Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Paman Gilbert


__ADS_3

Paman Gilbert merupakan salah satu pimpinan dari penguasa dunia bawah. Kekuasaannya bahkan tak main-main karena setara dengan Tuan Grey. Paman Gilbert ini tetap bekerja pada Tuan Grey karena janjinya pada papa angkat laki-laki dewasa itu. Paman Gilbert berjanji untuk menjaga anak angkatnya yang memang masih perlu arahan.


Tuan Grey akhirnya memilih mengutus Paman Gilbert untuk datang ke negara adiknya tinggal. Ia ingin Paman Gilbert menjaga Grizz, sedangkan Tuan Grey sendiri dijaga oleh anak dari laki-laki tua itu. Walaupun sudah beruban dan berumur diatas 50 tahun, namun tenaga Paman Gilbert masih kuat kalau untuk menghilangkan orang-orang yang berbuat jahat.


"Kemarilah, nona" ucap Paman Gilbert dengan nada datarnya.


Grizz menganggukkan kepalanya mengerti. Walaupun tatapannya tajam dan nada suaranya begitu datar, namun Grizz sama sekali tidak takut dengan Paman Gilbert. Grizz mengerti kalau dalam tatapan tajam Paman Gilbert itu ada ketulusan dan kasih sayang kepadanya. Grizz berjalan kearah Paman Gilbert kemudian memeluknya dengan sayang.


Tukk...


"Nakal ya, main kabur-kaburan dari pengawalan bodyguard" ucap Paman Gilbert bak seorang ayah memarahi anaknya sambil menyentil dahi Grizz.


Grizz hanya bisa menyengir lucu mendengar ucapan dari Paman Gilbert itu. Ia juga mengusap dahinya pelan sambil mengerucutkan bibirnya. Ia sedikit kesal dengan Paman Gilbert namun Grizz sangat menyayangi pria tua itu.


"Enggak lagi, paman. Grizz nggak akan nakal lagi kok, tapi tidak janji ya kalau lupa" ucap Grizz sambil terkekeh pelan.


Ada-ada saja tingkah gadis yang sudah mencuri perhatiannya ini. Sejak kedatangan Grizz di mansion Tuan Grey, Paman Gilbert sudah menyayangi gadis itu. Tatapannya begitu teduh dan polos yang tidak dibuat-buat itu membuatnya begitu menyayanginya.


Bahkan anak laki-lakinya itu ingin sekali menjadikan Grizz sebagai istrinya. Namun penuturan Tuan Grey mengenai Grizz sudah menjadi istri seorang Alex membuat anak laki-lakinya itu mundur seketika. Namun anak laki-lakinya itu tak menyerah, tentu dengan menjadikan Grizz sebagai saudaranya sendiri.

__ADS_1


"Tuan Gilbert" panggil Alex dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Terimakasih telah membantu. Bahkan anak buah saya dan Josh saja belum sampai sini karena diserang tiba-tiba oleh mereka yang menghalangi jalan ke sini" lanjutnya.


"Ya, tadi saya bertemu mereka. Mereka yang meminta kami melanjutkan perjalanan sedangkan merekalah yang menghadapi lawan. Lagi pula mereka tahu dari pin yang kami tunjukkan kalau berada di pihak anda" ucap Paman Gilbert menjelaskan dengan nadanya yang datar.


Alex memang baru saja mendapatkan informasi mengenai tentang anak buahnya dan Josh yang baru saja menyelesaikan orang-orang yang menghalangi mereka. Awalnya Alex sudah akan marah besar pada anak buahnya dan Josh yang begitu lelet namun setelah mendengar penjelasan dari Paman Gilbert juga membuatnya tak jadi emosi.


"Ayo kita kembali. Kasihan ini anak kecil yang sudah kecapekan dan mengantuk" ucap Paman Gilbert mengajak semuanya membubarkan diri.


Ternyata Grizz tertidur dalam pelukan Paman Gilbert saat mereka tengah asyik berbincang. Pantas saja Grizz tak ada suaranya sedari tadi yang ternyata gadis itu sudah terlelap dalam mimpinya. Alex menganggukkan kepalanya kemudian berjalan kearah Paman Gilbert untuk mengambil alih Grizz mamun tangan pria tua itu langsung memberi kode.


