
Grizz pulang ke rumah Josh dengan suasana hati yang begitu bahagia. Ia bahagia karena bisa berbagi kebahagiaan dengan orang yang ada di sekitarnya. Kehadiran Evan dan Evi ini ternyata membuat hari Grizz hari ini jauh lebih berwarna. Grizz melangkahkan kakinya dengan ceria sambil sesekali menyapa maid yang berpapasan dengannya.
Grizz segera masuk dalam kamarnya kemudian membersihkan dirinya. Ia juga menyiapkan beberapa pakaian untuk suaminya. Tadi Alex menghubungi dia kalau sudah berada dalam perjalananan. Tentu saja Grizz yang merupakan istri yang baik itu harus menyiapkan segala sesuatunya untuk Alex.
"Sudah beres. Saatnya Grizz memasak untuk makan malam" serunya yang langsung keluar dari kamarnya.
Hari memang sudah sore saat Grizz sampai di rumah. Ia harus ikut membantu maid memasak makanan yang lumayan banyak untuk makan malam. Grizz masuk dalam dapur yang sudah ada banyak maid di sana. Grizz langsung saja bergabung untuk mencuci semua sayuran yang akan dimasak.
"Nona apa tidak lelah? Setelah pulang kuliah masih harus membantu kami memasak. Seharusnya nona istirahat saja di kamar dan menunggu Tuan Alex pulang dari bekerja" ucap salah satu maid menyarankan.
"Grizz nggak capek. Grizz bakalan capek kalau hanya diam saja" ucap Grizz sambil geleng-geleng kepala.
Bibi Yun dan Nenek Umi saja sudah lebih banyak istirahat saat berada di rumah Josh. Alex meminta keduanya untuk istirahat saja di kamar karena sudah ada banyak maid yang mengerjakannya. Terlebih Alex tak ingin kedua wanita paruh baya itu nantinya akan semakin kelelahan.
Akhirnya para maid hanya bisa pasrah saja melihat Grizz yang begitu keras kepala. Sudah dilarang, namun gadis itu tetap tidak mau untuk menyingkir. Apalagi memasak adalah hobbynya sejak dulu jadi ia takkan membiarkan siapapun untuk menghalanginya.
***
Setelah melaksanakan makan malam bersama dengan yang lainnya, Grizz dan Alex segera memasuki kamar. Keduanya memilih untuk masuk dalam kamar karena ingin istirahat lebih awal. Grizz yang memang sedikit lelah pun memilih untuk tak banyak bicara saat makan malam tadi.
"Kamu capek banget hari ini? Ada cerita apa hari ini?" tanya Alex saat keduanya sudah duduk diatas ranjang.
"Hmm... Grizz capek tapi bahagia. Bahagia bisa ngerasain bangku kuliah yang dulunya hanya sebuah mimpi belaka. Habis itu Grizz juga tadi punya teman yang baik, dia hidup sederhana kaya aku dulu. Kedua adiknya lucu-lucu, baru dikasih susu kotak aja senang sekali. Grizz boleh kan kalau besok ajak mereka beli mainan? Kasihan lho mainan mereka masa udah pada nggak utuh" ucap Grizz menceritakan tentang kejadian hari ini.
__ADS_1
Alex menganggukkan kepalanya. Ia menyetujui apapun yang diinginkan oleh Grizz walaupun harus menguras uang yang ada di dompetnya. Alex melakukan ini karena ia sudah mencari tahu mengenai Ima dan keluarganya yang ternyata tak mengancam juga membahayakan Grizz.
Grizz yang melihat suaminya menganggukkan kepalanya, segera saja memeluk Alex. Ia begitu bahagia bisa berbagi kebahagiaan dengan yang lainnya. Apalagi dengan orang yang kurang beruntung seperti Ima dan keluarganya.
"Terimakasih. Ayo tidur" ajak Grizz sambil tersenyum.
"Kok langsung tidur sih, sayang. Nggak mau bikin dedek bayi lagi?" tanya Alex dengan menggoda istrinya.
Bugh...
"Mesum..." seru Grizz yang langsung melempar bantal kearah Alex yang malah tertawa.
