Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Ujian


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepatnya, saat ini Grizz tengah menghadapi ujian sekolah yang memang dilaksanakan serentak. Hubungan persahabatannya dengan Dara masih berlangsung hingga kini walaupun ada beberapa kali percekcokan diantara mereka. Namun setelahnya akan berbaikan karena memang Grizz yang terlalu polos dan lemot itulah yang menjadi permasalahan setiap harinya.


Hubungannya dengan Alex juga semakin dekat, bahkan kini laki-laki itu sudah terang-terangan memberikan perhatian padanya. Namun bukan Grizz namanya jika perhatian Alex itu akan dianggapnya aneh karena wajah laki-laki itu memang tak pantas untuk bersikap manis.


Keluarganya sudah tak pernah terdengar lagi di telinganya, bahkan ketika Grizz ingin sekali mencari tahu tentunya Alex langsung menghalangi. Ia tak ingin Grizz bertemu dengan ayah kandungnya karena mungkin saja mereka akan berbicara tentang kejelekannya atau pekerjaan aslinya.


"Aku ingin lihat mereka sekarang jadi apa. Apa mereka bahagia tanpa kehadiranku atau malah sebaliknya?" tanya Grizz meminta ijin pada Alex waktu itu.


"Masih tetap jadi manusia, kau tak perlu khawatir" ucap Alex dengan santainya.


Tentu saja Alex tak mengijinkan Grizz pergi karena bisa saja gadis polos itu dengan mudahnya percaya pada ucapan mereka. Grizz yang mendengar ucapan asal Alex itu tentunya hanya bisa mengerucutkan bibirnya. Ia tak berani protes padanya karena wajah Alex kelihatan menegang setelah mendengar permintaannya tadi.


***


"Ya ampun Dara, Grizz tegang lho ini. Hari ini kita udah mulai ujian, pasti semalam Dara belajar sampai begadang kan? Iya lah, Dara kan sering bolos dan tidur kalau pelajaran makanya kalau ujian pastinya semalam belajarnya lembur" cerocos Grizz.


Dara tentunya tak terima dengan tuduhan dari sahabatnya itu, walaupun ada sebagian yang dikatakan Grizz adalah fakta. Ia baru saja datang ke sekolah dan langsung disuguhkan Grizz yang tampak heboh menanyakan bagaimana persiapan dirinya menghadapi ujian hari ini.


"Gini-gini Dara pintar ya jadi nggak usah belajar pakai lembur segala" protes Dara tak terima.

__ADS_1


Grizz hanya menganggukkan kepalanya mengerti dengan ucapan Dara. Hal ini tentu membuat Dara kesal bukan main, ia sudah menjawabnya dengan otot namun respons gadis yang ada dihadapannya jauh dari ekspektasinya. Mereka pun mengakhiri perdebatannya dengan membaca buku masing-masing sambil menunggu bel berbunyi.


***


Ujian sekolah selama empat hari telah berakhir, Dara dan Grizz memilih menggunakan waktu pulangnya untuk duduk di kantin. Sama seperti yang lainnya, semua siswa menggunakan waktu-waktu terakhir bertemu dengan temannya itu untuk mengakrabkan diri. Terlebih setelah ini pasti mereka akan disibukkan dengan mencari tempat kuliah juga kegiatan lainnya sebelum bertemu saat nanti pengumuman kelulusan.


"Grizz habis ini mau lanjut kuliah kemana?" tanya Dara sambil memakan makanannya.


"Grizz kan habis ini mau nikah sama tuan Alex" bisik Grizz sambil mengerucutkan bibirnya.


Dara hanya bisa menepuk dahinya pelan, ia lupa jika sahabatnya ini setelah selesai ujian akan menikah. Dara sedikit kasihan pada nasib Grizz yang harus menikah muda dengan lelaki yang tak dicintainya. Bahkan Grizz harus meninggalkan masa remajanya demi mengabdikan diri pada sang suami. Namun mengingat jika calon suami Grizz adalah tuan Alex yang kaya raya, Dara menjadi biasa saja karena temannya itu akan hidup berkecukupan.


