
Makan malam kali ini terasa berbeda, pasalnya Grizz meminta untuk kegiatan ini diadakan di halaman villa. Suasana bukit yang dingin di malam hari tentunya membuat Alex menolak permintaan dari Grizz. Namun bukan Grizz namanya jika tak bisa membujuk suaminya itu untuk menuruti keinginannya.
"Nanti kita bakar sate, jagung, dan daging lalu pakai jaket tebal juga bawa selimut biar hangat. Apalagi kalau ada api unggun terus kita pelukan, wah pasti hangat banget tuh" ucap Grizz membujuk suaminya sambil mengedipkan matanya berulangkali.
Alex yang melihat wajah yang begitu menggemaskan ditampilkan oleh Grizz pun akhirnya luluh juga hingga lagsung menghubungi Luis dan Felix agar bisa menyiapkan api unggun. Dan disini lah semuanay berada, di halaman villa dengan banyaknya tika, api unggun, dan beberapa makanan siap dibakar. Semua maid dan anak buah Alex sudah bersiap untuk membakar beberapa makanan dengan arang sesuai perintah dari Grizz.
Bahkan Dara, Bibi Yun, Erga, dan Nenek Umi yang sudah saling berkenalan itu juga menggunakan jaket tebal berikut dengan kaos kakinya agar tubuh mereka tak kedinginan. Sebenarnya Dara tadi sudah protes dan tak mau ikut acara makan malam ini karena badannya kurang bisa toleransi dengan suhu dingin.
"Dara makan malam di dapur aja, mau bikin mie instant" ucap Dara menolak ajakan Grizz.
"Tidak bisa... Tidak boleh makan malam kalau sendiri-sendiri. Nanti mie instantnya Grizz sembunyikan" ucap Grizz mengancam sambil berkacak pinggang.
Bahkan sedari tadi Grizz sudah mengelilingi semua kamar untuk memastikan semuanya ikut dalam acara makan malam di halaman villa ini. Setiap ada yang mengelak tak ingin ikut dengan berbagai alasan maka Grizz akan memarahi kemudian menariknya keluar dari kamar.
"Dinginnya, kaya lagi berada di kutub utara" ucap Dara mengeluh.
Erga dan Nenek Umi hanya diam saja sedari tadi tanpa mengeluh pasalnya mereka setiap hari juga merasakan seperti ini. Dingin dan panas sudah biasa mereka rasakan seperti ini, berbeda dengan beberapa orang yang ada disana. Untuk maid dan beberapa anak buah Alex bahkan sudah mengenakan jaket tebal untuk mengurangi rasa dingin yang begitu menusuk kulit.
"Kok kalian biasa aja sih?" tanya Dara heran.
__ADS_1
"Kan kita tinggal di bawah bukit dan tidur dibawah pohon, ya jadi udah terbiasa dingin gini. Ini masih mending kita dikasih jaket tebal dan kaos kaki, kemarin-kemarin tidur ya seadanya" ucap Erga dengan polosnya.
Melihat tatapan begitu polos dari Erga itu membuat Dara hanya bisa tersenyum kikuk. Ia sudah salah besar menilai keduanya saat mereka datang pertama kali. Ternyata saat ia diberitahu oleh Felix mengenai identitas keduanya membuat ia merasa bersalah. Bahkan kini Dara langsung memeluk Erga dan meletakkannya diatas pangkuannya.
"Biar tambah hangat" ucap Dara memeluk Erga erat dari belakang.
Erga hanya tertawa geli mendengar ucapan dari Dara, ia begitu bahagia ada teman berbicara disini. Saat hanya bersama dengan neneknya, keduanya hanya berbincang pada malam hari saja. Sedangkan saat pagi hingga siang pasti neneknya pergi mencari makanan. Nenek Umi tersenyum melihat Erga diterima disini, bahkan dia juga sekarang lebih dekat dengan Bibi Yun.
"Ayo makan..." seru Grizz.
