Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Kedatangan Dara 2


__ADS_3

"Ya begitu deh" ucap Grizz penuh teka-teki.


Dara yang mendengar jawaban aneh dari Grizz pun sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Pasalnya pernikahan keduanya terkesan mendadak. Grizz bahkan baru saja beberapa hari yang lalu memberitahunya kalau Alex adalah calon suaminya. Ia masih tak terima dengan keputusan Grizz yang tak bercerita terlebih dahulu kepadanya.


"Grizz serius deh. Kamu udah yakin mau menikah dengan tuan Alex?" tanya Dara memastikan.


Bahkan kini Dara mengedarkan pandangannya ke segala arah mansion ini yang siapa tahu ada orang yang sedang mengintip atau mengawasi. Ia tak ingin kalau sampai curhatan Grizz ini nantinya akan menjadi bulan-bulanan dalam mansion ini.


"Mau tidak mau harus dijalani, Dara. Apa Grizz ada kemampuan untuk menolaknya?" tanya Grizz dengan mata yang berkaca-kaca.


Dara terkejut dengan perubahan raut wajah sahabatnya. Yang tadinya terlihat lesu dan pasrah saja, kini malah kelihatan sendu dengan mata yang berkaca-kaca. Ini sih Dara sudah tahu pasti bahwa pernikahan ini dilaksanakan atas paksaan dari pihak Alex. Namun benar kata Grizz jika gadis itu tak bisa menolaknya karena kini kehidupannya berada dibawah kendali Alex.


Dara memeluk Grizz dengan eratnya yang langsung dibalas oleh gadis itu. Grizz menangis tersedu-sedu didalam pelukan Dara. Ia ingin menumpahkan segala sesak yang ada di dadanya kepada sahabat satu-satunya ini. Rasanya semua beban ada dalam pundaknya walaupun pernikahan ini bisa saja menjanjikan kebahagiaan untuk Grizz.


"Huhu katanya tuan Alex jatuh cinta sama Grizz. Cinta itu apa, Dara? Apa dengan cinta bisa membuat kehidupanku bahagia? Tapi kalau bisa membuat bahagia, kenapa dulu orangtuaku hidupnya sengsara setelah bersama?" ucap Grizz menumpahkan apa yang ada dipikirannya.


Dara tentu saja terkejut dengan pengakuan Grizz. Dara dapat menyimpulkan jika Grizz saat ini takut untuk memulai sesuatu yang baru. Terlebih kejadian masa lalu yang berkaca pada pernikahan kedua orangtuanya begitu membekas dalam ingatan gadis polos itu.


Dara hanya bisa mengelus punggung Grizz dengan lembut untuk menenangkan gadis itu. Bahkan Dara harus memelototi tajam beberapa maid yang tak sengaja menguping pembicaraan mereka. Untung saja Dara sadar hingga maid-maid itu langsung kabur karena takut dengan tatapan gadis galak itu.

__ADS_1


"Grizz yang cantiknya nggak melebihi Dara. Dengarin Dara yang paling cantik, seksi, dan bohay ini ya" ucap Dara dengan percaya dirinya.


Grizz yang masih menangis didalam pelukan Dara itu sontak saja melepaskan pelukannya. Dengan kasar Grizz menghapus air mata yang mengalir di pipinya dengan telapak tangannya. Ia menatap tajam Dara yang kini tersenyum tengil kearahnya.


"Narsis... Grizz nggak mau lah cerita sama Dara lagi. Kesel... Kesel..." gerutu Grizz yang kemudian pergi berlalu dari ruang tamu.


Dengan menghentak-hentakkan kakinya, Grizz berjalan meninggalkan Dara yang masih terbengong melihat tingkahnya. Grizz berjalan menuju dapur untuk menemui Bibi Yun yang selalu menenangkan hatinya di kala sendu. Sedangkan Dara yang ditinggalkan langsung saja berdiri kemudian berlari kecil mengejar Grizz. Ia tak mau jika sendirian di ruang tamu yang begitu luas itu.


"Dasar Grizz nggak ada akhlak. Tadi aja nangis-nangis, eh baru beberapa menit udah manyun aja tuh bibir" gumam Dara.


