Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Kebersamaan


__ADS_3

Setelah mendiskusikan mengenai semua tentang permasalahan rumah lama, Grizz dan Tuan Grey segera pergi dari sana. Hari ini, Tuan Grey ingin mengajak adiknya ini pergi jalan-jalan ke mall. Ia ingin sekali menyenangkan adiknya itu dengan berbagai kebutuhannya yang terpenuhi.


Walaupun Alex sudah memenuhi keinginan Grizz, namun sebagai seorang kakak yang sudah lama tak bertemu tentu juga mempunyai rasa ingin membelkkan sesuatu untuknya. Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh Tuan Grey sampai di sebuah mall yang ada di pusat kota.


"Hore... Jalan-jalan. Nanti Grizz mau pamer sama Dara kalau bisa jalan-jalan gini" seru Grizz dengan antusiasnya.


"Ayo turun" ajak Tuan Grey yang telah selesai memarkirkan mobilnya.


Grizz menganggukkan kepalanya kemudian mereka segera saja turun dari mobil. Grizz menggandeng tangan Tuan Grey kemudian berjalan memasuki area mall. Senyum Grizz terus terukir pada bibir mungilnya membuat Tuan Grey bahagia. Setidaknya, sekarang ia bisa melihat senyum adiknya. Tidak seperti tadi yang murung dan menangis saat menceritakan semua kejadian yang menimpanya.


"Grizz mau beli apa?" tanya Tuan Grey.


Grizz mengetukkan jari telunjuknya berulangkali sambil melihat kearah sekelilingnya. Banyak sekali toko berjajaran membuatnya bingung ingin membeli apa. Grizz yang kebingungan ini malah membuat Tuan Grey begitu gemas. Sungguh adiknya ini sangat menggemaskan.


"Oh iya... Grizz mau beliin Erga perlengkapan sekolah. Ayo kesana" ajak Grizz sambil menarik tangan Tuan Grey.


Tuan Grey hanya bisa geleng-geleng kepala dengan adiknya yang malah memikirkan oranglain. Ia pikir adiknya itu akan memikirkan tentang barang yang diinginkannya, namun ternyata salah. Namun ia tak marah padanya, ia justru bangga karena adiknya itu lebih memilih memikirkan oranglain dulu daripada dirinya sendiri.


Grizz langsung masuk ke toko alat tulis. Mengambil sebuah keranjang kemudian mencari beberapa buku, tas, dan alat tulis lainnya. Bahkan Grizz tidak tanggung-tanggung untuk membelinya tak hanya satu biji saja.


"Beli perlengkapan kamu kuliah juga, dek" titah Tuan Grey.

__ADS_1


Grizz menganggukkan kepalanya kemudian mencari beberapa perlengkapan kuliah yang ia inginkan. Padahal Alex sudah membelikannya waktu itu, tapi ternyata saat Tuan Grey menawarkan langsung saja membuat gadis itu kalap. Saat ini mata Tuan Grey membulat saat melihat Grizz memasukkan buku-buku dengan cover princess salah satu animasi disney itu.


"Dek, kok buku-bukunya kaya buat anak TK sih?" tanyanya dengan penasaran.


"Suka-suka Grizz dong. Yang penting gambarnya kucu" ucap Grizz dengan acuh.


Tuan Grey hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah dan mendengar ucapan Grizz itu. Bisa-bisa adiknya itu akan ditertawakan oleh teman sekelasnya kalau menggunakan buku tulis seperti itu. Namun jika dilarang, pasti gadis itu akan mengomelinya. Setelah lumayan lama berkeliling, akhirnya Grizz menyelesaikan kegiatan berbelanjanya.


"Sudah" ucap Grizz yang membuat Tuan Grey segera membawa adiknya ke kasir beserta barang-barangnya.


Kasir yang melihat kedatangan salah satu pembeli pun langsung menyambutnya dengan senyum ramahnya. Dua orang penjaga kasir itu langsung saja menghitung semua total belanjaan Grizz kemudian menyebutkan nominalnya. Tuan Grey segera membayarnya dengan kartu yang ada didalam dompetnya.


