Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Latihan


__ADS_3

Hampir dua jam perjalanan mereka tempuh untuk sampai di sebuah tempat latihan khusus anggota dunia bawah dari semua organisasi. Keempatnya segera saja menggunakan topeng wajah yang menyatu dengan kulit agar bisa mengubah bentuk rupa asli mereka. Hampir semua pemimpin organisasi bawah di berbagai negara memilih untuk menutupi semua identitas dan wajah aslinya. Hal ini dimaksudkan agar semua musuh yang ada di dunia bawah tak akan menyerang dia dan keluarganya di kehidupan sehari-harinya.


Bahkan seluruh pemimpin dunia bawah sudah melakukan sumpah janji untuk tak pernah mengikutcampurkan masalah disini dengan kehidupan sehari-hari. Apalagi sampai mengincar salah satu anggota keluarganya. Jika sampai itu terjadi, sudah dipastikan orang itu sudah mengingkari janji dan siap berperang dengan pemimpin lainnya.


Mereka segera turun dari mobil kemudian kemudian berjalan ke sebuah gedung yang begitu luas. Gedung yang berada di pinggiran kota dan jauh dari pemukiman warga itu lah yang dijadikan tempat latihan dari berbagai organisasi. Gedung tua bahkan dari luarnya saja membuat semua orang bergidik ngeri namun didalamnya banyak sekali fasilitas yang mewah.


"Siang tuan, silahkan tempatnya sudah kami kosongkan" ucap salah satu penjaga gedung itu.


Mereka berempat hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Setelahnya mereka segera memasuki ruangan yang memang sudah dibooking oleh Josh sebelumnya agar tidak digunakan yang lainnya. Mereka segera menggunakan beberapa perlengkapan untuk keamanan tubuh demi melindungi dari segala kejadian yang tak terduga.


"Kita adu kekuatan di ring" ucap Alex menantang.


"Oke, lawan gue. Gue penasaran sama kekuatan lho saat ini" ucap Nando.


Mereka memang sering berduel diatas ring. Kali ini mereka memilih untuk latihan tinju kemudian Josh memanggil salah satu penjaga untuk menjadi wasitnya. Nicho dan Josh begitu penasaran melihat pertandingan keduanya yang memang selalu sengit jika berduel.


Pritttt....


Benar saja, baru juga wasit meniupkan peluitnya namun keduanya sudah saling menyerang. Bahkan tak ada yang mau mengalah walaupun sudah kena tendangan bagian perutnya.


"Buruan hajar..." seru Josh menyemangati entah siapa.


"Bos gue tuh" seru Nicho saat Nando berhasil memukul perut Alex.


Keduanya benar-benar heboh sendiri seperti sedang melakukan pertandingan asli. Padahal jelas kalau mereka hanya lah latihan jadi tak mungkin sampai harus membuat lawannya sampai jatuh tersungkur.

__ADS_1


Prittttt...


Bunyi peluit panjang telah dibunyikan pertanda kali ini waktu pertandingan telah usai. Pertandingan kali ini dimenangkan oleh Alex membuat Josh benar-benar bersorak kegirangan. Beruntung disana hanya tinggal berempat saja sedangkan penjaga yang menjadi wasit tadi sudah pergi.


"Skill loe makin gokil" ucap Nando mengakui keunggulan Alex.


Nando bahkan kini nafasnya masih lah ngos-ngosan karena bertanding melawan Alex. Alex juga bernasib sama bahkan wajah keduanya kemudian nanti akan ada merah-merah bahkan lebam jika dibuka topengnya.


"Loe juga. Lagi pula ini dulu kan loe yang ajarin gue, thanks udah buat gue jadi sebesar ini" ucap Alex dengan tulus.


Nando hanya menganggukkan kepalanya mengerti kemudian mereka meminum air mineral yang disodorkan oleh Nicho. Tak ada dendam diantara mereka walaupun mungkin badan atau wajah terluka karena itu sudah resikonya.


"Kalian nggak mau tanding?" tanya Nando pada kedua sahabatnya yang kini malah ikut-ikutan duduk di lantai.


"Malas" jawab Josh cuek.


