
Hari ini Tuan Grey dan Grizz akan jalan-jalan mengelilingi berbagai tempat wisata yang ada di negara itu. Grizz begitu bahagia karena kakaknya bisa mengambil libur beberapa hari untuk pergi bersamanya. Sebagai gantinya, David yang harus disibukkan dengan beberapa macam pekerjaan yang menggunung.
David yang melihat tumpukan berkas di hadapannya itu langsung saja menepuk dahinya pelan. Baru melihatnya saja, David sudah pusing tujuh keliling apalagi harus mengerjakannya.
"Harusnya aku ini ikut jalan-jalan, tapi malah dapat segudang pekerjaan kaya gini. Jahatnya si bos, nggak punya perasaan emang" gumam David yang merasa dinistakan oleh Tuan Grey.
Dengan amat terpaksa, David pun mengerjakan semua berkas yang ada di depannya itu. Bahkan terlihat kalau laki-laki itu berulang kali memijit kepalanya yang terasa sangat pusing. David juga beberapa kali terlihat menghembuskan nafasnya kasar. Ia masih tak terima tidak diajak jalan-jalan oleh Grizz.
Padahal tadi ia sempat mau ikut namun Tuan Grey melarangnya. Tuan Grey ingin menghabiskan waktu satu minggu ini hanya bersama dengan Grizz, tanpa gangguan siapapun. Hal ini membuat David hanya bisa meluruhkan bahunya lesu. Padahal ia juga ingin merasakan punya adik kecil seperti Grizz.
***
Grizz kini dengan menggunakan celana panjang jeans dan kaos juga jaket langsung saja keluar dari kamarnya. Disertai tas selempang kecil yang menggantung pada lehernya, membuat Grizz tampak seperti anak remaja pada umumnya. Grizz berjalan turun tangga dengan langkah riangnya membuat para maid yang berpapasan hanya bisa terkekeh kecil.
Nona mudanya itu sungguh menggemaskan dan sangat ramah pada semua pekerja. Membuat mereka semua nyaman dan tak sungkan lagi apalagi diajak berbincang atau berkumpul dengannya. Namun mereka tak tahu kalau Grizz yang tampak seperti remaja itu ternyata sudah menikah.
"Paman, bibi, kakak semua... Grizz mau jalan-jalan dulu ya. Nanti Grizz kasih oleh-oleh buat kalian semua, permen satu-satu" seru Grizz berpamitan dari dalam mobil sambil melambaikan tangannya.
Grizz dan Tuan Grey memang sudah berada di dalam mobil setelah melihat semuanya telah siap. Beberapa maid dan bodyguard yang melihat kepergian mereka hanya bisa terkekeh pelan dengan cara pamitan Grizz. Baru sehari mereka mengenal Grizz namun sudah dibuat ketawa terus-terusan. Suasana mansion yang biasanya diliputi ketegangan dan kesuraman, kini terlihat lebih hidup sekarang ini.
__ADS_1
Mobil melaju keluar dari area mansion dengan beberapa kendaraan yang mengikuti. Nanti saat sudah keluar dari area komplek mansion, beberapa kendaraan yang mengikuti akan menyebar. Mereka akan mengawasi kepergian mobil Tuan Grey dari jarak lumayan jauh agar tak menarik perhatian.
"Kak Rey, kenapa mobil yang mengikuti kita banyak sekali? Udah kaya mau pawai aja" tanya Grizz dengan polosnya pada kakaknya.
Biasanya Grizz memang selalu diikuti oleh banyak bodyguard saat bersama Alex, namun tak sebanyak ini. Ini bahkan iring-iringannya lebih dari 20 mobil. Grizz malah sedikit takut, apalagi bodyguard kakaknya ini laki-laki semua. Bisa jadi nanti penilaian orang yang melihatnya menjadi buruk tentangnya.
"Tenang saja. Nanti mereka akan menyebar dan mengawasi kita dari jauh kok. Biar tidak ada yang tiba-tiba ganggu kebersamaan kita" ucap Tuan Grey yang langsung memegang telapak tangan adiknya.
