Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Hari H


__ADS_3

Grizz sudah berada di sebuah kamar hotel sejak pukul 6 pagi tadi. Bahkan tadi sempat ada drama saat Bibi Yun dan Dara membangunkan gadis itu untuk segera bersiap berangkat ke hotel. Walaupun acaranya masih pukul 10 pagi, namun persiapan rias dan beberapa hal kecil tidaklah secepat itu untuk mengejar waktu jika sampai Grizz bangun kesiangan.


"Grizz, ayo bangun" teriak Dara bagaikan toa.


"Hemmm.... Grizz masih ngantuk, Dara" ucap Grizz yang kemudian menutup tubuhnya dengan selimut.


"Nak, ayo bangun. Hari ini kamu nikah lho, masa calon pengantin perempuannya telat sih" bujuk Bibi Yun.


Sontak saja Grizz terbangun dengan wajah paniknya. Ia merasa bahwa acara pernikahan yang akan dilaluinya sebentar lagi itu hanyalah bunga tidur semata. Namun apalah daya setelah mendengar ucapan dari Bibi Yun membuatnya yakin kalau peristiwa ini bukanlah sebuah mimpi.


Bibi Yun dan Dara langsung saja menarik tangan Grizz kemudian membawanya ke kamar mandi di saat gadis itu masi terbengong dengan wajah panik. Dengan kesabaran ekstra, keduanya memandikan Grizz yang sama sekali tak bergerak. Sepertinya raga gadis itu berada disana dengan pikiran yang berkelana entah dimana.


***


Kamar hotel yang dekat dengan lokasi gereja tempat diadakannya pemberkatan pernikahan itu pun sudah steril dari semua pengunjung untuk satu hari ini. Walaupun disana penjagaan tampak lengang karena memang awak media sama sekali tak ada yang bisa mengendusnya, namun keamanan dari jauh tetap disiagakan untuk mengantisipasi keamanan. Sedangkan nanti untuk hotel yang akan diadakan acara resepsi sudah penuh dengan awak media yang memang siaga disana.


Bahkan mereka berpikir jika acara pemberkatan juga akan berlangsung di hotel itu sehingga Alex dan yang lainnya bersyukur. Bersyukur karena gereja juga hotel yang digunakan sebagai acara pemberkatan tak terendus media. Bahkan Alex sedari semalam sudah tak berada di mansion membuat Grizz semakin gugup saja.


Kini keriuhan juga terjadi di rumah Harto, ayah kandung Grizz. Niken dan Neo yang memang hanya singgah di rumah saja pun sudah duduk didepan TV melihat siaran langsung pernikahan Alex. Padahal resepsi baru akan diadakan nanti malam namun media TV sudah menyiarkannya sejak pagi.

__ADS_1


"Apa yang kalian tonton? Itu acara pernikahan tuan Alex itu masih nanti malam, ngapain juga nongkrongin di depan TV dari pagi" gerutu Harto.


"Udah deh, mending mas kerja saja. Lagi pula kami menonton acara ini karena sangat penasaran dengan calon pengantin wanitanya. Pasti itu wanita hanya mengharapkan hartanya, mana mungkin ada yang mau tulus dengan laki-laki cacat seperti itu" ketus Niken.


Niken memang begitu penasaran dengan rupa pengantin wanitanya. Terlebih rumor yang berkembang di desa ini jika kemungkinan Grizz akan muncul disana sebagai pelayan. Niken sudah tak sabar melihat wajah Grizz yang melayani banyak tamu dengan membawa makanan dan minuman. Hal ini bisa dengan mudah membuat Harto depresi dengan rasa bersalahnya kepada sang anak.


Daripada berakhir ribut dengan istrinya. Harto memilih pergi untuk bekerja. Bekerja sebagai kuli bangunan yang kadang ada pekerjaan atau tidak membuat hidup Harto jauh lebih terarah. Bahkan ia sudah meninggalkan kebiasaannya bermain kartu dan minum minuman keras. Lagi pula Harto juga tak mau tahu tentang pernikahan mewah yang disiarkan di TV itu karena semakin melihat wajah Alex maka dirinya merasa bersalah karena menyerahkan Grizz padanya.