Tuan Grey hanya menganggukkan kepalanya dengan Grizz yang tersenyum. Semua barang telah dibawa oleh salah satu anak buah Alex untuk diletakkan didalam mobil. Tuan Grey mengajak adiknya menuju sebuah toko perhiasan karena sedari dulu, ia ingin sekali membelikan Grizz kalung jika sudah sukses.


"Sekarang Grizz pilih. Suka yang mana" ucap Tuan Grey sambil melihat semua yang ada disana.


Grizz yang ditawari seperti itu tentu kebingungan karena selama ini tidak pernah membeli perhiasan. Perhiasan yang diberikan oleh Alex saja hanya ia letakkan didalam sebuah laci. Ia jarang sekali mau memakai barang-barang seperti itu karena takut hilang.


"Tapi Grizz takut hilang lho, Kak Rey. Grizz ini nggak pernah pakai barang mahal soalnya takut kalau dicuri" bisik Grizz pada kakaknya itu.


Tuan Grey hanya terkekeh pelan mendengar ucapan dari Grizz itu. Padahal mempunyai suami yang kaya namun takut memakai barang mahal. Bahkan kini pakaian yang dikenakan oleh Grizz ini saja sudah terhitung mahal walaupun sederhana. Mungkin Grizz tak menduga kalau yang dikenakannya itu mahal karena modelnya yang sederhana.

__ADS_1


"Tak apa. Kalau hilang, beli lagi" ucap Tuan Grey sambil tersenyum.


Akhirnya dengan pasrah, Grizz menganggukkan kepalanya disaat melihat kakaknya begitu menginginkan ia membeli sesuatu menggunakan uang hasil kerja kerasnya. Akhirnya Grizz memilih sebuah kalung sederhana dengan ada bandul berhuruf G. Tak hanya satu, Grizz juga membelikannya untuk Dara, Nenek Umi, dan Bibi Yun. Tuan Grey pun tak mempermasalahkannya karena adiknya melakukan ini untuk kebahagiaan orang terdekatnya.


Setelah membayar semua perhiasan yang diinginkan adiknya, mereka pun segera pergi dari toko itu. Beberapa pembeli dan customer service yang tadi melihat banyaknya perhiasan berharga fantastis yang dibeli oleh Grizz juga Tuan Grey itu hanya bisa melihatnya dengan takjub.


Mereka semua menggeleng tak percaya karena ternyata keduanya yang menggunakan pakaian sederhana itu mempunyai banyak uang. Padahal tadi customer service yang berada disana itu sudah tak ingin melayani keduanya karena terlihat pakaian keduanya yang seperti orang mau main saja.


"Kak Rey, Grizz mau es krim" ajak Grizz yang langsung menarik tangan kakaknya.


Padahal tadi Tuan Grey ingin mengajak adiknya itu ke toko tas branded. Namun malah Grizz memilih mencari es krim. Di sebuah restorant cepat saji, Grizz masuk bersama Tuan Grey kemudian laki-laki itu segera memesankan apa yang diinginkan adiknya.


"Ayam juga. Grizz lapar" ucap Grizz saat kakaknya memesankan es krim.


Beberapa makanan cepat saji kini sudah terhidang diatas meja berikut es krim yang diinginkannya. Grizz yang memang tidak pernah makan makanan seperti ini pun langsung memakannya dengan lahap. Padahal Tuan Grey tadi ingin memesankan salad atau makanan sehat namun adiknya sudah keburu ingin yang seperti ini.


"Nyam... Nyam... Nyam... Grizz baru pertama kali makan kaya gini. Di rumah, makanannya harus sehat. Kak Alex suka nyebelin" ucap Grizz sambil berceloteh.


Tuan Grey hanya bisa terkekeh geli mendengar curhatan adiknya itu. Ia pikir Grizz tidak pernah makan seperti ini karena jarang keluar rumah, namun ternyata keinginan Alex. Ia juga ingin kalau adiknya lebih makan makanan yang sehat, namun untuk kali ini biarkan saja sekali.


Setelah selesai makan, mereka segera saja pergi dari mall karena Grizz ternyata sudah kelelahan berjalan. Niat Tuan Grey ingin membelikan banyak barang namun diurungkannya. Sekarang ia tahu kalau adiknya itu kurang suka mengenai barang-barang branded.

__ADS_1


__ADS_2