
"Bebaskan anak kami" seru beberapa wali siswa yang masih ingin berada disana sampai ada kepastian mengenai nasib anak-anaknya yang ada didalam penjara.
Para awak media yang tadinya ingin pergi dari sana pun seketika penasaran dengan jawaban yang diberikan pihak Alex pada wali siswa. Hal itu membuat para awak media tak jadi pergi dari sana membuat Luis mendengus kesal. Ingin rasanya ia mengusir paksa mereka dari sini namun pastinya Alex akan mengomelinya.
"Anak kalian masih akan terus ditahan sampai jangka waktu belum ditentukan. Semua kesaksian dari Nona Grizz lah yang nanti akan jadi pertimbangan pihak berwajib bisa membebaskan anak-anak kalian atau tidak" ucap Luis dengan tegas.
"Silahkan kalian pergi dari sini atau saya akan memanggil polisi agar semuanya ikut menemani yang lainnya di penjara" lanjutnya dengan mengancam.
Tentunya ucapan dari Luis itu tak membuat para wali siswa puasa dan lega. Mereka melakukan demo itu agar anaknya dibebaskan bukan malah disuruh menunggu. Bahkan kini mereka dengan brutalnya malah melempari Luis dengan botol minuman bekas. Sontak saja para bodyguard langsung melindungi Luis dengan membuat pagar pembatas dengan tubuh mereka.
Dugh... Dugh...
Rasakan ini...
Dugh... Dugh...
Bunyi lemparan botol yang mengenai badan bodyguard itu langsung mental terlebih tubuh mereka yang memang besar. Hanya sedikit ringisan keluar dari bibir mereka saat botol yang masih ada isi airnya itu mengenai kepala dan badannya. Suasana yang semakin ricuh itu tentu membuat Luis naik pitam.
"Panggil yang lainnya dan giring mereka semua ke kantor polisi" teriak Luis.
Mendengar teriakan Luis itu langsung saja membuat semua yang demo segera berlari meninggalkan halaman perusahaan Alex. Bahkan para awak media juga langsung kocar-kacir pergi dengan berlari membuat jalanan sekitarnya macet. Apalagi banyak massa yang langsung memotong jalan membuat pengendara mobil atau sepeda motor hanya bisa mengelus dadanya sabar.
__ADS_1
Padahal Luis melakukan teriakan itu hanya untuk menggertak semuanya saja agar segera pergi dari perusahaan Alex. Dia sudah malas meladeni semua orang yang bahkan tak tahu tempat saat melakukan aksi demo itu. Kini Luis melihat arah sekitar halaman perusahaan yang hampir penuh dengan sampah botol minuman.
"Panggil office boy dan office girl untuk membersihkan semua sampah ini. Bilang sama mereka juga kalau akan ada upah lebih untuk membersihkan ini" ucap Luis memberi perintah pada bodyguardnya.
Salah satu bodyguard langsung saja pergi memanggil bagian kebersihan untuk membersihkan halaman perusahaan ini. Sedangkan Luis langsung masuk kembali ke kantor dengan raut wajah datarnya. Ia sedari kemarin belum lah istirahat karena mengurus masalah di kantor polisi dan juga perusahaan Alex sehingga emosinya sedikit tak bisa dikendalikan hari ini.
"Nasib jadi bawahan, kerja nonstop 24 jam nggak berhenti" gumam Luis sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Luis sedikit lelah dengan banyaknya pekerjaan yang ada didepannya bahkan menyita waktu istirahatnya. Walaupun sebenarnya ia beruntung karena gajinya bahkan 2 kali lipat dari biasanya jika double pekerjaan seperti ini. Bahkan sampai kini dirinya belum memikirkan masalah pendamping hidup karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
***
"Aku akan ke perusahaan dulu. Kasihan Luis kalau sampai dia mengerjakan semua pekerjaan itu" ucap Alex berpamitan pada istrinya.