Grizz hanya menatap aneh Dara yang terlihat cekikikan setelah mengucapkan pernyataan yang sama sekali tak ia pahami. Bahkan kini Grizz semakin dibuat bingung oleh temannya yang tiba-tiba saja menggebrak-gebrak meja kantin itu.


"Dara stress ya?" seru Grizz dengan mata membulat.


Semua mata siswa yang ada di kantin mengarah kepada Grizz dan Dara yang masih terduduk ditempatnya. Apalagi melihat mata Dara yang kini melotot tajam kearah Grizz yang masih menampilkan wajah tanpa bersalahnya. Dara mengedarkan matanya kearah seluruh penjuru kantin, dia hanya bisa mengumpati Grizz dalam hatinya karena seruannya membuat mereka jadi pusat perhatian.


Tanpa aba-aba, Dara segera saja menarik tangan Grizz agar gadis itu segera berdiri kemudian pergi dari kantin. Grizz berjalan terseok-seok karena harus menyeimbangkan dengan langkah lebar Dara. Grizz terus saja menggerutu karena Dara tak memberinya waktu untuk menghabiskan makanan dan minuman yang dipesannya.

__ADS_1


"Dara, Grizz tadi belum sempat habisin es teh harga 10 ribu lho. Itu juga makanannya belum habis, kan mubadzir. Apalagi uang Grizz udah kepakai banyak buat beli itu. Nanti uang saku yang dikasih Bibi Yun bisa cepat habisnya terus Grizz dikira boros. Pokoknya nanti Dara harus ganti rugi lho ya" cerocos Grizz.


Dara yang mendengar ocehan Grizz yang tiada hentinya itu hanya bisa menutup sebelah telinganya dengan tangan. Dara heran kenapa Tuhan memberikannya teman yang super cerewet untuk dirinya yang pendiam dan tak banyak ekspresi ini. Dara berpikir bahwa ia kena kutukan karena selama ini selalu bersikap datar kepada orang-orang.


"Nanti Dara ganti uangnya tapi Grizz harus ambil ginjalnya dulu dan kasihkan ke aku" ucap Dara asal.


Walaupun ucapannya asal, namun ternyata Grizz menganggapnya serius. Ia dengan segera memberontak hingga pegangan tangan Dara pada lenganya terlepas. Grizz menatap horor kearah Dara yang mengernyitkan dahinya heran dengan sikap sahabatnya itu.


"Grizz nggak mau punya teman kaya Dara. Dara mau ambil ginjal Grizz pasti mau dijualkan? Terus Dara dapat uang berjuta-juta" ucap Grizz dengan mata menatap menyelidik.


Dara hanya bisa menghela nafasnya pasrah dengan kelakuan Grizz yang terlalu polos ini. Padahal ucapannya itu hanyalah sekedar candaan atau guyonan saja namun gadis itu malah menganggapnya serius. Bahkan kini Grizz sudah berlari menghindar jauh dari Dara yang masih terpaku mendengar jawaban gadis itu.


"Dadadada... Burung Dara, Grizz pulang dulu. Jangan rindu Grizz yang cantik ini ya. Oh ya jangan coba-coba ambil ginjal Grizz nanti aku aduin ke kak Felix biar Dara dilempar dari atas genteng" teriak Grizz sambil berlari menuju parkiran mobil.


Teriakan yang begitu membahana itu tentunya membuat siswa yang berada di sekitar langsung menatap ngeri pada Dara. Sedangkan Dara yang sudah kepalang malu langsung mengubah wajahnya menjadi datar kemudian menatap tajam kearah semua orang yang menatapnya.


"Ini semua gara-gara Grizz, aku jadi dikira tukang ambil dan jual ginjal" gerutunya yang kemudian pergi ke tempat parkir mobilnya.


Tanpa mereka sadari, ada seorang laki-laki yang menyunggingkan senyum misteriusnya melihat dua orang gadis yang sedari tadi terus bercengkerama itu. Laki-laki itu menatap penuh arti kearah Grizz terutama namun tak ada seorangpun yang menyadarinya.

__ADS_1


"Aku akan mendapatkanmu" gumam laki-laki itu kemudian pergi dari tempat persembunyiannya.


__ADS_2