
"Lapor bos, ada ibu tiri nona Grizz datang ke mansion" ucap salah satu bodyguard yang bertugas melaporkan semua yang terjadi di mansion.
Bodyguard itu sedang berada di ruang CCTV untuk memantau keadaan sekitar mansion. Tak disangka jika mereka kedatangan tamu istimewa yaitu Niken, ibu tiri dari Grizz. Semua maid bahkan bodyguard memang tak akan mendengar jika ada tamu berteriak didepan mansion karena posisi mereka tinggal lumayan jauh. Lagi pula mereka baru kali ini bisa istirahat karena tak ada sang tuan rumah di mansion ini untuk selama beberapa hari kedepan.
"Biarkan saja. Biarkan saja nanti nona mu yang akan bergerak untuk membalasnya. Cukup awasi saja dia jangan sampai mengacaukan atau merusak sesuatu di sekitar mansion" titah Alex melalui sambungan ponsel.
Bodyguard itu segera saja mematikan panggilannya kepada Alex setelah atasannya itu memutuskannya. Bodyguard itu kini fokus pada kamera CCTV yang mengarah pada gerbang mansion. Tak berapa lama, terlihat Niken yang wajahnya begitu kesal itu mencari sesuatu didekat area jalan.
"Batu..." gumam bodyguard itu yang kemudian memberikan perintah kepada yang lainnya untuk mengusir Niken.
Bodyguard itu menyayangkan sikap Alex yang menginginkan Grizz yang membalas perlakuan dari ibu tiri istrinya. Padahal nonanya itu adalah tipe gadis yang manis dan polos, rasanya takkan cocok jika bersikap kejam pada oranglain. Bahkan semua orang di mansion begitu menyayangi istri bosnya itu karena sikapnya yang begitu polos, namun setelah menikah kemungkinan besar mereka akan melihat sisi lain dari Grizz.
***
"Sialan... Keluar kau Grizz, Alex..." teriak Niken seperti orang kesetanan.
Bahkan Niken langsung mencari sesuatu untuk ia lemparkan kedalam halaman mansion. Namun Niken sepertinya usahanya itu hanya akan berakhir sia-sia karena pagar dan gerbang mansion ini sangatlah tinggi. Bahkan pagar dinding saja mengitari seluruh mansion jadi celah untuk wanita itu melempar sesuatu sampai kedalam itu akan sangat mustahil.
Namun yang namanya Niken adalah tipe orang yang keras kepala, ia mencari sesuatu di sekitar jalan dan pagar mansion. Bahkan dengan beraninya ia memasuki bagian depan hutan kemudian menemukan bongkahan batu yang lumayan besar dan membawanya kedepan pagar. Sedangkan tukang ojek yang masih menunggu Niken hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah wanita itu.
__ADS_1
Sepertinya tukang ojek itu sangat menyesal mengantarkan Niken ke tempat ini kalau hanya menjadi penonton saat wanita itu mulai akan merusak sesuatu. Ia juga tak mau jika nanti terseret dalam kasus pengrusakan ini namun tak mungkin juga ia akan pulang saat ini. Biaya jasanya mengantar kesini saja belum dibayar sama sekali jadi ia tak mau rugi.
Brakkk.... Brakkk... Brakkk....
"Cepat keluar atau pagar ini akan ku rusak" seru Niken dengan terus memukulkan bongkahan batu itu ke pagar besi mansion.
Tak berapa lama beberapa bodyguard yang disuruh tadi langsung membuka gerbang itu kemudian menatap kearah Niken dengan tatapan tajamnya. Niken yang awalnya bernyali kini menciut bahkan melangkahkan kakinya mundur. Namun enam bodyguard itu langsung mengepung Niken karena merasa telah membuat keributan.
"Ada perlu apa anda kesini sampai mau merusak pagar mansion milik atasan kami? Kau pikir bikin pagar ini murah, bahkan jual kau saja takkan mampu menggantinya jika ada yang lecet" sentak salah satu bodyguard itu.
