Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Menggemaskan


__ADS_3

"Kau terlalu menggemaskan, inginnya aku kurung kamu biar nggak dilihat orang" bisik Alex tepat pada telinga Grizz.


Grizz menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alex agar suaminya tak melihat dirinya sedang salah tingkah. Alex begitu gemas dengan apa yang dilakukan oleh Grizz bahkan menggoyangkan badannya ke kanan dan ke kiri.


"Kak Alex kenapa tadi marah-marah?" tanya Grizz mengalihkan pembicaraan.


Saat tadi Grizz ingin masuk ke dalam kamar, ia sedikit mendengar umpatan yang keluar dari bibir Alex. Awalnya Grizz takut jika nanti Alex akan marah padanya karena mendekati dirinya dalam kondisi emosinya yang tak stabil. Namun ia yang memang tak ingin suaminya itu nanti kebablasan dalam melampiaskan amarahnya langsung saja memilih untuk mendekati Alex.


"Nggak papa, cuma ada lalat yang lagi ganggu aja" jawab Alex berbohong.


Grizz menatap Alex yang kini juga melihat kearahnya. Grizz heran dengan villa sebesar ini namun ada lalat terlebih tempatnya juga bersih. Mana mungkin ada lalat yang bersarang atau berkeliaran disini. Grizz memicingkan matanya menatap menyelidik kearah Alex yang kemungkinan membohongi dirinya.


"Kak Alex bohong ya. Dosa tahu kalau bohong dan nanti juga hidungnya jadi panjang kaya pinokio" ucap Grizz dengan sedikit peringatan.


Alex malah tertawa mendengar peringatan dari istrinya itu. Tak mungkin juga ia terpengaruh dengan ancaman sejenis itu kemudian akan mengatakan yang sejujurnya. Ia tak mau nanti Grizz sakit hati dan ketakutan jika ia mengatakan tentang kedatangan ibu tirinya ke mansion. Ia akan menceritakan semuanya ketika nanti mental Grizz sudah lebih membaik kalau bisa kuat dalam menghadapi orang-orang di masa lalunya.


"Nggak perlu pakai bohong segala hidung aku udah panjang nih. Nggak kaya kamu yang bula" ucap Alex sambil menoel hidung Grizz.


Awwww...


Mendengar dirinya diledek oleh suaminya, Grizz langsung saja menginjak salah satu kaki Alex dengan kencangnya hingga laki-laki itu sedikit meringis kesakitan. Alex sedang tak menggunakan sepatu membuat kaki Grizz yang menginjaknya langsung mengenai permukaan kulit. Grizz menatap tajam kearah Alex sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


"Jangan body shipping ya kamu sama istrimu sendiri. Kalau jadi suami itu harus memuji istrinya contoh kamu cantik, baik, putih bersinar kaya gelas habis dicuci, terus glowing gitu. Bukannya malah menghina hidung cantik Grizz yang masih dalam masa pertumbuhan ini" omel Grizz.


Hahahaha...


Sungguh... Omelan dan celotehan Grizz ini membuat Alex begitu terhibur. Baru kali ini Alex begitu tertawa lepas karena mendengar celetukan seseorang. Bahkan kini perutnya terasa kram karena melihat Grizz yang memuji dirinya sendiri itu. Apalagi saat matanya melotot tajam kearahnya yang tentu takkan berpengaruh apapun padanya. Bukannya ia takut, namun ia malah merasa kalau Grizz begitu menggemaskan dengan sikap naturalnya itu.


"Mana pula ini malah ketawa" kesal Grizz yang kemudian pergi berlalu dari kamar sambil mengomel.


Grizz pergi dari kamar meninggalkan Alex yang masih tertawa dengan keras. Tak ada yang bisa mendengar tawa yang begitu langka itu pasalnya kamar yang ditempati oleh keduanya memang lah kedap suara. Grizz berjalan sambil menggerutu dan menghentak-hentakkan kakinya. Ia begitu kesal dengan tingkah Alex yang malah meledeknya.


"Anda kenapa, nona? Kok kelihatan cemberut dan kesal seperti itu" tanya Felix.


