
Mereka kini sudah berada di rumah Josh. Setelah berkendara cukup lama, akhirnya mereka sampai juga disini dengan keadaan selamat. Walaupun sebenarnya Alex merasakan kalau sedari tadi ada yang mengikutinya namun ia yakin kalau Tuan Grey dan David yang lebih peka pasti akan membantunya.
Terlebih keduanya berada dibelakang dengan mengendarai mobil agak jauh dari kendaraannya. Pasti mereka merasakan kalau ada sesuatu yang tidak beres sehingga langsung bergerak cepat. Ia tak mungkin meminta Josh melawan karena ada Grizz dan Dara didalam mobil itu. Mereka juga takkan pernah membiarkan lawan mengetahui dimana mereka tinggal.
"Grizz, Dara... Tolong kalau mau ikut itu kalian harus bilang dulu sama kami. Apa yang kalian lakukan ini bahaya. Terutama kamu Grizz, jangan ngajak orang menantang maut" kesal Alex.
Semuanya kini sudah ada di ruang keluarga begitu juga dengan Tuan Grey dan David. Mereka langsung melakukan sidang pada kedua gadis itu. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali apalagi wajah Grizz dan Dara yang pasti akan dikenali diantara mereka. Alex tak bisa membayangkan bahaya seperti apa yang nantinya akan mereka hadapi saat musuh tahu tentang identitas keduanya.
Tuan Grey dan David hanya bisa geleng-geleng kepala. Tuan Grey tidak menyangka kalau adiknya itu nekat dan seberani ini dalam melakukan sesuatu. Sedangkan Grizz dan Dara kini tertunduk lesu karena merasa dimarahi oleh Alex. Tuan Grey langsung mendekat kearah Grizz kemudian merangkul bahunya.
"Kami melakukan semua itu karena tak ingin dalam bahaya. Musuh atau lawan yang kita hadapi bukan sembarangan, tapi mereka mempunyai kekuatan khusus. Dengan Grizz kaya gini, membuat kita jadi was-was kalau harus membiarkan kalian keluar dari rumah ini" ucap Tuan Grey dengan nada sedikit lembut.
Alex sampai mengacak rambutnya frustasi karena kejadian ini. Kini akan lebih pasti untuk mereka mengetahui semuanya tentang identitas orang-orang didepannya ini. Sebenarnya mereka terkejut dengan nada suara lembut yang baru saja terdengar, namun itu semua tertutup karena rasa khawatir.
Tuan Grey mengelus rambut Grizz dengan lembut agar gadis itu bisa mengungkapkan semua yang ia ingin tahu. Tuan Grey yakin kalau Grizz dan Dara mempunyai banyak pertanyaan yang bersarang dalam pikirannya itu. Setelah dirasa keduanya cukup tenang, Grizz dan Dara menegakkan kepalanya kemudian memandang semua orang yang menatap mereka khawatir.
__ADS_1
"Maafkan kami, jangan salahkan Dara. Ini murni karena Grizz yang ajak dia padahal Dara udah nolak dan memintanya istirahat di kamar. Tapi Grizz penasaran terus memilih tetap melancarkan rencana ini" ucap Grizz dengan tatapan bersalahnya.
Mereka semua akhirnya menganggukkan kepalanya sambil membuang nafasnya kasar. Mereka tentunya tidak tega dengan raut wajah Grizz yang menampakkkan rasa bersalah kepadanya. Dara juga langsung memegang erat telapak tangan Grizz yang begitu dingin itu.
Keduanya sama-sama merasa bersalah namun memilih untuk salah satu menjelaskannya. Mereka tak mau jika nanti kedepannya malah membuat hubungan mereka jadi memburuk karena masalah ini.
"Tapi Grizz penasaran. Kenapa kalian pakai topeng wajah seperti tadi? Terus waktu itu kita dimana?" tanyanya.
Mereka pikir Grizz akan lupa mengenai topeng wajah dan hutan itu namun ternyata semuanya salah memprediksi. Tentunya hal ini membuat semuanya saling pandang untuk memberi kode mengenai apa yang seharusnya dijawab. Akhirnya Alex hanya menganggukkan kepalanya setelah mendapat persetujuan dari Tuan Grey juga.