Tentunya Paman Gilbert melarang Alex untuk mengambil alih Grizz dari pelukannya. Ia sangat jarang memeluk seorang wanita yang telah ia anggap sebagai anaknya itu. Terlebih Tuan Grey begitu posesif hingga tak jarang jika ada bodyguard atau pekerja laki-lakinya yang dekat dengan Grizz langsung diberi tatapan tajam.


"Saya ikut dengan mobilmu" ucap Paman Gilbert yang langsung masuk dalam mobil Alex bersama dengan Grizz yang ada di gendongannya.


Alex kembali mengemudikan mobil itu dengan kecepatan sedang. Sedangkan beberapa anak buah Tuan Grey mengikuti dari belakang dengan mobilnya masing-masing. Mereka akan menuju rumah Josh agar Grizz bisa beristirahat.


***

__ADS_1


"Pantas saja musuh-musuhmu nggak ada yang mengarahkan ke sini. Dari luar saja penjagaan begitu ketat mana rumahnya sudah seperti gedung terbengkalai" ucap Paman Gilbert sambil geleng-geleng kepala.


Saat sampai di dekat area masuk rumah Josh memang sudah terlihat kalau ada penjagaan begitu ketat. Sedangkan untuk di depan rumah sendiri malah tidak ada yang berjaga karena memang dari luar terlihat seperti gedung tak berpenghuni.


"Josh memang luar biasa, tuan. Dia sengaja memilih rumah ini agar bisa dijadikannya tempat bersembunyi dari segala gangguan. Apalagi itu lihat dinding luarnya saja ditumbuhi oleh ilalang dan banyak akar pohon besar" ucap Alex sambil terkekeh pelan.


Paman Gilbert hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Ternyata ini semua juga untuk melindungi anak gadisnya. Memasuki halaman rumah, mobil berhenti dan mereka semua turun. Paman Gilbert yang masih menggendong Grizz pun langsung berjalan menuju pintu masuk. Bahkan Grizz sama sekali tak terusik dengan suara apapun yang ada di sana.


"Masukkan saja ke kamar itu, tuan" tunjuk Alex pada sebuah kamar yang pintunya sudah terbuka.


Itu adalah kamar Dara yang kebetulan memang gadis itu sedang tidak berada di sana. Paman Gilbert segera saja masuk dalam kamar dan meletakkan Grizz di atas ranjang tidurnya. Bahkan Paman Gilbert juga meletakkan selimut pada badan Grizz.


"Selamat tidur malaikat kecilku" bisik Paman Gilbert tepat pada telinga Grizz.


Paman Gilbert segera keluar dari kamar itu kemudian sedikit menutup pintunya. Ia lebih memilih untuk berjalan menuju ruang keluarga. Ternyata di sana sudah ada Alex dan Luis yang merebahkan tubuhnya di sofa. Mereka sepertinya sedang menghela nafasnya sebentar setelah melakukan pertarungan tadi.


"Dalangnya belum ditangkap, pasti dia akan kembali mengincar Grizz" ucap Paman Gilbert tiba-tiba yang langsung saja duduk di sana.


"Saya sudah tahu siapa dalang dari kekisruhan ini, tuan. Dia memang licik dan licin namun mereka tak tahu kalau aku lebih cerdik" ucap Alex yang langsung tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu. Aku tak ingin anak gadisku sampai kenapa-napa. Kalau sampai terjadi sesuatu dengannya, akan saya pastikan untuk membawanya pergi dari sini" ucap Paman Gilbert dengan sungguh-sungguh.


Tentunya ucapan Paman Gilbert itu membuat Alex dan Luis langsung menegakkan tubuhnya. Mereka tentu takkan mau kalau sampai ada yang membawa Grizz jauh dari jangkauan keduanya. Terutama Alex yang memang secara sah merupakan pemilik dari Grizz. Sampai kapanpun, Alex takkan mau berjauhan dengan istrinya itu.


__ADS_2