
Alex singgah sebentar ke apotek saat dalam perjalanan. Ia tadi sempat mencari tahu lewat internet kalau kehamilan bisa dicek melalui sebuah alat test. Daripada nanti membawa Grizz ke rumah sakit itu sangat susah, akan lebih baik dipastikan dulu dengan alat itu.
Kalau sudah yakin jika Grizz hamil, maka Alex akan memaksanya untuk periksa ke dokter. Tentu saja hal ini untuk kebaikan janin dan ibunya. Alex masuk dalam apotek itu dengan langkah ragu-ragu. Pasalnya kini semua orang tengah memperhatikannya.
"Hmm... Saya beli alat tes kehamilan yang paling bagus, sepuluh" ucap Alex saat ada seorang penjaga apotek mendekatinya.
"Mau yang merk apa, tuan?" tanya penjaga apotek itu dengan sopan.
"Terserah, yang paling penting bagus dan hasilnya akurat" ucap Alex dengan nada datarnya.
Penjaga apotek itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengambilkan pesanan Alex. Sedangkan beberapa orang yang juga pengunjung apotek itu hanya bisa menganga lebar saat mendengar apa yang dibeli oleh Alex.
Wajah sangar dengan tatapan tajam dan saat berjalan langkahnya begitu tegas namun di apotek membeli alat test kehamilan. Walaupun begitu, mereka berpikir kalau Alex adalah sosok yang sangat mencintai istrinya. Bahkan rela membelikan test kehamilan untuk Grizz.
Beberapa orang di sana bahkan tahu kalau itu adalah Alex yang notabene seorang Raja Bisnis. Sehingga mereka memilih diam dan melihat saja dibandingkan mendekat kemudian Alex merasa terganggu. Terlebih di sana ada anak buah Alex yang siap menjaga atasannya itu.
"Totalnya 950.000, tuan" ucap penjaga apotek itu.
Alex langsung saja membayar apa yang dibelinya dan mengambil kantong plastik yang diserahkan padanya. Setelah selesai, Alex segera saja pergi dari sana diikuti oleh anak buahnya. Suasana yang begitu mencekam di apotek itu seketika langsung mencair setelah Alex pergi dari sana.
***
Hampir 3 jam, waktu yang dibutuhkan oleh Alex untuk sampai di rumah. Ia menyimpan semua alat test kehamilan itu di balik jasnya. Alex keluar dari mobil kemudian berjalan masuk dalam rumah. Tak ia lihat Grizz berada di ruang keluarga membuat Alex berpikir kalau istrinya itu ada di kamar.
Ceklek...
__ADS_1
Pintu kamar terbuka membuat Alex masuk dalam kamarnya. Ternyata benar dugaannya kalau Grizz berada di kamar. Grizz tertidur pulas di atas kasurnya. Alex yakin kalau istrinya itu sangat kelelahan karena kegiatannya hari ini. Alex menyimpan alat test kehamilan itu di dalam laci meja rias.
"Sayang, bangun. Aku udah pulang ini lho" ucap Alex sambil menggoyangkan lengan tangan istrinya.
"Kamu nggak kangen sama aku?" lanjutnya saat melihat tak ada pergerakan dari istrinya.
Hari sudah beranjak malam bahkan matahari sudah mulai tenggelam. Alex memutuskan untuk membangunkan istrinya itu agar membersihkan dirinya itu. Karena masih tak juga bisa membangunkan Grizz, akhirnya Alex memutuskan untuk membersihkan dirinya dulu.
***
"Kak Alex..." teriak Grizz yang berlarian di atas tangga saat turun dari kamarnya.
Tadi Grizz akhirnya bisa dibangunkan oleh Alex. Grizz yang memilih untuk membersihkan diri, sedangkan Alex pergi menemui Luis yang baru saja kembali. Luis yang ingin membicarakan sesuatu yang penting itu langsung mengutarakan niatnya untuk mempersunting Dara.
Namun saat Luis akan membicarakan masalah penting itu, Grizz datang dengan berteriak dan berlarian. Hal itu membuat Alex dan Luis yang melihatnya dari ruang keluarga sontak memelototkan matanya. Terutama Alex yang takut kalau apa yang diucapkan sahabatnya benar adanya jika Grizz hamil. Kalau hamil, sudah pasti Grizz tak boleh berlarian di atas tangga seperti itu.
