
Grizz begitu ketakutan saat mobil milik Alex dikepung oleh beberapa kendaraan roda empat. Bahkan Grizz kini sampai berjongkok diantara jarak kursi depan dengan belakangnya. Ia menutup kedua telinganya karena mendengar beberapa langkah kaki dan pintu mobil yang dibuka dengan kencang.
Brakk... Brakk...
Entah itu siapa yang mengepung namun Grizz benar-benar ketakutan. Dalam pikirannya, ia sangat susah untuk percaya pada seseorang. Terlebih anak buah Alex yang menjemputnya di Bandara. Semua benar-benar seperti hanya tipuan semata hingga Grizz bingung bagaimana membedakannya.
"Kak Alex, Grizz takut. Ini apa pada nggak ada yang bantuin kalian?" gumam Grizz sambil melirik kearah kursi suaminya.
Terlihat Alex dan Luis yang tengah menyiapkan pistolnya dengan raut wajah datar. Ia sebenarnya ingin ikut untuk menumpas para musuh itu namun rasa takutnya lebih mendominasi. Grizz pun memilih diam saja dan berdo'a agar Alex dan Luis diberikan keselamatan. Terlebih Grizz tahu kalau yang mengepung ini banyak sekali.
"Kamu diam saja di sini. Jangan keluar apapun yang terjadi" peringat Alex pada istrinya.
Grizz menganggukkan kepalanya mengerti. Kali ini Grizz akan menuruti ucapan Alex agar tak membahayakan dirinya. Ia juga tak ingin membuat orang terdekatnya khawatir pada kondisinya. Melihat Alex kini sudah keluar dari mobil bersama dengan Luis, membuat Grizz sedikit waspada.
Ia harus melihat kearah sekitar agar nantinya jika ada lawan yang mendekat langsung bisa menumpasnya. Grizz tak ingin kecolongan, pasalnya orang yang menjadi lawan Alex dan Luis begitu banyak. Ia juga mengirim pesan pada kakaknya yang ada di luar negeri kalau dirinya tengah dalam bahaya. Walaupun kakaknya tak dapat membantunya secara langsung, namun siapa tahu ada kenalannya yang bisa membantu Alex dan Luis.
***
"Mau apa kalian mengepung kami? Bukannya kalian sudah berjanji kalau takkan mengganggu orang biasa? Kenapa kalian melanggarnya? Memangnya kalian mau jadi orang yang ditangkap oleh Shadow Violet?" seru Alex menatap tajam kearah mereka.
Tentunya Alex dan Luis sudah menggunakan topeng wajahnya. Walaupun kemungkinan mereka sudah tahu wajah Alex yang asli dengan mencari informasi tentang Grizz dan Dara, namun laki-laki itu mencoba mengantisipasi semuanya. Lawan keduanya mulai tersentak kaget setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Alex.
Mereka sedikit lupa dengan janji yang sudah diucapkan di hadapan Shadow Violet. Ambisi yang besar untuk menghancurkan Alex sepertinya membuat mereka melupakan tentang akibat dari perbuatan yang dilakukan. Semuanya kini malah saling tatap seakan sedang berdiskusi. Terlebih mereka hanyalah orang yang diprovokasi oleh seseorang untuk mengejar ambisinya.
__ADS_1
"Kita tak peduli dengan itu. Kami harus menghancurkanmu biar kekuasaan di dunia bawah menjadi milik kami" seru salah satu dari mereka membuat semuanya terkejut.
Terlihat sekali ada raut wajah yang ragu diantara beberapa orang di sana. Walaupun pada akhirnya mereka menganggukkan kepalanya setuju walaupun dalam hatinya begitu tak yakin. Mereka dengan yakin langsung saja mengarahkan senjata yang dibawanya kearah Alex dan Luis.
Alex tersenyum miring melihat apa yang dilakukan oleh orang-orang ini. Bahkan dengan sekali sentakan mungkin saja Alex bisa mengalahkan mereka. Terlebih kalau sudah mengeluarkan auranya. Namun ia sedikit takut kalau mengeluarkan sesuatu itu malah membuat orang dunia bawah menjadi gempar.