"Sebenarnya kami ini adalah penguasa dunia bawah" ucap Alex dengan sedikit pelan.
Dara hanya bisa menepuk dahinya pelan melihat kepolosan sahabatnya itu. Padahal semua laki-laki disana sudah tegang karena khawatir kalau ucapan mereka itu membuat Grizz menjauhinya. Namun ternyata responsnya seperti itu karena tak paham dengan apa yang dimaksud. Dara pun awalnya terkejut bahkan sedikit takut namun saat mendengar pertanyaan Grizz malah membuatnya kesal.
"Astaga... Yang dimaksud itu adalah mafia, Grizz. Penguasa dunia bawah itu adalah mafia" ucap Dara yang geregetan.
__ADS_1
Grizz terdiam mendengar ucapan dari Dara yang tidak masuk pada otak cantiknya itu. Ia masih belum paham mengenai penguasa dunia bawah dan mafia karena memang belum pernah mendengarnya.
"Di sekolah nggak pernah diajarkan atau diberitahu tentang mafia atau penguasa dunia bawah itu. Memang itu kerjanya apa? Apa kerja ditengah hutan seperti tadi?" tanyanya.
Mereka semua hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar jawaban yang mengesalkan itu. Tentunya menjelaskan pada Grizz yang otaknya lurus hanya berkiblat pada buku dan apa yang diajarkan di sekolah itu akan sangat susah. Tidak seperti mereka yang hidupnya bebas sehingga bisa mengenal pergaulan yang lebih luas.
"Kerjaannya ya macam-macam. Ada juga mafia baik dan jahat. Kalau yang baik ya menangkap semua penjahat yang merusuh negara dan bantu-bantu orang kesusahan. Kalau yang jahat ya kaya yang waktu itu kejar kita pada pakai sepeda motor itu lho" ucap Dara memberi penjelasan dengan sedikit memperhalus.
Grizz pun akhirnya menganggukkan kepalanya mengerti. Hanya sebatas itu kemungkinan Dara menjelaskan walaupun gadis itu tahu kalau sebenarnya pekerjaan mafia melebihi itu. Namun ia tak ingin sahabatnya itu berpikiran macam-macam pada beberapa laki-laki didepannya ini. Padahal menurut Dara, mereka sosok yang baik-baik dan mengganggu keduanya.
Akhirnya para laki-laki dewasa itu sedikit menghela nafasnya lega karena sepertinya ucapan Dara sedikit berhasil membuat mereka tenang. Apalagi mengenai pekerjaan ilegal yang tak disebutkan olehnya itu. Dara pun kini langsung mengingat tentang hutan yang menjadi tempat pertemuan keduanya itu. Hutan tempat berkumpulnya para penguasa dunia bawah yang tak sembarang orang bisa memasukinya.
"Mulai sekarang Grizz harus hati-hati. Tidak boleh ceroboh dan nekat seperti tadi. Sepertinya halnya orang yang suka berbuat baik, pasti akan ada yang tidak suka. Oleh karena itu kalau diikuti orang yang tak dikenal, langsung saja teriak atau berada didekat bodyguard Kak Alex" ucapnya menasihati.
"Emm... Oh gitu, baiklah. Maafkan Grizz ya Kak Alex dan semuanya. Grizz nggak tahu kalau itu bahaya. Yang Grizz tahu kalau kalian ini ingin pergi jalan-jalan malam jadi aku langsung mengikutinya" ucap Grizz.
__ADS_1
Mereka semua menganggukkan kepalanya dan memaafkan Grizz walaupun dalam hatinya masih ingin memarahi gadis itu. Setelah itu Grizz dan Dara langsung memasuki kamar untuk istirahat apalagi ini waktu sudah menjelang pagi. Sedangkan yang laki-laki dewasa memilih untuk diam di ruang keluarga sambil membahas masalah penjagaan untuk kedua gadis itu.
"Aku akan menambah penjagaan pada Grizz. Anak buahku yang ada di luar negeri akan langsung aku perintahkan kesini segera, esok hari" ucap Tuan Grey dengan penuh keyakinan.