Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Tuan Grey


__ADS_3

"Ini Kak Rey..." seru Grizz tiba-tiba.


"Darimana kalian mendapatkan foto ini? Yang punya foto ini hanya aku dan ibu. Kami meletakkannya dibawah pakaian yang ada di lemari" lanjutnya.


Grizz terlihat begitu penasaran dengan foto yang didapatkan oleh Josh itu. Ia menatap penasaran kearah Josh yang masih terkejut dengan fakta ini. Kini akhirnya mereka berempat dapat menyimpulkan bahwa Grizz memang adik kandung dari Tuan Grey. Grizz yang pertanyaannya tak dijawab pun melemparkan sebuah tisue kearah laki-laki itu.


Walaupun waktu itu dirinya masih kecil, namun ia sedikit ingat dengan wajah Kak Rey yang dimaksudnya itu. Pasalnya Kak Rey itu selalu ada disampingnya dan menjaganya disaat sang ibu pergi bekerja. Jika Kak Rey ini tak ada disampingnya, sudah pasti Harto hanya akan membiarkannya saja. Beruntung ada Kak Rey yang menjaganya walaupun tak bisa melindunginya dari amukan sang ayah yang marah.


Dugh...


"Ish... Grizz sedang bertanya lho ini. Kok pada diam semua sih" kesal Grizz.


Mereka berempat pun tersadar dari keterkejutan dan lamunannya. Mereka kini bingung harus menjelaskan apa pasalnya keempatnya harus bilang dulu ke Tuan Grey. Akhirnya Alex lah yang menenangkan gadis itu untuk tak menekan sahabatnya agar bercerita. Lagi pula mereka harus menunggu Tuan Grey datang dulu untuk memastikan semuanya. Mereka hanya akan memberikan sedikit informasi kepada asisten Tuan Grey akan nanti lebih jelasnya saat bertemu.


"Suatu saat nanti kami pasti akan cerita. Jadi sekarang Grizz masuk kamar gih, istirahat. Nanti Kak Alex nyusul, masih ada pekerjaan yang harus kami bicarakan" ucap Alex memberi pengertian.


Walaupun terlihat sangat penasaran dan enggan pergi karena belum menemukan jawaban, namun akhirnya Grizz menurut juga. Grizz segera pergi berlalu dari ruang keluarga menuju kamarnya dengan Alex. Sedangkan keempat laki-laki itu sedikit menghela nafasnya lega karena Grizz tak menanyakan hal-hal aneh lagi terutama menyuruh mereka untuk minum susu.


"Gue masih nggak percaya lho kalau Grizz itu adiknya Tuan Grey. Mana berarti kan Tuan Grey itu dulunya dijual sama ayahnya hingga jadi penguasa dunia bawah seperti ini. Ini sih gokil abis... Tuh si Harto emang nggak punya hati. Dua anaknya dijual lho sama orang penting, beruntung yang beli orang-orang baik" ucap Nando sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Alex, Nicho, dan Josh menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang diucapkan oleh Josh. Mereka tak menyangka jika selama ini keempatnya merawat seorang gadis yang notabene adik dari penguasa dunia bawah bagian Eropa. Terutama Alex yang mempunyai kakak ipar yang sama-sama kejam seperti dirinya.


Pikirannya sudah buntu bahkan kini ia bingung nantinya harus menjelaskan seperti apa. Yang pasti mereka berempat akan menuju ke rumah Grizz untuk memastikan semuanya bersama dengan gadis itu. Siapa tahu disana mereka mendapatkan suatu petunjuk mengenai kisah masa kecil keduanya.


"Coba kamu tanya sama asistennya Tuan Grey. Benar tidak kalau panggilannya sewaktu kecil itu adalah Kak Rey" ucap Alex menyuruh Josh.


Josh pun menganggukkan kepalanya kemudian mengirimkan pesan pada asisten Tuan Grey. Lama belum mendapatkan jawaban mereka pun akhirnya masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan istirahat. Tentunya sebelum itu Josh segera saja meminta maid untuk membersihkan gelas berisi susu yang ada di ruang keluarga. Ia juga memperingatkan maid itu untuk berhati-hati agar tak sampai ketahuan oleh Grizz.