Alex langsung berlari mendekat kearah Grizz kemudian menangkap istrinya yang melompat. Jantungnya seperti hendak melompat karena tingkah Grizz yang sangat aktif itu. Selain itu akan membahayakan janinnya jika sedang hamil, maka keselamatan Grizz pun tentu terancam.
"Bisa nggak jangan lari-larian di atas tangga kaya gitu? Bahaya" seru Alex yang langsung menatap tajam kearah Grizz.
Bahkan Alex juga langsung melepaskan pelukannya dari Grizz. Tatapannya yang tajam begitu menghunus ke dalam mata Grizz. Grizz yang ketakutan pun langsung menundukkan kepalanya. Ia tak menyangka kalau akibat kecerobohannya malah membuat Alex marah.
"Maaf" ucap Grizz dengan lirih.
"Sabar, Lex" bisik Luis dari arah belakang Alex yang masih emosi.
__ADS_1
Alex yang mendengar ucapan dari Luis pun langsung menghela nafasnya kasar dan meraup wajahnya. Alex tak menyangka kalau ketakutannya dan dugaan kehamilan istrinya itu membuatnya parno sendiri. Bukannya tak bahagia jika Grizz hamil, namun tingkah istrinya yang seperti inilah yang membuatnya was-was.
"Tolong jangan buat aku khawatir. Kamu tahu kan kalau aku sangat mencintai dan menyayangimu? Tak mungkin bisa aku kalau lihat kamu terluka" ucap Alex dengan kedua tangannya memegang bahu Grizz.
Grizz hanya menganggukkan kepalanya kemudian memeluk tubuh Alex dengan eratnya. Ia merasa bersalah telah melakukan kecerobohan yang bisa membahayakan dirinya. Bahkan Luis yang melihat nonanya yang telah ia anggap adik itu berlarian sudah memucat wajahnya.
"Ayo duduk sini dulu" ajak Luis mencoba mencairkan suasana tegang itu.
Alex menggandeng tangan istrinya untuk duduk di sofa ruang keluarga. Bahkan Grizz kini langsung memeluk erat tubuh suaminya itu. Selain rindu, Grizz juga masih merasa bersalah kepadanya. Sungguh ia tak bisa membayangkan kalau tadi sampai terpeleset hingga tidak ada Alex yang menolongnya.
"Kenapa lari-larian di atas tangga begitu?" tanya Alex dengan nada lembutnya.
"Grizz keburu kangen sama Kak Alex. Pengen peluk" ucap Grizz dengan nada manjanya.
Alex yang mendengar hal itu hanya bisa menghela nafasnya sabar. Ternyata selain bertambah ceroboh namun Grizz tambah manja. Namun tak apalah, mungkin memang ini keinginan gadis itu atau bisa jadi karena adanya si janin dalam perut Grizz.
"Kita makan malam dulu" ajak Alex memberi kode pada Luis.
Luis hanya bisa menghela nafasnya pasrah karena ternyata tidak bisa mengutarakan niatnya malam ini. Walaupun sedikit kecewa, namun Luis paham kalau saat ini Grizz jauh lebih penting. Mereka pun melaksanakan makan malam bersama-sama dengan suasana yang sedikit berbeda. Terlebih Grizz jauh lebih banyak diam dan makannya begitu lama.
"Kita ke kamar dulu" ucap Alex berpamitan kepada semuanya di sana.
Mereka semua hanya menganggukkan kepalanya menanggapi apa yang diucapkan oleh Alex. Alex langsung menggendong Grizz kemudian membawanya ke kamar. Setelah sampai kamar, Alex meletakkan istrinya itu di atas ranjang.
"Apa yang kamu rasakan akhir-akhir ini? Apa ada sesuatu yang aneh dan berbeda dari tubuhmu?" tanya Alex dengan lembut untuk mengorek informasi dari istrinya itu.
__ADS_1
"Emm... Grizz kalau pagi sering mual, nggak muntah sih. Hanya mual saja, terus cepat lelah padahal nggak ngapa-ngapain. Terus apa ya?" tanya Grizz sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada dagunya itu.
Grizz mengingat-ingat kembali apa yang dirasakannya selama beberapa hari ini. Terlebih ia juga merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhnya. Namun ia tak mau kalau mengutarakan semua itu pada Alex yang mungkin saja membuat laki-laki itu khawatir.