Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Waspada


__ADS_3

Grizz sambil menggandeng Erga kemudian diikuti oleh Nenek Umi dan Dara juga anak buah Alex yang lainnya pergi dari area perkebunan teh. Wajah para anak buah Alex masih lah tampak berpeluh keringat juga ada kekhawatiran disana. Mereka hampir saja dibuat jantungan karena hilangnya Grizz, sepertinya gadis polos itu perlu diberi tali pada tangannya agar tak bisa pergi jauh-jauh.


Tak berapa lama, mereka sampai lah di depan villa kemudian mengajak keduanya masuk. Felix dan Luis yang sedang duduk didepan villa langsung berdiri menghadang Grizz juga lainnya karena melihat adanya dua sosok orang asing. Mereka berdua menatap menyelidik kearah Nenek Umi dan Erga yang lagi-lagi menundukkan kepalanya karena takut.


"Jangan tatap nenek dan adik kecil kaya gitu" ucap Grizz sambil berkacak pinggang.


Bahkan Grizz menyembunyikan kedua orang itu dibelakang tubuhnya agar tak dilihat oleh Felix dan Luis. Kedua laki-laki itu hanya bisa mendengus kesal dengan apa yang dilakukan oleh Grizz. Keduanya hanya ingin waspada dengan orang baru yang kemungkinan adalah musuh dari Alex.


Namun Grizz yang memang tak mengetahui bagaimana pekerjaan Alex yang sebenarnya tentu akan menganggap bahwa semua orang yang ingin dia bantu adalah baik. Padahal bisa saja itu adalah mata-mata yang dikirimkan musuh Alex untuk mengetahui kelemahannya.


"Ayo kita masuk, nek. Biarin aja itu kakak memang suka negatif thinking sama orang" ucap Grizz sambil menggandeng keduanya.


Felix dan Luis hanya bisa mengelus dadanya sabar melihat tingkah Grizz. Dara masih berada disana dengan beberapa anak buah yang lainnya. Setelah memastikan Grizz masuk kedalam villa, Dara menceritakan tentang kejadian yang menimpa mereka di perkebunan teh tadi.


"Lix, cari data dua orang itu. Gue mau bilang sama si bos dulu" ucap Luis.


Felix menganggukkan kepalanya kemudian duduk kembali di tempatnya tadi. Ia segera meraih ponselnya untuk mencari data-data mengenai kedua orang yang dibawa oleh Grizz. Walaupun lumayan susah karena ia juga tak mempunyai identitas keduanya, namun ia bisa menggunakan scan wajah mereka demi mencari data yang akurat tentang dua orang itu.


***


"Bos, nona Grizz membawa masuk dua orang asing ke dalam villa ini" lapor Luis pada Alex yang tengah fokus pada laptopnya.

__ADS_1


Alex yang tadinya fokus pada pekerjaannya langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Luis. Alex bahkan langsung mengetikkan sesuatu di laptopnya tanpa harus memandang kearahnya.


"Saya sudah minta Felix untuk mencari tahu identitas dua orang itu dan dari mana mereka berasal" lanjutnya.


"Mereka orang biasa yang dibuang oleh keluarganya di bawah bukit dekat perkebunan teh. Biarkan Grizz melakukan apapun yang ia mau" ucap Alex setelah melihat sesuatu di layar laptopnya.


Luis menganggukkan kepalanya mengerti. Ternyata tangan tuannya itu lebih cepat dari kemampuan otaknya dalam berpikir. Tinggal ketik beberapa huruf langsung muncul semua informasi yang didapat. Ia dari dulu juga bingung darimana kemampuan bosnya itu hingga bisa secerdas ini.


Luis segera pergi dari ruangan Alex kemudian melaksanakan perintah dari tuannya itu. Sedangkan Alex yang melihat kepergian Luis hanya bisa menghela nafasnya sabar. Ia jadi teringat Grizz yang terlalu baik ini nanti di kemudian hari juga akan menjadi boomerang bagi dirinya jika salah membantu orang.


