
"Grizz, makan yuk..." ajak Dara yang duduk disampingnya.
Pandangan Grizz yang menatap kearah depan setelah tadi tersadar dari tidurnya. Setelah melihat Grizz yang sadar namun tak berteriak histeris lagi membuat Dara dan Bibi Yun yang menjaganya tentu bernafas lega. NamunĀ ternyata justru kini Grizz seperti tengah terjebak dalam dunianya sendiri. Grizz menatap lurus kedepan tanpa berbicara apapun, bahkan saat Dara akan menyuapi makanan pun gadis itu tetap terdiam.
"Nak, makan yuk. Nanti ayamnya nangis lho kalau Grizz nggak mau makan" ucap Bibi Yun dengan bercanda.
Namun tetap saja tak berhasil. Bahkan sedari bangun tadi, Grizz hanya meminum air putih saja setelah diperiksa oleh dokter. Dokter juga nanti sudah merekomendasikan seorang psikiater yang akan mendampingi Grizz namun karena Alex tak ada ditempat, maka Dara dan Bibi Yun belum bisa menyetujuinya.
Bahkan saat sendok berisi bubur disodorkan dekat bibir Grizz, gadis itu sama sekali tak mau membukanya. Akhirnya Dara meletakkan mangkok bubur itu diatas meja kembali. Ia kemudian duduk diatas brankar Grizz dan langsung memeluknya dengar erat dari samping.
"Grizz anak Tuhan yang baik dan kuat, selama ini kamu terpilih dikasih ujian berat namun kamu bisa melewatinya. Masa ujian kali ini kamu langsung menyerah begitu saja sih?" ucap Dara kepada sahabatnya itu.
Kepala Grizz ia sandarkan pada dadanya kemudian mengelusnya dengan begitu lembut. Walaupun Grizz tak meresponsnya sama sekali, namun Dara terus berceloteh menceritakan sesuatu yang konyol. Bahkan terkadang Dara tertawa sendiri karena mengingat kejadian yang lucu. Walaupun Dara tertawa, namun terlihat sekali jika ia kini tengah menahan tangisnya.
Sedangkan Bibi Yun yang melihat itu matanya sudah berkaca-kaca. Ia tak menyangka jika anak angkatnya ternyata mempunyai sahabat yang konyol dan selalu ada untuknya. Dengan menyeret langkahnya yang terasa berat, Bibi Yun ikut bergabung bersama dengan keduanya. Ia langsung memeluk keduanya dengan erat hingga akhirnya Bibi Yun menangis terisak di pelukan dua gadis remaja itu.
"Ayo Grizz, anak ibu yang paling gembul dan cantik. Kamu nggak boleh kalah dengan orang yang menindasmu, kamu harus kuat demi suami dan orango-orang yang menyayangimu. Bangkit, nak" ucap Bibi Yun sambil menangis tersedu-sedu.
Bahkan kini tangis Dara juga pecah karena mendengar tangisan dan ucapan serak dari Bibi Yun. Tangisan kedua orang yang begitu menyayangi Grizz itu ternyata membuat sosok jiwa gadis yang beada di pelukan mereka bergejolak. Bahkan dengan tanpa keduanya sadari, Grizz menitikkan air matanya kemudian membalas pelukan Bibi Yun dan Dara.
Merasakan sesuatu yang aneh, Bibi Yun dan Dara menghentikan tangisannya kemudian menatap satu sama lain. Keduanya dengan sigap mengalihkan pandangannya kearah Grizz yang kini menatap mereka dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kenapa kalian nangis? Grizz jadi ikutan nangis ini huaaaa..." ucap Grizz kemudian menangis tersedu-sedu.
Bukannya kasihan karena Grizz menangis, namun keduanya langsung memeluk lebih erat dan menciumi pipi gembul gadis polos itu. Mereka begitu bahagia karena ternyata jiwa Grizz sesungguhnhya sudah kembali. Justru dengan begini mereka malah terkekeh pelan karena melihat Grizz yang menangis.