Felix, Dara, Bibi Yun, dan Luis tengah duduk di dapur sambil berbincang santai. Namun saat mereka berbincang datang lah Grizz yang terlihat mengerucutkan bibirnya itu. Hal ini membuat semua perhatiannya langsung mengarah pada Grizz.


Hahahaha...


Mendengar aduan dari Grizz itu, mereka bukannya merasa kasihan pada gadis polos itu namun malah menertawainya. Sungguh siapa yang tak tertawa jika Grizz merasa kalau Grizz mengucapkan tentang hidung yang masih dalam masa pertumbuhan seperti itu. Astaga... Mereka bahkan kini membayangkan bagaimana hari-hari Alex yang harus diisi oleh keabsurdan tingkah Grizz.


"Ish... Kenapa kalian jadi kut-ikutan tertawa? Ibu..." seru Grizz kemudian menghambur dalam pelukan Bibi Yun.


Bibi Yun yang awalnya juga ikut menertawakan Grizz pun langsung menghentikan tawanya. Ia tak mau jika Grizz merasa tak ada yang mendukungnya. Bibi Yun memberi kode kepada yang lainnya untuk menghentikan tawanya membuat mereka langsung diam sambil melipat bibirnya ke dalam.

__ADS_1


"Ibu, marahin mereka bertiga. Sudah mengejek Grizz" adu Grizz pada Bibi Yun.


"Iya, nanti biar ibu marahin mereka bertiga" ucap Bibi Yun sambil megelus punggung Grizz.


"No, berempat sama kak Alex. Jewer sekalian itu telinganya biar jera" ucap Grizz mengompor-ngompori.


Bibi Yun hanya menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang diadukan oleh Grizz. Bibi Yun segera menggiring Grizz untuk duduk disampingnya kemudian menyuruhnya segera makan cemilan yang ada disana. Sedangkan Dara, Felix, dan Luis hanya terdiam sambil menahan tawanya terlebih kini Grizz memandang mereka dengan tatapan permusuhan.


Tak berapa lama, Alex turun kemudian berjalan mendekat kearah dapur untuk mengambil minum. Grizz yang melihat hal itu menatap sinis kearah suaminya yang dibalas kedikan acuh pada bahunya. Alex yang memang bukan seorang yang peka atau perasa pun akan sering membuat Grizz uring-uringan.


"Istri lagi ngambek itu dibujuk atau dibaik-baikin kek, ini malah dibiarin" sindir Grizz sambil menggembungkan kedua pipinya.


"Istrinya udah dibujuk tapi kalau tetap ngambek gimana dong?" ucap Alex setelah menyelesaikan minumnya.


Alex paham kalau Grizz sedang menyindirnya terlebih tadi ia sempat meledeknya membuat gadis itu pasti kesal. Dulu ayahnya saat masih hidup juga seperti itu saat ibunya tengah ngambek. Ibunya yang sedang ngambek menyindir suaminya namun saat sang ayah merayu malah bilang kalau hanya bualan semata. Ayahnya sampai dibuat bingung dengan apa yang sebenarnya keinginan seorang wanita itu.


Mengingat kejadian itu tentunya membuat Alex tersenyum-senyum sendiri. Bahkan kini matanya sudah berkaca-kaca karena mengingat moment indahnya dulu bersama dengan kedua orangtuanya yang takkan pernah bisa terulang lagi. Semua yang ada di meja dapur itu menatap kearah Alex dengan pandangan bertanya terutama Grizz.


Tadi mereka melihat Alex yang senyum kemudian tersenyum sendu. Sepertinya Alex sedang mengingat sesuatu yang membahagiakan sekaligus menyedihkan untuknya. Grizz yang melihat hal itu langsung beranjak dari duduknya kemudian mengelus punggung suaminya dengan lembut.


"Kenapa kak Alex mau nangis? Kalau kelilipan tapi disini nggak ada debu, mana bisa?" ucap Grizz kebingungan.

__ADS_1


Alex langsung tersadar dari acara melamunnya tentang kejadian dulu kemudian menarik Grizz untuk duduk dipangkuannya. Felix, Luis, dan Dara langsung memutar bola matanya malas melihat kebucinan keduanya kemudian memilih pergi dari dapur.


"Nyamuk... Nyamuk..." seru Luis.


__ADS_2