"Semoga tak ada orang yang ingin memanfaatkanmu. Orang baik harusnya dikelilingi orang baik" gumam Alex sambil tersenyum tipis mengingat apa yang dilakukan oleh istrinya itu.


***


Grizz membawa keduanya untuk mandi di kamar mandi yang ada di dekat dapur. Grizz meletakkan satu plastik besar yang dibawa keduanya itu diatas meja besar yang ada di dapur kemudian mengajak mereka ke kamar mandinya.


"Erga masih punya baju di plastik itu kok, kak" ucap Erga sambil tersenyum.


Mata Grizz langsung berbinar cerah kemudian dengan segera mengambil plastik besar itu dan membukanya. Benar saja jika plastik itu ternyata berisi pakaian keduanya. Erga mengambil baju dan celana miliknya yang kemudian langsung masuk dalam kamar mandi.


Namun Grizz merasa kasihan pada Erga karena baju-bajunya terlihat lusuh. Walaupun tak bau namun kelihatan sekali kalau baju-bajunya banyak yang sobek dan kumal. Ia jadi teringat baju-bajunya dulu saat masih tinggal bersama dengan ayahnya. Hampir sama seperti dengan yang dipakai oleh Erga.

__ADS_1


"Kakak, ini airnya keluar darimana?" tanya Erga yang keluar lagi dari kamar mandi.


Akhirnya Grizz menampung air dalam sebuah bak kemudian digunakan oleh mandi keduanya. Grizz menunggu keduanya dengan duduk di kursi dapur. Ia ingin memasukkan mereka di kamar tamu namun belum ijin pada Alex. Tiba-tiba saja Luis datang kemudian melirik kearah plastik besar yang masih terbuka itu.


"Kak Luis, beliin baju buat Erga dan Nenek Umi dong. Kasihan ih bajunya pada sobek dan lusuh gitu" ucap Grizz dengan tatapan permohonan.


"Baik nona" ucap Luis yang kemudian keluar dari area dapur untuk melaksanakan perintah dari Grizz.


Grizz terkekeh geli melihat Luis yang patuh pada perintahnya. Ternyata menjadi orang kaya itu enak, apa-apa tinggal suruh tanpa kasih uang pula. Tak berapa lama Erga dan Nenek Umi keluar dari kamar mandi dengan sudah berganti baju.


"Ayo makan" ajak Grizz setelah melihat keduanya memasukkan baju kotornya ke dalam kantong plastik lainnya.


Keduanya mengangguk kemudian duduk di meja dapur dengan beberapa makanan yang sudah tertata rapi diatasnya. Tadi Grizz sudah meminta maid disana untuk menyiapkan makanan bagi keduanya. Erga terlihat menatap makanan yang ada diatas meja itu dengan meneguk salivanya kasar. Baru pertama kali ini mereka bisa makan dan melihat makanan sebanyak ini.


"Mari makan..." seru Grizz yang mengambilkan beberapa makanan dalam piring keduanya.


"Sudah, nak. Ini kebanyakan, nanti perut nenek nggak muat lho" ucap Nenek Umi sambil terkekeh pelan.


Grizz menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Karena terlalu bersemangat membuatnya tak melihat seberapa banyak makanan yang telah terambil. Keduanya segera makan dengan lahapnya membuat Grizz bahagia.


"Dulu Grizz sering puasa kalau nggak ada makanan dan uang. Jadi sekarang orang-orang di sekitarku harus bisa makan sampai kenyang agar tak bernasib sama dengan Grizz dulu yang tak bisa makan dengan leluasa" batin Grizz tersenyum sendu.

__ADS_1


Hanya melihat orang lain di sekitarnya makan dengan lahap saja membuat hati Grizz tersentuh. Hatinya yang lembut itu tak bisa melihat orang merasakan kesusahan seperti dirinya dulu. Karena dalam kondisi susah dalam segala hal itu adalah mimpi buruk bagi semua orang.


__ADS_2