Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Penyergapan


__ADS_3

"Jangan sampai kecolongan, tetap fokus" titah Felix pada anak buah Alex yang dibawanya.


Felix dan yang lainnya terus memantau keadaan sekitar juga beberapa bangunan yang diyakini telah dimasuki oleh Desi. Banyaknya warga yang berkumpul hingga beberapa jam setelah mereka menunggu membuatnya tak bisa gegabah untuk melakukan penyergapan.


Tak berapa lama ada seorang wanita yang keluar dari sebuah bangunan dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Ia menggunakan selendang untuk menutupi kepalanya juga mulut dan hidungnya. Sedangkan matanya ditutup oleh kacamata hitam. Memang jika dilihat sekilas itu bukan lah orang yang mereka cari karena tak menggunakan baju yang sama dengan Desi. Namun perawakan tubuhnya begitu mirip membuat semuanya langsung dengan sigap mengamatinya.


"Sepertinya itu Desi, terlihat sekali dari perawakannya. Bahkan aku pernah melihatnya memakai rok itu di mansion" ucap salah satu anak buah Alex.


Mereka pun segera bersiap bahkan Luis yang tadinya duduk juga langsung bersembunyi didekat area gang itu bersama dengan yang lainnya. Mereka akan melakukan penyergapan saat wanita yang diyakini Desi itu akan keluar dari perkampungan itu. Mereka yakin kalau wanita itu akan mencari makan di area sana.


Melihat wanita yang sedari tadi tampak gelisah bahakan melirik kearah sekitarnya membuat Felix dan anak buah Alex harus pintar-pintar menyembunyikan diri. Setidaknya sampai di area gang perkampungan ini yang disana tentunya tak terlalu ramai. Setelah dirasa wanita itu berada di jalan gang masuk perkampungan, akhirnya Felix dan Luis juga anak buah Alex yang lainnya langsung memunculkan diri di belakang dan depan gadis itu.


"Desi... Mau kemana kau?" seru Felix dari arah belakang wanita itu.


Wanita itu tak menjawab atau mengeluarkan suara apapun. Ia hanya membalikkan badan kemudian dengan secepat kilat berjalan dengan cepat menghindari Felix dan anak buahnya. Namun tak disangka jika Luis muncul dari arah depan gang membuat wanita itu terdesak karena dikepung dari segala sisi. Sebelah kan dan kiri wanita itu adalah sebuah tembok tinggi yang akan susah untuk melarikan diri.


Luis dan Felix berjalan mendekat kearah Desi yang terlihat sekali kalau dia panik dan berusaha untuk melarikan diri. Hal ini semakin meyakinkan mereka kalau yang ada dihadapannya itu memang lah Desi.


"Nggak usah nyamar-nyamar. Kamu itu tak mungkin bisa lari bahkan membodohi kami" ucap Luis sambil terkekeh pelan.


Arrrgghhhh...

__ADS_1


Dugh...


Saat wanita itu akan lari, ternyata Luis dengan sigap menjulurkan kakinya membuatnya langsung terjatuh karena tersandung kakinya. Semuanya tertawa melihat seseorang yang ingin kabur itu terjatuh dengan posisi telungkup.


"Sialan..." desisnya.


Felix dan Luia juga anak buah Alex kini semakin yakin jika itu adalah Desi. Dari suaranya saja sudah terdengar sama membuat Luis segera mendekat. Luis berjongkok didekat wanita itu kemudian mengulurkan tangannya untuk membuka penutup kepalanya.


"Tolong... Tolong... Ada yang mau jual dan culik aku" teriak wanita itu agar beberapa warga mendekat.


Bugh...


Karena kesal mendapatkan teriakan dari wanita itu, akhirnya Luis yang tak sabar langsung memukul tengkuknya. Hal ini membuat wanita itu pingsan dan tak lagi menarik perhatian dari warga sekitar.


Akhirnya beberapa anak buah Alex langsung mengangkat wanita yang tak lain adalah Desi karena saat ini selendang yang dipegangnya sudah tersingkap. Mereka segera membawa Desi ke sebuah ruang bawah tanah yang selalu digunakan Alex untuk mengurung pengkhianat.


