Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Balik Mengancam


__ADS_3

"Kalian disini cuma bertiga, sedangkan kami? Lihat lah jumlah kami bahkan 5 kali lipat dari kalian" ucap rekan Alex, Pak Darwin dengan terkekeh sinis.


Saat mereka merasa diinjak harga dirinya tentu langsung saja amarahnya langsung mengumpul dalam dada. Namun mereka memilih diam hingga pada akhirnya Alex mengancamnya untuk dikubur hidup-hidup. Entah keberanian darimana, namun Pak Darwin langsung menegakkan kepalanya kemudian balik mengancam Alex dan Luis.


Mendengar keberanian dari Pak Darwin, semua rekannya langsung dengan percaya dirinya menunjukkan wajah-wajahnya. Mereka berpikir kalau disini tentu Alex takkan membawa bodyguard yang banyak seperti saat di perusahaan. Bahkan kini hanya ada satu bodyguard yang ada disini, tentunya jika mereka keroyok pasti akan langsung tumbang ketiganya.


Namun mereka belum tahu yang dihadapi itu siapa. Seorang laki-laki berdarah dingin dengan tangan dan kaki ajaibnya yang mungkin saja bisa menghabisi semua orang yang ada disini. Tentunya orang yang tak dekat dengannya tak tahu kalau kekuatannya dalam dunia bawah begitu ditakuti oleh mafia kelas kakap lainnya.


"Jangan suka meremehkan lawan. Bahkan mungkin satu semut kecil pun bisa menumbangkan sepuluh lawannya" ucap bodyguard Alex memperingati.


Pasalnya bodyguard Alex tahu bagaimana kekuatan bosnya itu. Walaupun tak tahu tentang organisasi yang diikuti oleh bosnya itu, namun ia tahu bagaimana kelincahan Alex dalam membasmi musuhnya.


"Kalian tak lupa bukan? Tentang perjanjian kontrak yang kita tandatangani. Siapa yang berbuat curang harus ganti rugi pihak yang dicurangi. Jadi siapkan uang yang kalian gelapkan itu kalau tidak ingin hotel yang disebelah sana saya hancurkan" ucap Alex menyeringai.


Tentunya mereka terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Alex. Ternyata Alex sudah mengetahui dana yang dikucurkan oleh laki-laki itu ternyata dipakai untuk membangun hotel dengan konsep yang sama dengan yang diajukan oleh rekan kerjasamanya.


"Ini juga salah anda karena sama sekali tak punya waktu untuk memeriksa proyek pembangunan hotel padahal sudah berlangsung satu bulan lebih" seru Pak Darwin tak terima jika disalahkan.


"Salah kami? Hello... Uang selalu saya keluarkan setiap kali kontraktor abal-abal ini minta. Bahkan saya selalu memberitahu Pak Darwin kalau kami ada pekerjaan di luar saat tak bisa datang dan anda mengiyakannya. Komunikasi apa yang salah disini?" kesal Luis.


Luis tak terima jika bosnya itu disalahkan oleh oranglain. Ia juga sudah sebisa mungkin membuat mereka bisa saling kerja sama dan komunikasi agar semua urusannya lancar. Namun dari pihak Pak Darwin sendiri yang selalu bilang silahkan saja kalau ada pekerjaan dan mengijinkannya. Namun sepertinya kini mereka mulai playing victim.

__ADS_1


Pak Darwin terdiam setelah mendengar penjelasan dari Luis. Memang benar adanya selama ini pihak dari Alex selalu memberitahu jika tak bisa memeriksa proyek pembangunan. Bahkan hampir 75% dana ditanggung oleh pihak perusahaan Alex. Ia lupa jika sudah menandatangani perjanjian itu dengan pinalti yang lumayan mencekik. Itu artinya 100% ia harus mengganti semua kerugian ini dan selanjutnya proyek ini akan diambil keseluruhan oleh pihak yang dirugikan.


"Banyak omong. Ayo keroyok dan kubur hidup-hidup mereka disini" seru Pak Darwin mencoba untuk lari dari tanggungjawab.


Semuanya yang tak ingin nantinya disalahkan dan disuruh ganti rugi segera saja langsung mengepuk ketiganya. Alex, Luis, dan bodyguardnya langsung memposisikan diri dengan saling membelakangi. Tak ada raut wajah ketakutan diantara mereka, bahkan ketiganya tampak santai seakan semua yang ada dihadapannya ini tak punya pengaruh apa-apa.


