Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Ngambek


__ADS_3

"Kita nggak bisa kaya gini terus. Bisa-bisa mobil ini peyok dimana-mana" ucap Grizz kesal karena harus membuka tutup pintu mobil untuk menjatuhkan lawan.


Bahkan kini keringat sudah membasahi dahinya dan sedari tadi tangannya sudah ia kibas-kibaskan karena terasa pegal. Begitu pula dengan Dara yang sepertinya sudah kelelahan karena banyaknya pengendara motor yang mengincar mobil mereka. Hal yang sama dirasakan oleh Felix bahkan ia sampai kehabisan amunisi peluru untuk pistolnya.


Sedangkan Luis pusing memikirkan jalan mana yang harus ia tempuh agar setidaknya bisa menghentikan aksi kejar-kejaran ini. Tempat yang mereka lalui begitu sepi membuat Luis tak bisa meminta tolong kepada pihak berwajib karena tak melewati kantor polisi. Ia cukup kesal dengan anak buah Alex yang dibawa atasannya itu yang sampai kini tak muncul juga.


"Grizz, coba kau hubungi suamimu itu atau teman-temannya. Siapa tahu kalau kau yang menghubungi nantinya bisa segera diangkat" ucap Luis tanpa memanggil embel-embel nona pada Grizz.


Grizz menganggukkan kepalanya kemudian menghubungi suaminya. Ia sudah mencobanya berulangkali namun tetap saja Alex tak mengangkatnya. Segera saja ia beralih kearah Nicho yang jarang memegang kemudi mobil. Siapa tahu ia mengangkat ponselnya ketika mendapatkan panggilan darinya.


"Halo Kak Nicho... Kak Nicho dan yang lainnya itu kemana sih? Kita lagi dikejar-kejar puluhan orang yang naik motor kok malah pada nggak bisa dihubungin. Mau Grizz dan yang lainnya mati iya?" kesal Grizz yang langsung meluapkan semua kekesalannya setelah Nicho mengangkat ponselnya.


"..."


"Buruan datang kesini. Ini Grizz share loct lokasinya, awas kalau nggak datang bakalan aku tendang kalian masuk ke kandang cicak besar" ancam Grizz yang langsung menutup panggilannya.


Grizz segera saja mengotak-atik ponselnya kemudian mengirimkan lokasinya saat ini berada. Dengan bibir manyun khasnya, ia terus menggerutu membuat mereka hanya bisa geleng-geleng kepala. Apalagi kini Luis sudah terjebak hingga tak bisa lagi menjalankan mobilnya dengan berhenti secara mendadak.


Cittt...


"Pelan-pelan napa sih" kesal Grizz saat kepalanya hampir saja terantuk kursi didepannya.

__ADS_1


Mobil berhenti secara mendadak hingga membuat semua yang ada dalam mobil kesal dan mengumpat. Bahkan kini Grizz dan Dara langsung menatap tajam kearah Luis yang sedang mengelus dadanya. Bukan hanya penumpangnya yang terkejut, namun Luis pun begitu hingga mendadak langsung menekan rem mobilnya agar tak menabrak orang.


Ternyata ada seorang pengendara motor yang tiba-tiba saja memotong laju mobilnya hingga ia mengerem mendadak. Ia masih tak menyangka jika pengendara motor itu dengan nekat malah memotong laju mobilnya yang sedang melaju kencang. Mereka menatap semua yang ada di luar mobil, ternyata semua pengendara motor berhenti dan langsung mengerumuni mobil milik Luis.


"Astaga... Kita terkepung" seru Grizz sambil geleng-geleng kepala tak percaya.


"Tetap tenang. Coba kalian lihat pada bagian bawah kursi, ada amunisi peluru atau tidak. Setidaknya itu bisa kita gunakan untuk melawan mereka sampai bala bantuan datang" ucap Luis mencoba tenang.


Grizz dan Dara pun langsung melihat kearah bawah kursinya kemudian melihat sebuah kotak. Grizz langsung mengambilnya kemudian melihat isinya yang ternyata peluru dan pistol. Grizz segera memberikan pistol dan peluru itu pada Felix sedangkan ia juga Dara sudah bersiap dengan senjatanya masing-masing.


