghela nafasnya kasar karena rasa rindu yang menyiksa dalam dadanya ini. David yang melihatnya langsung menepuk bahu Tuan Grey berulangkali agar menyadarkannya kalau kini sudah sampai di bandara.
"Semuanya akan baik-baik saja, tuan. Nona Grizz dijaga oleh orang-orang yang kuat dan hebat. Dia disini juga dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dan hidupnya takkan pernah kekurangan apapun. Yang perlu tuan lakukan, tepati janji yang telah anda buat padanya dengan selalu memberi kabar dan menjenguknya" ucap David yang paham akan kegelisahan Tuan Grey.
Mereka segera saja turun dari mobil kemudian berjalan masuk area bandara setelah mengucapkan terimakasih pada anak buah Alex. Tas ransel milik adiknya langsung dimasukkan pada tasnya yang lain agar tak diketawakan oleh pengunjung lainnya.
Mereka segera berjalan menuju jalan khusus untuk memasuki pesawat pribadi milik Tuan Grey. Pesawat lepas landas meninggalkan negara tempat kelahiran Tuan Grey dulu dengan harapan bisa kembali kesini secepatnya.
***
"Apa tadi ada yang mengikuti kita, tuan? Kok saya merasa ada yang memperhatikan gerak-gerik kita ya" bisik David pada tuannya yang kini berjalan disampingnya.
__ADS_1
Setelah perjalanan panjang beberapa jam, akhirnya David dan Tuan Grey sampai juga di negaranya. Mereka kini tengah berjalan ditengah keramaian hiruk pikuk pengunjung bandara. Sedari tadi, David merasakan ada orang yang tengah mengikuti keduanya.
"Ya. Jangan kau tampilkan wajah khawatir dan curiga seperti itu, nanti mereka bisa tahu kalau kita sudah mencurigainya" bisik Tuan Grey sambil terus menatap lurus kedepan.
David hanya menganggukkan kepalanya mengerti kemudian memberi kode pada anak buahnya yang telah sampai di bandara untuk bersiap. Ia juga memberi kode bahaya pada anak buahnya agar nantinya diluar bisa sigap menyergap orang-orang itu.
Tidak mungkin orang yang mengikutinya ini tak mempunyai maksud tertentu. Mereka juga tidak mungkin untuk melukai keduanya didalam area bandara. Yang ada, mereka akan dikeroyok oleh banyak massa walaupun memegang senjata.
Sesampainya area luar bandara, benar saja kalau mereka mengikuti Tuan Grey dan David. Pasalnya mereka sengaja membelokkan arah jalan ke tempat parkiran khusus yang hanya ada beberapa orang saja yang bisa kesana. Ternyata mereka juga mengikutinya membuat keduanya yakin kalau orang-orang itu ingin mencelakai Tuan Grey dan David.
Bugh... Bugh...
Tiba-tiba saja anak buah Tuan Grey langsung saja memukul punggung dua orang yang mengikuti tuannya itu. Hal ini juga membuat Tuan Grey dan David langsung mengalihkan pandangannya kearah dua orang yang kini telah tersugkur diatas lantai.
"Sial... Kenapa begitu cepat kita ketangkap gini" bisik salah satu diantaranya kepada rekannya itu.
"Karena kalian sungguh tidak pintar. Kalian juga salah lawan" ucap David sambil terkekeh sinis.
"Bawa mereka ke tempat biasa. Interogasi siapa yang nyuruh, kalau nggak mau ngaku ya langsung saja panggang tuh tubuhnya" ucap Tuan Grey memberi perintah pada anak buahnya.
Mereka semua menganggukkan kepalanya mengerti, sedangkan dua orang itu hanya bisa menelan salivanya kasar. Mereka tak menyangka kalau orang yang dihadapi kini bukanlah sosok yang sembarangan. Apalagi kilatan mata sadisnya itu sudah kelihatan kalau aura kepemimpinannya begitu kuat.
__ADS_1
Mereka sudah memberi kode pada pusat agar meminta bantuan namun sampai saat ini belum ada yang datang. Bahkan hingga mereka dibawa pergi oleh anak buah Tuan Grey, masih belum ada yang datang memberi bantuan. Tuan Grey dan David pun segera pergi dari sana untuk kembali ke rumahnya.