"Suami Grizz sudah tampan, ayo aku antar ke depan" ajak Grizz sambil tersenyum ceria setelah berhasil merapikan penampilan suaminya itu.
Alex hanya bisa terkekeh pelan melihat tingkah istriya itu. Grizz segera membawa tas kerja milik suaminya sedangkan Alex langsung saja merangkul bahu istrinya itu. Keduanya turun melewati tangga sambil berbincang santai seperti orang sedang berpacaran.
"Hati-hati di jalan. Ingat ya harus jaga hati dan mata buat istri cantiknya ini" ucap Grizz setelah mereka sampai didepan pintu.
"Iya istri cantikku" ucap Alex sambil terkekeh.
__ADS_1
Grizz langsung saja tertawa melihat kealayan dari Alex itu. Sungguh geli saat suaminya terlihat tengah menggombalinya namun wajahnya terlihat datar. Terlebih disana ada banyak bodyguard yang berjaga tentunya Alex menjaga imagenya.
Alex segera saja masuk dalam mobil kemudian melajukan kendaraannya keluar dari rumah Josh. Setelah itu segera saja Grizz masuk dalam rumah kemudian duduk di ruang keluarga bersama dengan Erga yang tengah bermain mobil-mobilan.
"Erga, kenapa main mobil-mobilan? Di garasi bahkan ada mobil beneran lho. Mending main mobil beneran saja" ucap Grizz bertanya hal random.
"Kalau main mobil beneran kan Erga masih kecil. Nanti malah tabrak tembok lho" kesal Erga mendengar pertanyaan aneh dari Grizz.
Grizz mengernyitkan dahinya heran mendengar jawaban dari Erga itu. Bahkan ia menatap Erga yang masih kesal mendengar pertanyaannya. Bahkan kini Grizz mulai mengambil sebuah truk mainan kemudian memasukkannya dalam lintasan yang ada di dekat mobil-mobilan Erga.
"Harusnya kalau mobil yang bawa Erga itu nggak bisa nabrak tembok lho. Kan tahu sendiri kalau Erga itu nggak kuat dan tidak bisa menyetir mobil, bisanya didorong" ucap Grizz sambil terkekeh.
Kekesalan Erga bertambah lah karena ternyata Grizz itu tadinya hanya ingin menguji kesabaran dan kecerdasan dalam menjawab saja. Dia malah terpancing padahal Grizz jawabannya itu sebenarnya untuk meledek dirinya saja.
"Besok kalau Erga sudah besar dan bisa beli mobil sendiri pasti aku bisa mengendarainya" ucap Erga dengan penuh percaya diri.
"Makanya besok kalau sekolah harus rajin belajar dan jangan suka bolos biar bisa sukses terus beli rumah juga mobil sendiri. Ajak-ajak kak Grizz ya besok kalau sudah bisa beli mobil sendiri" ucap Grizz dengan antusias.
Erga terdiam sambil menatap wajah Grizz yang begitu antusias dengan apa yang diucapkan oleh kakaknya itu. Pasalnya ia saja hidup disini menumpang pada Grizz dan Alex jadi tak mungkin juga bisa mendapatkan uang untuk biaya sekolahnya. Apalagi neneknya yang sudah tua bahkan kini sering sakit-sakitan sehingga lebih banyak di dalam kamarnya.
"Erga ndak punya uang buat bayar sekolah jadi nanti kalau besar aku mau langsung kerja saja. Nggak usah sekolah, kasihan nenek" ucap Erga dengan bijaknya.
__ADS_1
"Enak saja, kamu harus sekolah. Biar nanti Kak Alex yang biayai semuanya. Kamu harus punya banyak ilmu pengetahuan dan pekerjaan saat nanti sudah dewasa" ucap Grizz memberi pesan.
Tentunya Erga langsung menganggukkan kepalanya mengerti dan menyetujui apa yang diucapkan oleh Grizz itu. Lagi pula kalau Grizz sudah berbicara dan memutuskan pasti harus dilakukannya.