Grizz bahkan langsung menjauh dari Alex kemudian menutup semua tubuhnya dengan selimut. Alex hanya bisa tertawa kemudian meminta Grizz masuk dalam pelukannya. Lagi pula ia takkan memaksa istrinya untuk melakukan sesuatu yang membuatnya sakit. Grizz pun kini masuk dalam pelukan suaminya setelah Alex menarik selimutnya.
***
Keesokan harinya, Grizz masuk dalam kamar Dara. Kata seorang maid, semalam Dara kembali pulang ke rumah Josh. Ada anak buah Alex yang mengantarkan gadis itu ke sini karena desakan Dara. Padahal hari sudah memasuki tengah malam, namun Dara tetap kekeh untuk pulang ke sini.
Wajahnya pun terlihat memerah dengan mata yang sangat sembab. Hal ini juga yang membuat Grizz segera saja memasuki kamar sahabatnya itu. Saat Grizz memasuki kamar Dara yang tak dikunci itu, ia melihat sahabatnya yang masih terlelap dari tidurnya.
"Nggak biasanya Dara masih tidur jam segini" gumam Grizz.
Grizz segera saja membuka tirai yang ada di kamar Dara. Sinar matahari langsung masuk dalam kamar itu untuk menyinari seorang gadis yang masih terlelap dan tak terusik sama sekali. Grizz berjalan mendekat kearah ranjang kemudian duduk di kasurnya.
__ADS_1
"Kok bantalnya basah gini ya? Terus wajah Dara juga memerah kaya habis nangis lama" ucapnya sambil mengamati wajah sahabatnya.
Bahkan rambut Dara juga basah membuat Grizz langsung saja mengusapnya sebentar. Ia juga merapikan rambut Dara yang berantakan itu kemudian mengusap lembut pipinya. Dara sudah selalu ada untuk Grizz, sekarang sudah saatnya ia membalas apa yang dilakukan sahabatnya itu padanya.
"Dara..." panggil Grizz membangunkan sahabatnya dengan menggoyangkan bahu Dara.
"Jangan ganggu dulu, Grizz. Dara masih ngantuk" ucap Dara yang langsung mengubah posisi tidurnya menjadi membelakangi sahabatnya.
Tentu Dara sadar kalau kini ia tengah berada di kamarnya yang ada di rumah Josh. Walaupun matanya masih sangat mengantuk, namun Dara masih ingat mengenai kejadian semalam yang membuatnya memilih pulang ke rumah ini. Grizz yang melihat Dara malah kembali tidur itu begitu kesal.
"Dara, hari ini kuliah lho. Masa iya baru sehari masuk kuliah, eh udah bolos aja" ucap Grizz menceramahi Dara.
"Biarlah, bolos sekali-kali juga nggak papa" ucap Dara santai.
Grizz tak membiarkan hal itu terjadi. Grizz segera menarik tangan Dara untuk bangun dari tidurnya. Ini juga dilakukan Grizz agar sahabatnya itu tak larut dalam kesedihannya. Dara pun akhirnya memilih bangun dengan mata memerah dan rambut berantakan.
Ia begitu frustasi dengan Grizz yang terus memaksanya untuk bangun. Grizz terkekeh geli melihat wajah Dara dengan rambut singanya itu. Padahal sudah jelas kalau Grizz tahu sahabatnya itu tengah sedih dan ada masalah, namun malah ditertawakan.
"Grizz sudah jelek malah makin jelek gitu. Ayo mandi, lalu dandan. Dara harus dandan rapi dan wangi agar di kampus ada cowok yang ngelirik. Dara nggak mau kan selamanya jomblo terus" celoteh Grizz sambil menistakan sahabatnya itu.
Dara geram bukan main dan ingin sekali menendang wajah Grizz yang sama sekali tak merasa bersalah. Dara pun memilih untuk masuk dalam kamar mandi, meninggalkan Grizz yang masih tertawa penuh kemenangan.
"Maafkan Grizz ya, Dara. Grizz nggak maksud buat kamu kesal, tapi ini cara aku menghiburmu" gumam Grizz tersenyum saat melihat sahabatnya sudah masuk kamar mandi.
__ADS_1