Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Bagi-Bagi (Lagi)


__ADS_3

Grizz menunggu di mobilnya sembari Alex masih ingin bertanya pada Dokter Abina. Hal ini dimaksudkan agar Alex bisa mengatasi perubahan mood istrinya itu. Ia yang hanya seorang pebisnis dan sebelumnya belum pernah mengatasi orang hamil pun harus punya tambahan ilmu dari yang lebih tahu mengenai hal itu.


Grizz sedari tadi menyandarkan kepalanya di bahu sang ibu. Sedangkan Bibi Yun sendiri hanya bisa mengelus lembut kepala anaknya. Di luar mobil ada Nela dan Neli yang menjaga keduanya agar tak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Ibu, nanti kalau Grizz perutnya membesar dan badannya semakin gemuk kira-kira Kak Alex akan berpaling nggak ya dari aku?" tanya Grizz pada Bibi Yun.


"Jangan-jangan nanti Kak Alex cari yang cantik, langsing, dan nggak banyak ngomel seperti Grizz lagi" lanjutnya yang panik sendiri.


"Mana ada seperti itu. Suamimu itu sangat cinta sama kamu. Bahkan nggak bisa berpaling dari Grizz yang cantiknya udah paling maksimal ini" ucap Bibi Yun dengan memuji anak perempuannya itu.


Tentu saja Bibi Yun tak ingin kalau Grizz itu sampai berpikiran yang tidak-tidak tentang Alex. Apalagi kehamilan Grizz ini seharusnya membuat gadis itu tak berpikiran macam-macam. Terlebih itu bisa mempengaruhi kesehatan Grizz dan bayinya, terutama mental sang ibu yang tengah hamil.


Grizz yang tahu kalau Bibi Yun itu tak mungkin membohonginya pun tentu langsung mempercayainya. Grizz sangat bahagia karena merasa dicintai sebegitu besarnya oleh Alex. Walaupun itu hanya diucapkan oleh Bibi Yun saja bukan orangnya langsung.


Tak berapa lama, Alex datang dengan membawa satu kantong plastik berisi obat dan vitamin untuk Grizz. Alex segera memasuki mobilnya kemudian duduk di kursi balik kemudi. Alex melihat kearah belakang yang ternyata kedua wanita yang sangat ia cintai itu tengah saling berpelukan dan tersenyum kepadanya.


"Mau kemana kita, nyonya-nyonya tercinta?" tanya Alex bak sopir.


"Wah... Baiklah, bapak Alex. Tolong antarkan nyonya-nyonya ini ke warung makan tempat saya pesan nasi bungkus. Dan tolong hati-hati dalam berkendara karena nyawa kami berdua sangatlah berharga" ucap Grizz yang langsung menimpali sandiwara suaminya.


Mereka yang mendengar hal itu hanya bisa terkekeh geli. Walaupun hanya candaan ringan, namun ternyata membuat ketiganya bahagia. Alex duduk di kursi depan sendirian kemudian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dengan arahan dari Grizz, mobil yang dikendarai oleh Alex ini melaju hingga sampailah di sebuah warung sederhana.


"Ibu, itu warung makannya. Di sana makanannya enak-enak lho. Grizz aja sampai habisin semua makanan yang disediakan di meja sampai habis" ucap Grizz menceritakan tentang kejadian kemarin.

__ADS_1


"Kalau begitu, ibu juga akan mencoba untuk makan di sini" ucap Bibi Yun.


"Tidak bisa, ibu. Hari ini warung tutup karena ada pesanan banyak dari Grizz" ucap Grizz sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Tentu saja hal ini sudah diketahui oleh Bibi Yun karena melihat warung yang ada di dekatnya itu tengah tutup. Walaupun pintu warung itu terbuka dan ada orang di dalamnya, namun hanya khusus untuk karyawan saja. Ketiganya turun dari mobil kemudian memasuki warung itu.


"Selamat siang, semua... Apa pesanan Grizz sudah selesai dibungkus? Kalau belum, biar Grizz bantu" seru Grizz tiba-tiba.