"Lebih baik kalian ikhlaskan saja uang yang telah kalian keluarkan. Lagi pula bersedekah pada orang yang tak punya biaya untuk membangun sebuah hotel itu dapat pahala yang banyak" ucap Pak Darwin sambil terkekeh pelan.


"Sedekah itu di Panti Asuhan, tempat ibadah, dan yang ada di bawah kolong jembatan tuh. Masa iya sedekah sama orang yang rakus seperti kalian" ledek Luis sambil tertawa.


Mendengar ledekan yang dilontarkan oleh Luis, sontak saja mereka langsung menatap tajam kearah laki-laki itu. Luis merasa bodo amat dengan tatapan tajam yang dilayangkan oleh semua orang. Setelah itu mereka langsung saja menendangkan kakinya kearah Alex, Luis, dan bodyguardnya.


Bugh...


Bugh....


Arrrghhhh....


Dugh...


Suara pukulan dan teriakan sontak menggema di lahan yang begitu luasnya itu. Bahkan ada beberapa orang yang terjatuh hingga masuk dalam lubang galian disana. Bukan Alex, Luis, dan bodyguardnya yang berteriak kesakitan dan terjatuh ke lubang itu. Namun Pak Darwin dan beberapa antek-anteknya.

__ADS_1


"Luis, Feri... Angkat aku dan arahkanku pada mereka, kita pukul dengan gerakan memutar" bisik Alex sebelumnya.


Akhirnya Luis dan Feri yang ada dibelakang asisten tuannya itu secara bersamaan langsung mengangkat Alex kemudian mereka berputar. Tubuh Alex diputar oleh Feri dan Luis dengan kaki yang terus menendang orang-orang yang mendekat kearah mereka.


Tentunya dengan gerakan memutar cepat itu membuat semua lawan tak bisa mendekat. Sekali mendekat sudah terkena tendangan di kaki, perut, wajah, dan dadanya. Mereka tak menyangka jika ketiga orang itu bisa bekerjasama dan cepat sekali gerakannya seperti seorang yang terlatih.


"Gimana? Ingat tadi apa yang dibilang, satu semut bisa melawan banyak lawannya. Jangan suka meremehkan kami yang hanya tiga orang disini" ucap Alex sambil tertawa.


Walaupun hanya tendangan, namun ternyata itu bisa membuat wajah mereka lebam dan berdarah. Bahkan ada yang langsung terpental ke lubang galian didekatnya. Tentu saja Pak Darwin yang masih setengah sadar langsung melihat kearah sekitarnya yang ternyata semua orang-orang yang membelanya telah terkapar lemah di tanah.


Pak Darwin dengan sekuat tenaganya bangkit kemudian mencoba berlari dari Alex. Namun tentunya Alex yang melihat pergerakan itu segera menginjak lehernya dengan kaki. Pak Darwin sampai geleng-geleng kepala meminta untuk segera dilepaskan. Sepertinya pria paruh baya itu sadar kalau melawan Alex adalah kesalahan yang besar.


"Ganti rugi semuanya maka akan aku lepaskan" ucap Alex menekan.


"Saya harus menjual hotel dan lahan yang baru saja dibangun itu jika mengganti rugi semuanya. Uangnya sudah habis untuk pembangunan hotel itu" ucap Pak Darwin pasrah.


Ia sudah memikirkan baik-baik rencana untuk mengelabuhi Alex agar hotel yang diinginkannya dibangun di lahan milik pribadinya. Namun semua gagal karena ternyata Alex lebih cerdik dari yang ia kira.


"Kalau begitu biar hotel dan lahan itu jadi milikku semua sebagai ganti ruginya. Bukan kah sama saja?" ucap Alex.


"Tapi itu lahan pribadiku. Uangmu hanya untuk pembangunan hotel" ucap Pak Darwin tak terima.

__ADS_1


"Oh... Tentunya tidak bisa begitu. Seperti perjanjian dong, 100% untuk pihak yang dicurangi. Berarti dana 25% yang harusnya kau berikan padaku itu dari lahan itu" ucap Alex sambil terkekeh sinis.


__ADS_2