***


"Ibu, Dara tuh ngeselin banget. Dia narsis amat, sok cantik banget. Padahal kan masih cantikan Grizz kan, ibu?" adu Grizz kepada Bibi Yun yang sedang menyiapkan makanannya.


Bibi Yun, Grizz, dan beberapa maid yang ada disana sontak saja mengalihkan pandangannya kearah Dara yang baru saja datang. Bahkan dengan tanpa bersalahnya, Dara langsung mencomot makanan yang ada diatas meja.


Plakkkk....


"Itu bukan makanan buat Dara" kesal Grizz.

__ADS_1


Grizz memukul tangan Dara dengan kencang membuat gadis tomboy itu segera saja memasukkan gorengannya kedalam mulut. Enak saja dia yang sedang ingin makan harus terhalang oleh geplakan tangan Grizz. Lagi pula ia tahu jika makanan itu disediakan untuk para pekerja bukan tuannya.


"Ini makanan buat tamu kan ya, bi?" tanya Dara setelah berhasil menelan satu gigitan gorengannya.


"Iya, ini untuk pekerja dan kalian semua" ucap Bibi Yun antusias.


Grizz mengerucutkan bibirnya kesal karena Bibi Yun malah membela Dara. Sekarang raut wajah Dara sudah begitu songong mengejek dirinya dengan memeletkan lidahnya. Rasanya Grizz ingin sekali memotong-motong lidah Dara menjadi kecil-kecil.


Bibi Yun begitu bahagia karena dengan hadirnya Dara membuat suasana di mansion ini semakin ramai. Walaupun disini banyak maid, namun mereka terikat aturan di mansion ini untuk tak terlalu bercanda saat bekerja. Sedangkan Dara yang posisinya sebagai tamu tentu bisa sesuka hati untuk berbincang dengannya.


Mereka bertiga pun menghabiskan waktu dengan berbincang pindah tempat ke belakang mansion. Disana ada gazebo yang seringkali digunakan Grizz untuk merenung. Bahkan disana juga ia selalu teringat akan segala keluh kesahnya tentang kehidupan yang ia jalani saat ini.


"Nak, sebentar lagi kan kamu menjadi istrinya Alex. Ibu hanya berharap kalau kamu bisa mencintai dan menyayanginya dengan tulus. Ibu sudah kenal lama dia bahkan sedari kecil. Disaat keluarga ibu tak menerima kehadiranku, justru dia lah yang mau memungutku. Itu artinya dibalik wajah garangnya itu ada hati yang sangat lembut" ucap Bibi Yun menasihati.


Ini bukan perintah Alex untuk meyakinkan Grizz menerima pinangannya. Namun selama beberapa hari ini Bibi Yun melihat wajah murung dari anaknya yang membuat ia tahu kalau Grizz sedang berperang dengan hati dan pikirannya. Ia masih ragu dengan pernikahan yang akan ia jalani sebentar lagi terlebih pertemuan mereka diawali dengan hal yang buruk.


"Tahu kan pasti kalau orang yang kejam bahkan acuh dengan sekitarnya itu pasti akan bersikap lembut kepada wanita yang ia cintai. Selama ini ibu melihat pancaran cinta yang besar dari mata Alex untuk kamu. Ibu pastikan kalau Alex akan membahagiakanmu, kalau dia membuatmu menderita akan ibu botakin rambutnya" lanjutnya sambil bercanda.


Grizz dan Dara yang mendengar hal itu tentunya hanya bisa terkekeh geli. Namun sekarang Grizz mampu memahami ucapan dari Bibi Yun mengenai Alex. Setidaknya keraguan Grizz sudah mulai berkurang untuk membina pernikahan dengan laki-laki itu. Terlebih disini ada Bibi Yun dan Dara yang akan selalu mendampinginya jika memang terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

__ADS_1


"Terimakasih ibu, Grizz sudah tahu dengan apa yang harusnya aku lakukan. Setidaknya ucapan ibu bisa mengubah arah pandangku terhadap tuan Alex" ucap Grizz sambil tersenyum manis.


"Huaaaa... Jadi bestieku ini bentar lagi kawin" seru Dara dengan semangat membuat Grizz dan Bibi Yun tertawa.


__ADS_2