***


"Tuan, ada yang ingin saya sampaikan" ucap seorang laki-laki dewasa yang menjabat sebagai seorang asisten dari orang yang dipanggilnya tuan.


Seorang tuan yang dimaksud itu adalah Tuan Greyson Anellio atau biasa dipanggil dengan panggilan Tuan Grey. Kini ia sedang berada di ruang kerjanya bersama dengan asistennya yang bernama Imanuella David atau biasa diapanggil David. Mereka semua sibuk hingga tiba-tiba saja David melihat layar ponselnya menyala yang menandakan kalau ada sebuah pesan masuk.


Khawatir jika itu pesan penting, David pun segera saja mengambil ponselnya kemudian membuka pesan masuk. Pesan masuk itu ternyata dari Josh, kawannya yang ada di negara lain. Mereka sudah berkawan lama dan tahu sifat masing-masing sehingga David pun tak pernah segan untuk bertanya atau meminta bantuan kepadanya.


"Ini tuan, ada pesan dari teman saya mengenai informasi tentang adik anda. Dia bertanya apakah anda sewaktu kecil dipanggil Kak Rey oleh adik anda?" tanya David sambil menunjukkan layar ponselnya kearah Tuan Grey.


Deg...

__ADS_1


Mendengar hal itu, sontak saja jantung Tuan Grey langsung saja berdetak lebih cepat. Bahkan kini aliran darah dalam tubuhnya seakan berdesir hebat. Dirinya mematung bahkan ketikan jarinya pada keyboard laptopnya langsung berhenti. Mendengar nama panggilan itu, entah mengapa pikirannya seakan linglung dan matanya menatap lurus kedepan.


"Tuan... Tuan..." panggilnya saat melihat atasannya itu hanya diam mematung.


Bahkan David sampai menggoyangkan bahu Tuan Grey akan tersadar dari pikirannya itu. Mendapatkan bahunya bergoyang, Tuan Grey langsung mengusap wajahnya dengan kasar. Badannya ia sandarkan di kursi kebesarannya dengan nafas yang memburu. David yang melihat hal itu langsung memberikan air putih kepadanya dan diterima baik oleh Tuan Grey.


"Apa ini artinya adikku masih hidup? Darimana dia mendapatkan informasi mengenai nama panggilan itu? Iya, aku dulunya dipanggil Kak Rey oleh adik kecilku karena saat kecil dia masih susah memanggilku dengan panggilan Grey" ucap Tuan Grey dengan mata memanas.


"Sebentar, tuan. Akan saya tanyakan pada rekan saya, pasalnya tadi ia hanya menanyakan tentang panggilan itu" ucap David yang langsung menghubungi Josh dengan sedikit menjauh.


Setelah melihat David pergi menjauh, Tuan Grey langsung memejamkan matanya kembali. Ia mengingat bagaimana adik kecilnya yang dulu selalu ia jaga disaat ibunya tengah pergi bekerja. Keduanya dirumah bersama dengan sang ayah yang tidur bahkan tak jarang kalau mereka dititipkan kepada tetangga.


Setiap ayahnya marah, ia akan selalu menjadi tameng untuk adiknya yang saat itu berusia 3 tahun. Ia menggunakan badan mungilnya yang saat itu dirinya masih berumur 8 tahun agar adiknya tak terkena sabetan ikat pinggang ayahnya. Walaupun sebenarnya ia juga sangat ketakutan namun demi adiknya ia rela untuk terluka.


"Pokoknya adik nggak boleh jauh-jauh dari Kak Rey kalau ayah lagi marah. Takutnya kulit adek luka" ucap Tuan Grey waktu kecil dulu.


"Api anti Kak Ley, yang teluka talena yindungi adek" ucap adiknya dengan polos.


Tuan Grey yang tengah membayangkan kisah masa kecilnya bersama sang adik itu tanpa sadar menitikkan air matanya. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana mata polos adiknya itu menatap khawatir kearahnya. Bahkan selalu menciumi setiap luka yang dihasilkan oleh ayah kandung keduanya.

__ADS_1


"Bial tepat cembuh" ucapnya waktu itu.


__ADS_2