Semua makanan sudah selesai dibakar dan dimasak oleh maid juga anak buah Alex. Grizz sedari tadi hanya terus mengelilingi dan mengawasi semua yang memasak kemudian mencicipinya hingga kini wajahnya bahkan sudah belepotan dengan kecap juga saus. Dibantu dengan maid, ia ikut menata semua makanan yang sudah masak di atas tikar dengan memanjang.
"Tingkahnya begitu aktif kaya anak kecil yang baru bisa jalan" ucap Felix sambil terkekeh pelan.
Alex hanya terdiam dengan terus memperhatikan tingkah Grizz yang tiada capeknya. Mungkin karena dulu Grizz tak mempunyai teman dekat hingga tak bisa mengekspresikan kesenangannya sehingga sekarang saat ada orang banyak membuatnya begitu cerewet. Terlihat sekali kalau dia sangat bahagia dengan keadaan ini.
Ketiganya yang tadi memang duduk di pojok karena harus membicarakan beberapa pekerjaan pun akhirnya berdiri kemudian melangkahkan kakinya mendekat kearah semua orang yang tengah berkumpul. Grizz bertepuk tangan gembira saat semua makanan berhasil disusunnya bahkan kini Alex sudah duduk disampingnya.
"Wajahmu, astaga..." ucap Alex sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Alex segera mengambil tisue basah kemudian mengusap wajah Grizz yang banyak sekali cipratan kecap dan sausnya. Grizz pun hanya menatap polos kearah Alex tanpa merasa bersalah sama sekali. Setelah bersih, mereka pun akhirnya makan dengan begitu lahapnya. Bahkan Grizz berulangkali menyuapi Alex membuat beberapa orang disana memilih mengalihkan pandangannya kearah lain.
Suasana kekeluargaan yang begitu hangat itu tercipta pada acara makan malam kali ini. Bahkan tak ada jarak antara mereka karena Grizz sudah memaksa semuanya agar mau berbaur tanpa mempedulikan statusnya sebagai pekerja. Ini bukan sedang bekerja namun makan malam bersama sehingga tak boleh ada jarak yang memisahkan.
"Kalau Erga makan banyak seperti ini, badannya bisa kaya om-om itu enggak?" tanya Erga sambil menunjuk kearah para bodyguard.
"Pasti dong. Asalkan Erga makan yang banyak juga olahraga" ucap Dara menjawab.
"Soalnya kalau cuma makan tapi nggak olahraga, udah pasti nanti badannya kaya kak Grizz yang gembul pipinya itu" lanjutnya sambil terkekeh geli.
Erga juga tertawa mendengar ucapan Dara sedangkan Grizz yang sedang makan langsung menengok kearah keduanya yang kini sedang menahan tawanya. Bahkan makanannya masih tersimpan rapi di kedua pipinya membuatnya menggembung lucu dan tak bisa berbicara. Semua tertawa melihat wajah Grizz yang begitu lucu itu apalagi matanya melotot tajam kearah Dara.
"Telan dulu makananmu, nanti tersedak" tegur Alex saat melihat Grizz akan langsung memprotes ucapan dari Dara itu.
Grizz menganggukkan kepalanya kemudian dengan perlahan menelan makanan yang ia simpn di kedua pipinya. Setelah dirasa sudah, ia segera meminum air putih yang diserahkan oleh Alex. Adegan romantis itu tentunya membuat siapapun menjadi iri. Namun mereka juga bahagia melihat kebahagiaan sepasang suami istri itu.
"Dara, jangan suka ngejekin Grizz yang semok nan seksi ini ya" ketus Grizz.
Semuanya menahan tawa mendengar apa yang diucapkan oleh Grizz. Bahkan Grizz itu lebih mirip dengan anak SMP juga tingkahnya yang begitu mirip. Grizz yang melihat Dara seperti menahan tawanya pun ingin mencubitnya namun jaraknya lumayan jauh membuatnya mengurungkan niatnya. Ia akan membalas perbuatan Dara itu keesokan harinya.
__ADS_1
Malam itu mereka habiskan untuk bercanda bersama tanpa adanya gangguan apapun. Walaupun sebenarnya beberapa orang disana merasa bahwa ada yang tengah mengawasi kegiatan mereka. Namun mereka memilih diam agar Grizz dan yang lainnya tak panik.