Beruntung disana tak banyak orang lewat sehingga tak ada yang mencurigai aksi mereka. Walaupun sebenarnya kalau dicurigai juga mereka takkan bisa melakukan apa-apa. Setelah Desi dimasukkan kedalam mobil yang terparkir tak jauh dari sana, semua kendaraan mewah itu melaju dengan membelah jalanan kota.


***


Luis dan Felix kini sudah berada di rumah sakit. Setelah menyelesaikan tugasnya, keduanya segera meninggalkan mansion dengan meminta penjagaan lebih disana terutama penjara bawah tanah. Sesampainya di rumah sakit, ternyata Grizz sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.

__ADS_1


Grizz kekurangan oksigen karena sudah terjebak beberapa menit didalam ruangan kedap udara dalam kondisi panik. Kejadian ini diperkirakan oleh dokter akan menimbulkan trauma pada pasien terutama kepanikan yang berlebihan, takut akan gelap dan ruangan sempit. Namun untuk trauma itu hanya bisa dilihat bagaimana tingkatannya setelah pasien sadar.


Grizz masih ditunggu oleh Alex di ruangannya bahkan laki-laki itu sama sekali tak mau beranjak dari sana. Sedangkan Dara dan Bibi Yun ke kantin untuk sarapan terlebih dahulu. Mereka yang tadi panik akan kejadian ini tentu melupakan acara sarapannya.


"Ini udah saya belikan sandwich dan kopi untuk sarapan anda, tuan" ucap Felix sambil menyerahkan satu paperbag berisi makanan dari sebuah restorant cepat saji.


Tadi Felix dan Luis juga mampir membelikan sarapan untuk Alex, Dara, juga Bibi Yun di luar. Namun saat mereka datang ternyata Dara dan Bibi Yun sudah terlanjur ke kantin. Bahkan Felix meminta semua bodyguard untuk bergantian sarapan dan berjaga.


"Saya tidak lapar" ucap Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari Grizz.


Sedari tadi Alex duduk sambil memegang tangan Grizz dengan terus memandang wajah gadis itu. Berulangkali juga Alex menciumi punggung tangan istrinya yang tak diinfus. Sedangkan kini Grizz masih tertidur dengan bantuan selang oksigen di hidungnya dan infus di tangannya.


"Jangan gitu lah, bos. Kalau nanti si bos nggak makan terus sakit, yang menjaga nona siapa? Bos harus lah kuat demi nona, jangan sampai tumbang. Terlebih kalau nanti nona sadar melihat badan bos kurus, wah dia pasti sedih" ucap Felix menasihati dengan membawa nama Grizz.


Alex terdiam mendengar ucapan dari kepala bodyguard itu yang membuatnya menghela nafas kasar. Akhirnya Alex langsung merebut paper bag yang ada ditangan Felix kemudian makan makanannya disamping Grizz.


Felix dan Luis begitu lega saat Alex mau makan sarapannya. Ia hanya khawatir jika nanti Alex tumbang tentu akan membuat semuanya kacau terutama penjagaan Grizz dan usahanya. Felix dan Luis segera duduk di kursi sofa yang ada di ruangan itu sambil membicarakan tentang pekerjaan.


"Alex sudah sarapan ternyata. Ini ibu sudah membelikan makanan padahal" ucap Bibi Yun yang tiba-tiba masuk dan melihat Alex sedang makan.


Bahkan Bibi Yun menunjukkan sebuah kantong plastik berisi makanan ke hadapan semua orang. Akhirnya makanan itu dimakan oleh Felix dan Luis yang memang masih lapar.

__ADS_1


"Buat kami saja lah ya ini, tuan" ucap Luis meminta ijin.


Alex menganggukkan kepala mengijinkan. Lagi pula dia sedang tak berselera makan, ini pun kalau tak dipaksa Felix tadi mungkin makanan itu masih utuh.


__ADS_2