
"Bos, sepertinya kita dibodohi deh ini" ucap Luis tiba-tiba.
Luis segera saja mendekatkan dirinya pada Alex yang ada disampingnya itu. Ia menunjukkan sesuatu di layar ponselnya kepada Alex agar laki-laki itu bisa memberikan pandangannya. Ia tentu harus meminta pendapat dari Alex apakah yang dilihatnya ini benar adanya atau tidak.
"Sialan..." umpat Alex tiba-tiba.
Ternyata gambar yang dikirim oleh pihak kontraktornya ini merupakan foto pada lahan sebelum sampai pada tempat proyek mereka. Padahal jelas-jelas proyek mereka berada disini yang bangunannya bahkan belum terlihat sama sekali. Bahkan disini juga sudah ada papan mengenai siapa pemilik lahan dan kerjasama dengan perusahaan mana. Tentunya tak mungkin jika pihak kontraktor sampai salah membangun.
"Kita pura-pura tidak tahu saja mengenai ini. Kita akan lihat siapa yang melakukan kecurangan disini. Apakah pihak kontraktornya atau rekan kerja sama kita?" ucap Alex memberikan ide.
"Setuju, bos" ucap Luis dengan mantap.
Akhirnya mereka memilih untuk singgah disebuah rumah warga agar bisa sekedar beristirahat. Beruntung disana ada salah satu rumah warga yang dikontrakkan sehingga Alex dan Luis tak perlu yang namanya harus bolak-balik pulang ke kota. Lagi pula mereka akan pulang ke rumah saat nanti semua urusan disini selesai.
***
"Ini kak Alex kemana sih? Kenapa dihubungi nggak bisa-bisa, nomornya nggak aktif lagi. Awas aja kalau lirik-lirik cewek lain saat nggak ada Grizz ya" gerutu Grizz mendumel sambil menatap ponselnya.
Sedari setelah makan siang tadi, Grizz mencoba terus menghubungi Alex dan Luis. Namun keduanya sama sekali tak bisa dihubungi membuatnya khawatir dan uring-uringan. Terlebih memang di desa itu jaringan sinyal operator atau internet masih sangat susah sehingga harus ada pembangunan tower. Itu masih dicanangkan oleh pemerintah setempat sehingga Alex memilih untuk tak ikut campur.
"Cieee... Bucinnya, sampai-sampai baru ditinggal Alex beberapa jam aja udah kaya cacing kepanasan" ledek Nicho yang baru saja datang.
__ADS_1
Sedari tadi memang Grizz berada di ruang keluarga sendirian karena yang lainnya memilih tidur siang. Namun ternyata ada ketiga sahabat Alex yang hanya membersihkan diri di kamar kemudian kembali lagi ke ruang keluarga. Seperti yang sudah Alex pesan pada mereka bahwa jangan meninggalkan Grizz sendirian karena nanti gadis itu bisa ingat dengan masa lalunya kembali.
Lagi pula ketiga sahabat Alex itu juga tak keberatan kalau harus menemani Grizz. Terlebih ketiganya memang sedang tidak bekerja untuk selama beberapa hari ke depan. Nicho diikuti oleh kedua sahabatnya langsung saja duduk di sana sambil menonton acara TV kartun yang sedari tadi tak ditonton oleh gadis itu.
"Biarin, kan Nicho jangan syirik deh sama Grizz. Sana pada tidur siang, Grizz lagi galau ini. Pengen sendiri" ucap Grizz yang kemudian menenggelamkan wajahnya pada bantal sofa.
"Ah... Masa anak laki macho gini tidur siang sih. Lebih baik nonton TV daripada ini tontonan cuma dianggurin sedari tadi" sindir Nicho.
Grizz sontak saja menegakkan tubuhnya kemudian menatap Nicho dengan kesal. Sedari tadi menurutnya itu Nicho terlalu berisik. Apapun yang ia kerjakan, selalu dikomentari olehnya. Padahal ia sedari tadi diam bahkan hanya menggerutu pelan menatap ponselnya.