Josh mengedikkan bahunya acuh menanggapi ucapan dari Nando. Lagi pula dia kesini hanya untuk mengisi waktu luang saja karena tak mungkin mereka seharian berada di villa. Disana tak bisa leluasa berbicara mengenai dunia bawah karena bisa saja ada yang menguping.


Tring... Tring... Tring...


"Ponsel siapa tuh?" tanya Josh.


Mereka seketika saling pandang setelah mendengar suara deringan ponsel. Biasanya diantara mereka memang tak ada yang mengaktifkan nada dering ketika sedang berkumpul jadi merasa sedikit aneh. Ternyata ponsel itu milik Alex karena laki-laki itu langsung saja bangkit dari posisi duduknya.


"Ponsel gue" jawab Alex setelah mengambil ponselnya.

__ADS_1


Alex segera mengangkat panggilan yang ada di ponselnya. Itu adalah nada dering khusus untuk Luis, Felix, dan Grizz karena mereka bertiga lah yang pasti akan memberikan informasi penting atau darurat.


"Halo..." jawab Alex dengan nada datarnya.


"...".


Setelah mematikan panggilan yang masuk, tiba-tiba saja jawaban orang diseberang sana membuat tubuh Alex menegang. Bahkan kini raut wajahnya terlihat pias kemudian mematikan ponselnya segera. Alex langsung saja melepaskan perlengkapan latihan yang ada ditubuhnya dengan segera membuat semua temannya langsung saja mengikutinya.


"Ada apa, Lex?" tanya Josh penasaran.


"Teror di villa. Baru saja Grizz menghubungiku kalau ada orang yang melempar bangkai tikus saat dia sedang berada di dapur" ucap Alex dengan tergesa-gesa.


Yang baru saja menghubungi Alex adalah Grizz sendiri karena beberapa bodyguard langsung sibuk membersihkan dan menyisiri lokasi villa. Felix dan Luis memang sedang tak ada di villa karena pekerjaan di perusahaan. Grizz terlihat panik dan takut karena tadi hanya ada dirinya sendiri di dapur itu. Raut wajah Alex terlihat khawatir walaupun ia berusaha menyembunyikannya.


"Wah... Berarti tuh orang yang neror sengaja kasih teror kalau nggak ada kita. Buktinya saat kita pergi malah kasih teror padahal semalam kita jagain 24 jam tak ada yang mencurigakan" ucap Nando memberikan beberapa kemungkinannya.


Mereka berempat segera saja berlari keluar ruangan setelah selesai dengan persiapannya. Tanpa pamit, keempatnya langsung masuk dalam mobil. Bahkan kini Nando sendiri yang mengemudikannya karena ia yang paling jago dalam hal balap membalap.


"Lex, apa perlu kita pakai anggota kita untuk mengawasi villa milik loe? Faktanya bodyguard loe aja masih kecolongan walaupun ada disana" ucap Josh memberi ide.


Alex panik hingga pikirannya kemana-mana. Bahkan kini dirinya masih mengingat bagaimana suara bergetar dari istrinya yang begitu ketakutan dibalik panggilan itu. Ide yang dicetuskan oleh Josh dalam keadaan seperti ini tak terlalu digubris oleh Alex karena pikirannya berada pada kondisi mental Grizz.


"Nanti saja kita pikirkan jalan keluarnya, Josh. Yang kita lakukan pastikan keselamatan semua penghuni villa dulu" ucap Nicho memberi kode pada sahabatnya.


Josh menganggukkan kepalanya mengerti. Ada rasa sedikit khawatir yang terselip di lubuk hati ketiganya saat mendengar Grizz yang menghubungi Alex secara langsung. Mereka hanya bisa berharap kalau Grizz dan yang lainnya baik-baik saja.

__ADS_1


Nando mengemudikan mobil itu dengan kecepatan tinggi bahkan sudah seperti berkendara di sirkuit. Yang lainnya hanya memegang pegangannya masing-masing karena bisa saja Nando itu menghentikan mobilnya secara mendadak. Bahkan hanya Nando disini yang bisa mengendarai mobilnya dengan stabil walaupun kondisinya sedang kacau.


__ADS_2