Tanpa ketiganya sadari, sedari tadi dibalik pintu ada tiga orang yang hampir saja membuka ruangan itu. Saat akan masuk, mereka mendengarkan kalimat-kalimat begitu menyentuh bahkan tahu kalau sekarang Grizz sudah kembali. Walaupun nantinya tak tahu apakah kalau kembali ke mansion akan histeris lagi atau tidak.
***
Grizz sudah mau makan dengan disuapi oleh Dara dan Bibi Yun secara bergantian. Bahkan bubur dan buah keduanya suapkan secara bergantian membuat gadis itu memekik kesal. Tak ada waktu jeda untuknya istirahat dari makan karena ulah dua orang itu.
"Udah dong, makannya. Ini pipi dan perut Grizz nanti menggembung lho" seru Grizz sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
"Suamiku kemana ya, ibu? Kok dia nggak kelihatan sih, istrinya udah bangun masa nggak jenguk sama sekali" kesal Grizz.
"Cieee... Yang udah punya suami, kangen ya..." goda Dara membuat pipi Grizz bersemu merah.
Bibi Yun dan Dara tertawa melihat wajah Grizz yang memerah bahkan kini ia menyembunyikan wajahnya dengan bantalnya. Grizz kelepasan berbicara mengenai kehadiran Alex membuatnya jadi bulan-bulanan Dara.
"Suamimu disini, sayang" ucap Alex tiba-tiba.
Bahkan saking rapatnya Grizz menutup wajahnya, ia sampai tak melihat bahkan mengetahui kalau Alex kini sudah ada didepannya. Sedangkan Dara dan Bibi Yun juga tak terdengar langkahnya sama sekali sudah duduk bersama Luis dan Felix di sofa ruangan itu.
__ADS_1
"Kak Alex kok jalan kesini agak kedengaran langkah kakinya sih? Terbang ya" tuduh Grizz dengan menyipitkan matanya menatap menyelidik kearah Alex.
Semua orang yang ada didalam ruangan itu tertawa mendengar tuduhan dari Grizz. Ada-ada saja memang tingkah gadis itu, sedangkan Alex sendiri hanya tersenyum tipis.
Tanpa basa-basi, Alex segera saja duduk diatas brankar Grizz kemudian memeluknya dari samping. Bahkan ia menciumi pucuk kepala istrinya itu begitu lama, Grizz begitu meresapi kasih sayang yang diberi dari orang-orang disekitarnya.
"Grizz nggak nyangka kalau bisa dikelilingi oleh orang-orang yang sayang sama aku. Ini nggak mimpi kan? Padahal dulu semua bagaikan mimpi kalau Grizz bakalan sebahagia ini" ucap Grizz dengan mata berkaca-kaca.
"Masa lalu yang buruk itu nggak usah didengerin. Yang perlu kamu tahu, saat ini dan seterusnya kamu harus bahagia" ucap Alex.
Grizz menganggukkan kepalanya didalam pelukan Alex yang begitu nyaman. Dalam pelukan ini ada rasa aman dan nyaman yang begitu ia rasakan membuatnya mau berlama-lama didekapan sang suami.
"Hmm... Nyamannya" gumam Grizz.
Alex terkekeh pelan dengan mengelus surai hitam istrinya itu membuat sang empu nyaman dan langsung memejamkan matanya. Tak terdengar suara apapun dari Grizz, Alex menundukkan kepalanya sebentar dan melihat bahwa sang istri ternyata tertidur pulas. Alex segera memperbaiki posisi Grizz untuk dibaringkan keatas brankarnya kemudian mencium kening istrinya itu lembut.
Setelah memastikan jika Grizz tertidur pulas, Alex segera beranjak kearah sofa yang sudah ada beberapa orang yang menunggunya. Mereka berbincang tentang apa yang akan dilanjutkan setelahnya terutama masalah tempat tinggal.
"Aku akan tinggal di villa dekat bukit untuk sementara waktu. Aku ingin Grizz menenangkan diri disana, kalian ikutlah bersamaku karena mungkin dia juga butuh support dari orang terdekatnya" ucap Alex.
Dara dan Bibi Yun menganggukkan kepalanya mengerti. Dara akan meminta ijin pada orangtuanya untuk menginap lebih lama di kediaman Grizz sedangkan Bibi Yun memang akan ikut kemana pun anak angkatnya itu pergi.
__ADS_1