Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Penyisiran


__ADS_3

Bugh...


Suara sesuatu yang jatuh seperti dilempar kearah ruangan dapur langsung saja mengalihkan perhatian dari Grizz yang memang sedang membuka kulkas. Ia segera saja mencari arah suara karena memang pintu belakang dapur juga sudah terbuka. Ia melihat area sekeliling dapur yang tak ada orang sama sekali membuat nyalinya sedikit menciut. Tak berapa lama ia mendekat kearah dekat pintu belakang dapur kemudian melihat ada sebuah box berukuran cukup besar.


Ia yang penasaran langsung saja mengeluarkan kepalanya kearah pintu belakang dapur untuk melihat area sekitar hutan. Namun tak ada seorang pun disana bahkan paket yang ada disana seperti sebuah hadiah misterius. Karena merasa tak ada seseorang yang ia bisa tanyai mengenai paket siapa yang ada disini, akhirnya Grizz mengambilnya.


"Untuk Grizz" gumam Grizz membaca tulisan yang ada di kotak paket itu.


Grizz heran karena paket ini ditujukan kepada dirinya namun tak diberikan secara langsung. Namun ia malah mendapati kotak ini di dapur mana ditaruh di dekat pintu lagi jika memang untuknya. Grizz yang penasaran langsung saja membuka kotak paket misterius itu dengan semangat.


Aaaaaa....


Grizz berteriak saat sudah berhasil membuka kotak itu. Teriakan dari Grizz itu membuat beberapa bodyguard yang memang tengah menyisiri villa langsung masuk kearah sumber suara. Bahkan Bibi Yun dan Dara yang ada di kamarnya langsung berlari kearah dapur begitu pula dengan Nenek Umi dan Erga. Sesampainya di dapur mereka terkejut melihat Grizz sudah meringkuk didekat meja makan.


"Ada apa Grizz?" tanya Dara tak kalah paniknya.


"Itu ada bangkai tikus..." jawab Grizz sambil menunjuk kearah meja makan.


Semua yang ada disana sontak saja mengalihkan pandangannya kearah meja makan. Mereka terkejut melihat adanya kotak berisi bangkai tikus yang sepertinya baru saja mati itu. Para bodyguard langsung saja membuang kotak beserta isinya itu kemudian meminta Grizz menghubungi Alex.

__ADS_1


Para bodyguard juga langsung pergi menyisiri seluruh area villa dan melakukan penjagaan lebih ketat lagi. Sedangkan yang lainnya memilih untuk menenangkan Grizz sambil memapah dia untuk duduk di ruang keluarga saja. Setelah sedikit tenang, ia langsung menghubungi suaminya agar bisa segera kembali pulang.


"Lebih baik kita duduk dihalaman depan saja. Lagi pula sedari kemarin kayanya teror itu pasti dari arah dapur terus" ucap Bibi Yun memberikan ide.


"Mungkin yang teror mau masak jadi selalu dari arah dapur" ucap Dara asal agar ketegangan diantara mereka segera mencair.


Mereka pun akhirnya menyetujui apa yang diucapkan oleh Bibi Yun untuk duduk di halaman villa saja. Lagi pula didepan lebih banyak bodyguard yang wira-wiri sehingga keamanan akan lebih terjaga. Mereka akhirnya duduk disana sambil melihat para bodyguard yang sibuk menelusuri asal dari teror kedua ini.


***


Tak berapa lama mobil yang dikendarai oleh Nando itu memasuki halaman villa. Hanya butuh waktu satu jam untuk Nando sampai di villa milik Alex padahal jika berjalan normal bisa sampai dua jam-an. Semua bodyguard segera saja berkumpul di halaman villa melihat mobil milik Alex sudah terparkir apik disana. Sedangkan Grizz yang juga ada disana bersama dengan yang lainnya juga ikut mendekat.


"Mana Grizz?" tanya Alex dengan wajah datarnya.