"Situ kok sewot. Kan yang bayar listrik juga bukan situ. Iya kan kak Josh?" tanya Grizz dengan tatapan polosnya.
Tatapan polos dari gadis itu selalu membuat ketiganya tak berkutik. Bota mata hitam legam dan bersinar dengan bulatnya penglihatan itu membuat Grizz punya daya tarik sendiri. Terlebih jika kita menyelami matanya itu, ada sesuatu yang membuat mereka tertarik untuk melindungi gadis itu.
"Enggak" seru Nicho dan Grizz secara bersamaan.
Hahahaha...
Nicho dan Grizz tertawa terbahak-bahak setelah merasa bahwa keduanya begitu kompak. Sedangkan Nando hanya bisa cemberut karena merasa dinistakan oleh dua orang yang kini bahkan belum berhenti tertawa. Sedangkan Josh hanya bisa tersenyum tipis karena melihat keseruan ketiganya. Suasana di ruang keluarga yang biasanya sepi kini ramai karena seorang gadis yang ada di tengah-tengah mereka.
***
__ADS_1
"Neo, lebih baik kamu itu cari kerja. Jangan cuma main game online terus. Ibu itu butuh duit buat makan" seru seorang wanita yang kesal, dia adalah Niken sang ibu tiri Grizz.
Niken begitu muak melihat anaknya itu pada jam-jam segini masih rebahan di kasurnya dengan fokus pada game online nya itu. Padahal jam 9 begini kebanyakan juga anak muda akan bekerja terlebih Neo itu merupakan lulusan SMA tapi berasa seperti tidak sekolah. Uang yang ia terima dari suaminya hanya cukup untuk makan, sedangkan kebutuhan lainnya mereka harus putar otak.
"Apa sih, bu? Dulu aja waktu Neo kaya gini juga ibu diam saja. Kok sekarang jadi ribut gini" kesal Neo tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Dulu ada Grizz yang sudah bekerja. Walaupun hanya kerja di cafe, setidaknya dia punya penghasilan tetap bahkan ibu bisa ikut arisan dengan itu. Tapi saat ini? Bahkan untuk arisan saja ibu nggak punya" sentak Niken dengan amarah yang meluap-luap.
Neo yang mendengar ocehan ibunya itu pun langsung saja menutup telinganya dengan bantal. Hal itu membuat Niken kesal bukan main kemudian langsung saja pergi keluar dari kamar anaknya dengan membanting pintu dengan keras.
Brakkk....
"Kalau saja waktu itu aku berhasil menemui Grizz dan meminta uang kepadanya pasti aku takkan sesusah ini sekarang" kesal Niken menggerutu.
Ia juga masih bekerja namun karena video rekaman dan CCTV yang disebar oleh Alex waktu itu membuatnya tak bisa keluar bebas dari rumah. Ia sungguh kesal karena semuanya jadi terbatasi terlebih banyak tetangga dan orang tak dikenal menghujatnya jika melihat dirinya. Ia harus keluar dengan sembunyi-sembunyi dan menutupi wajahnya dengan selendang atau masker.
Ia menyesali kejadian waktu di mansion Alex yang tak mendapatkan apa-apa itu. Bahkan hanya mendapat usiran dari bodyguard Alex karena melempari pagar dengan batu. Bahkan ia juga diomeli oleh tukang ojek yang mengantarnya karena tak bisa membayar full.
"Tadi katanya mau dikasih uang banyak dan bonus karena mengantar. Ini saja bayar masih kurang" omel tukang ojek itu.
Akhirnya tukang ojek itu hanya pasrah saja karena rugi mendapatkan pesanan dari Niken. Niken yang memang bebal pun tak peduli jika diomeli karena yang penting adalah ia bisa sampai rumah dengan selamat.
__ADS_1
"Awas aja tuh bodyguard. Kalau gue udah jadi majikannya, bakalan gue pecatin semuanya satu-satu" gerutunya sambil membayangkan jika ia tinggal di mansion itu.