Grizz diam-diam menghela nafasnya lega karena kakaknya ini peka juga dengan sedikit kegelisahannya. Sedangkan Tuan Grey hanya bisa tersenyum melihat ketakutan adiknya. Tuan Grey sudah diberitahu oleh Alex kalau Grizz ini tak suka banyak orang yang mengikuti sehingga pengawasan dilakukan dari jarak jauh.
Saat mobil Tuan Grey keluar dari area komplek, kendaraan yang mengikuti langsung menyebar ke segala arah jalan. Hal ini untuk mengantisipasi jika nanti ada musuh Tuan Grey menyerang, bisa buat mengelabuhi mereka. Grizz benar-benar terpukau dengan mobil-mobil yang melesat berbeda arah itu seakan sudah terarah.
"Kok sepi?" tanya Grizz dengan mengernyitkan dahinya bingung.
"Karena ini kan harinya orang kerja. Kalau datangnya weekend, pasti ramai" ucap Tuan Grey memberi alasan.
Grizz menganggukkan kepalanya mengerti kemudian menggandeng tangan kakaknya untuk masuk area wisata. Tuan Grey menghela nafasnya lega karena Grizz tak bertanya lagi mengenai hal ini. Pasalnya tempat wisata ini sudah ia kosongkan agar adiknya itu bisa bebas bermain disini.
"Ayo kita masuk yang ada di foto-foto itu" seru Grizz sambil menunjukkan tempat foto yang berada di dalam box.
__ADS_1
"Coba sini Kak Rey bergaya dong. Ekspresi senyum gitu" serunya dengan ceria.
Setelah Grizz berhasil menarik tangan kakaknya masuk ke dalam box itu, mereka langsung berfoto dengan berbagai ekspresi. Grizz yang melihat kakaknya hanya berekspresi datar pun memaksa menari kedua pipinya. Tuan Grey hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan adiknya itu yang penting Grizz bahagia.
Setelah puas melakukan foto ria, akhirnya Grizz kembali menarik kakaknya masuk dalam beberapa area bermain. Grizz terlihat ceria dan tak pernah melunturkan senyumnya. Tuan Grey bahagia melihat adiknya selalu tersenyum, tak seperti waktu kecil. Grizz yang selalu ketakutan dan bersembunyi di belakangnya, kini telah bahagia dengan keluarga barunya.
"Kok nggak ada yang jualan makanan atau apa gitu ih?" kesal Grizz saat melihat tak adanya penjual makanan atau minuman.
"Lah... Dikiranya ini pasar malam yang banyak penjual makanan dan minumannya" ucap Tuan Grey sambil geleng-geleng kepala.
"Terus ini gimana? Cacing di perut Grizz udah memberontak ini" kesal Grizz sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
Setelah Grizz dan Tuan Grey puas dengan berbagai wahana bermain yang ada di sana, gadis itu ternyata kelaparan. Grizz bahkan langsung melihat kearah sekitarnya untuk mencari penjual makanan dan minuman.
"Kita bisa ke foodcourt sana" ajak Tuan Grey yang langsung menggandeng tangan adiknya.
Tuan Grey hanya bisa geleng-geleng kepala melihat adiknya yang kesal hanya karena kelaparan. Sesampainya Grizz dan Tuan Grey berada di foodcourt, mereka segera saja mencari makanan yang disukai. Grizz makan dengan sangat lahap karena begitu kelaparan.
"Ternyata Grizz nggak akan kelaparan di sini. Kalau dibiarkan kelaparan, Grizz akan merengek pada Kak Rey" ucap Grizz dengan berceloteh riang.
__ADS_1
Tuan Grey hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu dan riang adiknya itu. Bersama dengan Grizz hanya akan terus membuatnya tersenyum dan bahagia. Ia tak punya alasan lagi untuk tidak tersenyum dan tertawa ketika bersama dengan Grizz. Tuan Grey beruntung, di sisa umurnya ternyata bisa bertemu dengan keluarga kandungnya.