"Saya hanya mau bertemu dengan Grizz. Dia harus memberikan keluarganya uang" seru Niken dengan tak tahu malunya.
"Astaga... Kalau mau uang ya kerja, jangan minta. Tangan sama kaki masih lengkap gitu kok minta uang" ucap salah satu bodyguard sambil geleng-geleng kepala.
Lagi pula mereka takkan sudi mempertemukan Niken dengan Grizz. Yang ada Grizz akan dimanfaatkan dan terluka karena Niken adalah tipe wanita yang nekat. Niken yang sepertinya diremehkan dan direndahkan itu sudah bersiap untuk mengayunkan tangannya yang membawa batu kearah mereka semua. Namun mereka bukan lah tandingan Niken yang bisa dengan mudah dilukai.
"Kau lempar batu itu, maka kau akan habis ditempat" ucap bodyguard itu dengan mengacungkan sebuah pistol dari belakang tubuh Niken.
Badan Niken bergetar hebat saat melihat ada pistol disamping pelipisnya, bahkan batu yang tadi dibawanya ia jatuhkan begitu saja. Bersyukur batu lumayan besar itu tak mengenai kakinya, sedangkan bodyguard yang lain langsung menyingkirkannya.
__ADS_1
"Pergi dari sini sebelum peluru ini bersarang di kepalamu. Kalau kau ingin bertemu dengan nona Grizz, tunggu saja sampai waktunya tiba dia akan menemuimu dan keluargamu secara langsung" ucap bodyguard itu dengan mengancam.
Niken pun hanya bisa menganggukkan kepalanya kemudian segera pergi dari sana dengan langkah kaki yang gemetaran. Ia segera naik keatas sepeda motor tukang ojek yang masih menunggunya. Padahal tukang ojek itu juga menahan rasa takutnya demi kemanusiaan karena disana wanita itu pasti nanti akan kesusahan dalam mencari kendaraan untuk pulang.
Tukang ojek itu segera melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Ia ingin segera menjauh dari tempat yang menurutnya bagaikan tempat eksekusi. Terlebih tadi dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat sebuah pistol sudah siap untuk ditembakkan kearah kepala penumpangnya.
"Besok lain kali nggak usah buat keributan di rumah orang, bu. Udah tahu itu tempat tinggalnya orang kaya lho, kok ya berani-beraninya ngrusak pagar kaya gitu" nasihat tukang ojek itu.
Niken yang mendengar nasihat itu hanya terdiam sambil terus menundukkan kepalanya. Ia masih tak menyangka bisa selamat dari keadaan yang menurutnya membahayakan itu. Terlebih tadi orang-orang berbadan besar itu menatapnya seakan ingin membunuhnya. Kini bahkan tangannya masih gemetaran karena kejadian ini.
***
"Sialan..." kesal Alex setelah mendapatkan kabar dari bodyguardnya di mansion.
Bahkan bodyguardnya juga mengirimkan sebuah video tentang Niken yang merusak pagarnya dengan bongkahan batu besar. Ia merasa tak terima jika barangnya dirusak oleh orang tak bertanggungjawab. Kalau saja bukan karena keinginan Grizz yang ingin menyelesaikan masalahnya dengan keluarganya sendiri, ia sudah menghabisi mereka semua dengan cara sadis.
"Kak Alex, jangan marah-marah nanti cepat tua. Nanti dikira Grizz punya suami kakek-kakek lho" ucap Grizz yang datang dari belakangnya.
Alex langsung memejamkan matanya untuk menetralkan emosinya. Ia membalikkan badannya kemudian memberi kode kepada Grizz untuk mendekat kearahnya. Grizz pun mendekat kearah Alex kemudian dipeluk lah dengan begitu eratnya. Alex menghirup aroma tubuh istrinya itu dalam-dalam sehingga menimbulkan rasa nyaman disana dan emosinya sudah sedikit mereda. Ternyata hanya dengan memeluk istrinya saja, emosi yang ada didalam dadanya langsung menguar.
__ADS_1