Sontak saja semua orang yang ada di dalam warung itu langsung saja mengalihkan pandangannya. Mereka sedikit takut dengan Alex yang menatapnya tajam walaupun Grzz dan Bibi Yun tersenyum ramah. Bukan karena terkejut akan wajah Alex yang rusak, namun tatapannya begitu mengintimidasi.


"Tidak perlu dibantu, nona. Ini tinggal sedikit lagi kok bungkusnya" ucap Ibu Ima yang langsung tersadar dari keterkejutannya.


"Maksud Grizz, aku mau bantu habisin makanannya" ucap Grizz sambil terkekeh geli.


Bibi Yun dan Grizz langsung berbaur hingga berbincang dengan yang lainnya. Sedangkan Alex langsung fokus dengan ponselnya dan tenggelam dalam pekerjaannya. Bahkan tadi ia sempat menghubungi ketiga sahabatnya kalau Grizz dan dia akan mempunyai anak kembar.


***


Setelah beberapa menit, ternyata semua nasi bungkus yang dipesan oleh Grizz itu selesai dibungkus. Segera saja mereka memasukkan semuanya dalam beberapa kantong plastik yang besar. Anak buah Alex segera diminta bantuan untuk dibagi-bagikan kepada semua orang secara merata. Grizz juga mendapatkan bagiannya dengan Alex yang membawakan kantong plastik besar itu.


"Kita kearah situ aja yang dekat" ucap Grizz sambil menunjuk pada perkampungan yang ada di belakang warung makan.


"Baiklah. Ibu di sini saja, istirahat" ucap Alex pada Bibi Yun.

__ADS_1


Bibi Yun hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Toh memang kakinya takkan sekuat itu untuk berjalan terlalu lama. Bibi Yun tak ingin kalau sampai malah merepotkan Grizz dan Alex jika memaksa ikut untuk berkeliling. Grizz dan Alex berjalan memasuki area perkampungan itu dengan didampingi oleh anak buahnya.


"Halo adek-adek..." seru Grizz saat melihat sekumpulan anak-anak tengah bermain.


Melihat kedatangan orang asing, mereka langsung menghentikan acara mainnya. Bahkan mereka langsung berkumpul jadi satu untuk saling melindungi. Mereka takut kalau nantinya bakalan diculik oleh orang yang tak dikenal.


"Kita nggak mau culik kalian lho. Di sini kita mau bagi-bagi makanan. Tolong panggilkan semua warga di sini dong" ucap Grizz meminta tolong dengan wajah imutnya.


Tong... Tong... Tong...


Ternyata hanya dengan membunyikan kentongan di pos ronda membuat semua warga di sana langsung berkumpul. Tentunya itu ulah dari beberapa anak kecil di sana dengan menyerukan pengumuman kalau ada bagi-bagi makanan gratis. Melihat wajah Grizz yang begitu meyakinkan membuat semua anak kecil itu tak takut akan diculik.


"Mana yang bagi makanan, dek?" tanya salah satu warga pada anak-anak di sana.


"Kakak itu" seru salah satu bocah kecil sambil menunjuk kearah Grizz.


Mereka segera berkumpul di depan Grizz kemudian wanira itu membagikan semuanya dengan rata. Bahkan beberapa anak buah Alex langsung mengambil lagi makanan di warung makan karena ternyata persediaannya kurang.


"Terimakasih, nona. Semoga rejeki anda semakin mengalir deras dan bisa membantu orang-orang seperti kami" ucap salah satu warga mewakili.


"Sama-sama. Terimakasih atas do'anya" ucap Grizz dengan sedikit menundukkan kepalanya.


Alex langsung memberikan kode pada anak buahnya untuk membagikan beberapa lembar uang pada yang datang secara mereka. Tambah bersyukurlah mereka karena uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan Alex dan Grizz sudah pergi dari sana setelah selesai membagikan makanan itu. Grizz pun tak tahu dengan apa yang dilakukan oleh Alex dan anak buahnya.

__ADS_1


__ADS_2