"Kalau Grizz nggak ada masuk TV, kita mau ngapain lagi bu?" tanya Neo dengan sedikit berpikir.


Harta yang dimiliki oleh Harto berupa rumah juga sebidang tanah ternyata diatasnamakan Grizz karena memang itu peninggalan ibu gadis itu. Hal ini juga yang membuat Niken muram hingga merencanakan sesuatu untuk membuat Harto depresi. Dengan depresinya Harto, tentu Niken akan dengan mudah meminta tanda tangan laki-laki paruh baya itu untuk mengalihkan kuasa harta Grizz.


"Nanti kita pikirkan lagi. Kita fokus rencana ini dulu" ucap Niken yang diangguki oleh Neo.


***


Para perias juga sudah bisa bernafas lega karena bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Hari ini mereka bekerja dengan penuh tekanan karena permintaan dari Alex yang harus sempurna dalam memoles wajah Grizz. Bahkan mereka tak diijinkan mengunggah foto apapun untuk publik sampai acara nanti malam saat resepsi selesai.


"Cantik amat..." takjub Dara memuji Grizz.

__ADS_1


"Iya dong, sedari dulu kan memang Grizz itu cantik. Nggak pakai make up aja cantik, gimana kalau pakai" ucap Grizz dengan sombongnya.


Bibi Yun terkekeh pelan mendengar Grizz yang begitu percaya dirinya memuji wajahnya sendiri, sedangkan Dara mengerucutkan bibirnya kesal. Ia jadi kesal sendiri bahkan menyesal telah memuji Grizz yang kini sudah menampakkan wajah songongnya. Padahal Grizz berucap seperti itu untuk menetralkan kegugupannya menghadapi acara ini.


Tok... Tok... Tok...


Saat mereka tengah berbincang dan bercanda ria, ternyata ada bunyi suara ketukan pintu didepan kamar hotel yang ditempati Grizz. Dara segera berjalan mendekat kearah pintu itu kemudian membukanya. Terlihatlah disana dua laki-laki dewasa dengan jas berwarna hitam yang melekat di tubuh atletis keduanya berdiri dengan gagahnya. Mereka adalah Luis dan Felix yang akan menjemput Grizz untuk diantarkan ke gereja tempat pemberkatan pernikahan.


"Nona, kami akan membawa Grizz untuk segera ke gereja" ucap Luis mengatakan tujuannya.


"Ah... Iya-iya, silahkan masuk karena Grizz sudah siap" ucap Dara dengan sedikit menyingkirkan tubuhnya dari pintu.


Luis dan Felix segera masuk kedalam kamar hotel itu membuat Dara menghela nafasnya lega. Pasalnya tadi Dara sempat gugup karena berhadapan dengan dua laki-laki tampan.


"Astaga... Mereka tampan sekali. Beruntung sekali tuh bocah bisa dekat dengan banyak cogan" gumam Dara yang memuji keberuntungan Grizz.


***


Grizz berjalan keluar dari kamar dengan dituntun oleh Felix dan Luis, sedangkan Dara juga Bibi Yun berada dibelakang ketiganya. Mereka berdua juga sudah memakai gaun yang telah disiapkan oleh Alex demi menyenangkan Grizz juga ibunya. Grizz berulang kali mengambil nafas kemudian membuangnya karena begitu gugup menghadapi acara ini.

__ADS_1


"Tenang..." bisik Felix dan diangguki oleh Grizz.


Saat sampai depan hotel, ketiganya segera masuk mobil yang sudah dihiasi dengan bunga segar. Sedangkan Dara dan Bibi Yun masuk kedalam mobil lainnya. Mobil pengantin mulai berjalan dengan diiringi oleh beberapa kendaraan lainnya yang berisi beberapa bodyguard menuju ke gereja.


__ADS_2