"Puji Tuhan..." ucap Alex mensyukuri karena Grizz baik-baik saja.


Sebenarnya Alex takut jika nanti Grizz ketakutan dan histeris seperti kemarin lagi karena teror ini. Namun saat ia memeriksa seluruh badannya hingga membolak-balikkan tubuh istrinya itu sama sekali tak ada yang lecet maupun tatapan kosong seperti waktu itu. Diam-diam Alex menghela nafasnya lega karena ketakutannya tak terjadi.


"Kak Alex, Grizz pusing lho ini diputar-putar kaya bola" keluh Grizz sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

__ADS_1


Semua yang melihat tingkah Grizz itu hanya bisa menahan tawanya. Tak mungkin mereka semua tertawa di saat situasi yang masih genting dan darurat seperti ini. Alex tak menggubris ucapan dari Grizz namun ia segera menarik tangan istrinya itu agar ikut masuk ke dalam villa.


"Jangan masuk ke villa, nanti ada teror bangkai tikus lagi. Mending kita di luar sini aja bareng-bareng, pasti peneror itu akan takut kalau kita lagi bersama" ucap Grizz menolak tangan suaminya yang ingin menariknya kedalam.


"Tak perlu takut, kalian di dalam villa saja. Biar aku dan yang lainnya berjaga di luar" ucap Alex kekeh dengan keputusannya.


Akhirnya yang perempuan dan maid diminta untuk masuk villa sedangkan bodyguard dan ketiga sahabat Alex untuk menunggu di luar sebentar. Alex tak mau jika istrinya yang polos itu mendengar pembicaraan yang mungkin akan mengandung kekejaman hingga otak polosnya tercemar.


***


"Kalian sudah cek CCTV villa?" tanya Alex menatap semua bodyguardnya yang kini berdiri dihadapannya.


"Sudah, bos. Tetapi wajah pelaku tak kelihatan karena ia memakai kupluk. Bahkan ia hanya melemparkan paket itu langsung ke pintu dapur dengan jarak yang lumayan jauh" jawab salah satu bodyguard sambil memberikan sebuah rekaman CCTV mengenai kejadian hari ini.


Terlihat jelas jika pelaku memang sudah mengawasi keadaan sekitar bahkan semenjak Alex dan ketiga sahabatnya masih ada di villa. Hanya saja sepertinya ia menunggu waktu yang tepat saat para bodyguard dan yang lainnya bergantian menyisiri area villa. Saat waktunya sudah tepat, langsung saja ia melempar box itu hingga pada video CCTV terlihat Grizz yang mengambilnya.


Salah satu bodyguard juga langsung menunjukkan box berisi bangkai tikus yang tadi sempat disingkirkan mereka. Paketan yang memang sengaja diperuntukkan untuk Grizz terlihat sekali pada tulisan disana. Alex mengepalkan kedua tangannya karena saat ini pelaku itu tengah mengancam Grizz.


"Lebih baik bawa Grizz pergi dari sini. Sepertinya villa ini sudah tak aman bagi dia. Apa perlu ia tinggal di rumahku?" tanya Josh memberi ide.

__ADS_1


Area lingkungan rumah Josh begitu mengerikan jika ditinggali oleh gadis sepolos Grizz walaupun keamanannya sudah bisa dipastikan 100% aman. Namun area lingkungan yang begitu sepi bahkan ditumbuhi banyak ilalang liar membuat rumah Josh seperti angker dan tak berpenghuni. Didalamnya sangat berbeda dengan keadaan di luar karena semua fasilitas mewah ada disana.


Alex menatap Josh yang juga melihatnya begitu serius. Ia takut nanti Grizz tak betah dan malah ketakutan di rumah yang begitu sepi bahkan tak ada tetangga sama sekali walaupun fasilitasnya lengkap. Namun saat ini yang harus ia pikirkan adalah keamanan Grizz sampai pelaku itu ditemukan.


__ADS_2