Apalagi aura tersebut hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Pasti anggota Shadow Violet juga akan keluar bersama dengan penguasa dunia bawah sebenarnya. Jika sampai keluar kekuatan itu, sudah pasti Alex hanya akan menggemparkan semua orang dan pertanda bahaya akan tiba.
"Serang..." seru salah satu diantara mereka.
"Gimana ini, Lex?" bisik Luis yang langsung memposisikan dirinya saling membelakangi dengan Alex.
"Tenang saja. Mereka hanya mengandalkan ambisi, sedangkan kita bermain tenang" ucap Alex dengan bersikap waspada.
Beruntung anak buah Alex dan Josh langsung datang dari arah belakang mereka. Mereka segera saja membantu Alex dan Luis untuk membalikkan keadaan. Pasalnya lawan ternyata mengepung dan menyerang dengan agresif. Hal ini sedikit membuat Alex dan Luis kewalahan karena mereka lebih memilih bersikap agresif menyerang keduanya.
"Jangan biarkan mereka untuk mendesakku dan temanku" seru Alex memberi perintah.
Tentunya anak buah Alex segera saja merangsek dan menghalangi orang-orang itu agar tidak mendekat kearah Luis. Apalagi Luis yang memang jarang menghadapi orang-orang dunia bawah yang kekuatannya sangat berbeda.
Bugh... Bugh... Bugh...
Arrghhh...
__ADS_1
Krek... Krek...
Arrrghhh....
"Jangan salahkan kami kalau kalian tak bisa lagi kembali ke dunia ini. Ucapkan selamat datang pada akhirat" teriak Alex memukul beberapa orang yang menyerangnya.
Tentunya Alex takkan membiarkan sahabatnya terluka karena membela atau melindunginya. Alex yang melihat Luis sudah kelelahan pun memilih untuk melindungi sahabatnya itu. Ia berusaha menangkis semua serangan yang dilayangkan pada Luis. Apalagi mereka tahu kalau kekuatan Luis tak sebanding dengan anggota dunia bawah.
Tak berapa lama mereka saling serang dan beberapa anggota dunia bawah sudah banyak yang terbaring di aspal, tiba-tiba saja ada gerombolan orang berpakaian hitam datang. Mereka langsung membentuk tameng untuk Alex dan Luis agar tak ada yang menyerangnya lagi.
Alex bahkan sedikit bingung karena sama sekali tak mengenal orang-orang yang ada di depannya ini. Anak buahnya dan Josh memang sedikit kuwalahan menghadapi lawannya yang terus bertambah banyak.
"Kami diperintahkan Tuan Grey untuk melindungi kalian karena adiknya tadi menghubunginya" bisik salah satu diantara mereka.
Alex sedikit menghela nafasnya lega saat mendengar penuturan dari orang-orang ini. Ternyata itu adalah anak buah Tuan Grey yang dikirimkan untuk membantu mereka. Alex memang mengetahui kalau ada anak buah Tuan Grey yang dikirimkan oleh laki-laki itu untuk mengawasi Grizz. Bahkan mereka datang bersamaan dengan sampainya Grizz saat kembali ke negaranya.
Mereka pun kembali terus menyerang hingga lawan memilih mundur. Tak ada yang bisa meremehkan anak buah Tuan Grey terutama mereka juga masuk dalam anggota dunia bawah yang perlu diwaspadai. Alex dan Luis merasa sedikit lega karena Grizz aman karena mereka dibantu oleh anak buah Tuan Grey.
"Paman Gilbert..." seru Grizz yang keluar dari mobilnya setelah melihat semua lawannya pergi menggunakan mobilnya.
Bahkan mereka sampai meninggalkan rekannya yang sudah terbaring lemah di atas aspal. Grizz mengenal salah satu diantara mereka yang memang begitu akrab dengannya saat di mansion Tuan Grey. Semua yang masih ada di sana langsung mengalihkan perhatiannya kearah Grizz yang memanggil salah satu diantara mereka.
"Nona Grizz..." seru seseorang yang dipanggil oleh Grizz sebagai Paman Gilbert itu dengan sedikit menundukkan kepalanya.
__ADS_1