"Keluar kalian" seru beberapa pengendara motor itu.


"Serahkan gadis yang bernama Grizz" teriaknya lagi.


Tangan Grizz dan Dara bahkan sampai bergetar hebat karena baru kali ini dalam situasi menegangkan. Mereka juga tak menyangka akan menggunakan pistol untuk melawan orang. Bahkan mata Grizz sudah berkaca-kaca rasa takut yang hebat.


"Nona... Jangan panik, nanti malah anda yang terluka kalau panik begini" ucap Luis yang tahu bagaimana ketakutan dari istri bosnya itu.


"Lebih baik Grizz menunduk saja saat kami membuka jendela ketika menembak" ucap Dara membuat Luis dan Felix langsung menganggukkan kepalanya setuju.


Grizz pun menurut karena dia memang ketakutan akibat tahu kalau dirinya yang jadi incaran. Padahal dirinya merasa tak punya salah apa-apa namun ternyata ada juga yang mau mengincarnya. Grizz berjongkok di sela-sela kursi depan dan belakang.

__ADS_1


"Tembak..." seru Luis yang dengan sigap membuka jendela bersamaan dengan Dara dan Felix.


Dor... Dor... Dor... Dor...


Tembakan demi tembakan terus dilancarkan oleh Luis, Felix, dan Dara kearah semua orang yang tengah mengepung. Bahkan sepertinya mereka terkejut karena ternyata lawan yang ada didalam mobil membawa pistol sebagai senjata. Mereka pikir kalau Grizz adalah orang biasa sehingga tak tahu kalau target merupakan istri orang penting.


Apalagi mereka hanya asal mencari lokasi keberadaan Grizz tanpa melihat siapa orang yang melindunginya. Walaupun akan ditemukan Grizz sebagai istri Alex, tentunya mereka hanya tahu kalau suaminya itu raja bisnis saja.


Grizz sudah menutup telinganya dengan kedua tangan saat suara tembakan itu terus saja menggema. Bahkan kini mereka saling adu tembak yang beruntung ketiganya sigap sekali dalam melancarkan tembakan hingga tak ada yang terluka. Tak berapa lama, ada segerombolan mobil yang datang hingga keluar banyak orang.


"Itu Alex dan yang lainnya" seru Felix sedikit menghela nafasnya lega.


Alex, Josh, Nicho, dan Nando serta beberapa anak buahnya langsung saja menghajar bertubi-tubi orang-orang yang mengepung mobil Luis. Bahkan kini Felix langsung keluar dari mobil untuk membantu yang lainnya sedangkan Luis menjaga dua gadis yang ada didalam.


Dara dan Luis sudah menutup jendela mobilnya kemudian kini gadis itu memeluk Grizz dengan erat. Ia sebenarnya juga takut, hanya saja tak ingin juga kalau sampai Felix dan Luis kuwalahan. Tak berapa lama, pertarungan itu selesai hingga semua orang yang mengepung tergeletak di aspal dan tanah.


"Lihat Grizz, itu suamimu sudah berhasil mengalahkan orang-orang yang tadi mengepung mobil" ucap Dara sambil menggoyangkan tubuh sahabatnya.


"Ish... Biarin, pokoknya Grizz ngambek sama kak Alex. Sudah biarin kita nunggu lama dan terjebak dalam situasi mengerikan seperti ini" kesal Grizz.


Dara hanya bisa tertawa mendengar ucapan dari Grizz itu. Namun tak ayal suasana menegangkan itu perlahan mencair karena sudah tak ada lagi suara pukulan dan tembakan. Kini Dara langsung mengajak Grizz keluar bersamaan juga dengan Luis.

__ADS_1


"Maaf sayang, tadi ada masalah sedikit jadi nggak pegang ponsel" ucap Alex dengan penuh penyesalan.


Grizz melengoskan wajahnya bahkan tak mau menatap suaminya itu. Sedangkan Luis dan Felix langsung membantu anak buah Alex membereskan semua kekacauan ini.


__ADS_2