Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Shock Terapi


__ADS_3

"Lex, ini beneran kita makan lesehan bareng maid dan bodyguard juga?" tanya Josh masih menatap tak percaya pada apa yang dilihatnya.


Josh, Nando, dan Nicho terkejut saat ruang tengah yang begitu luas itu di beri alas tikar besar dengan beberapa macam makanan ditengah-tengahnya. Semua juga ada disana sudah duduk dengan rapi bersama maid dan bodyguard. Mereka akan melaksanakan makan malam bersama dengan semua penghuni villa.


Hal ini tentu membuat ketiga sahabat Alex terkejut bahkan seperti mengalami shock terapi selama berada di villa ini. Sudah sering mereka datang ke mansion Alex namun baru kali ini mereka akan makan bersama dengan pekerja lainnya. Hal ini tentunya membuat mereka menuntut penjelasan pada sang pemilik villanya.


"Semenjak ada Grizz, ia selalu ingin makan ramai-ramai begini. Dia takut sendirian" bisik Alex menjawab kebingungan sahabatnya.


Akhirnya mereka hanya bisa mengangguk kaku saja kemudian ikut duduk diatas tikar berdekatan dengan Felix dan Luis. Sedangkan Alex sendiri sudah lebih dulu duduk disamping istrinya. Grizz melihat wajah ketiga sahabat suaminya yang tampak kaku saat melihat semua menu makanan yang ada dihadapan mereka.


"Kakak-kakak, kalian kenapa ngelihat makanan ini seperti itu? Ini makanan lho bukan setan, gitu amat lihatnya" tegur Grizz sambil mengerucutkan bibirnya.


Grizz kesal saat tatapan sahabat suaminya itu ternyata menatap makanan yang terhidang didepannya. Padahal makanan disini lengkap hanya saja mungkin ini merupakan masakan lebih ke Indonesia. Mereka yang terbiasa dengan makanan barat tentunya akan merasa aneh jika harus memakan masakan daerah.


Alex menatap tajam kearah ketiga sahabatnya agar menampakkan wajah tersenyum. Benar saja, tak berapa lama akhirnya mereka menampakkan senyumannya walaupun senyum paksa. Grizz yang melihat hal itu langsung tersenyum manis kearah mereka membuat ketiganya hanya bisa terpaku. Bahkan para maid dan bodyguard juga terlihat canggung dengan kehadiran keempat sahabat Alex yang notabene adalah orang penting di negeri ini.


Grizz segera melayani suaminya begitu pula dengan yang lainnya langsung saja mengambil makanan masing-masing. Grizz juga mengambilkan makanan untuk ketiga sahabat Alex karena mereka sedari tadi hanya diam melihat pemandangan didepannya.


"Makan yang banyak-banyak biar pipinya gembul kaya Grizz" ucap Grizz dengan riangnya.

__ADS_1


Bahkan dengan bar-barnya ia mengambilkan nasi dan beberapa lauk hingga piring itu membentuk seperti gunung. Alex, Luis, dan Felix hanya bisa menahan tawanya melihat wajah cengo tiga orang itu. Terlebih piring itu milik Josh yang notabene jarang makan malam karena menjaga bentuk tubuhnya.


"Tapi itu kebanyakan" protes Josh dengan tak enak hati.


"Ish... Pipi kakak belum gembul kaya Grizz makanya harus makan banyak-banyak. Ini sudah, habiskan ya nanti ayamnya nangis kalau nggak dihabiskan" ucap Grizz dengan mengancam sambil memelototkan matanya.


Josh seperti tak berkutik dihadapan istri dari Alex itu. Ia menerima piring yang diberikan oleh Grizz dengan ragu-ragu. Bahkan Luis dan Felix pernah merasakan di posisi Josh namun lama kelamaan mereka menikmatinya. Mereka merasa diperhatikan oleh adiknya sedangkan Alex pun memang mempersilahkan saja asalkan tak berniat merebut istrinya.


Josh melongo tak percaya dengan ucapan Grizz tadi yang menginginkan pipinya gembul. Bisa-bisa dia takkan berwajah garang lagi karena pipinya gembul. Ia takkan cocok bekerja sebagai seorang pemimpin dunia bawah jika wajahnya tak proporsional.


Piring milik Nando dan Nicho pun tak kalah sama dengan kepunyaan Josh. Mereka hanya bisa pasrah bahkan mendadakan rasa kenyang menelusupi perutnya. Apalagi melihat makanan yang menggunung di piringnya. Ketiganya saja untuk makan makanan seperti ini tak yakin bisa memakannya apalagi sebanyak ini. Mereka pun pasrah yang membuat akhirnya langsung mencoba makanan itu.


"Enak kan? Makanya jangan sok jaga image nggak mau makan makanan buatan Grizz dan yang lainnya" ucap Grizz dengan penuh bangga.


Bahkan Josh seperti tak peduli dengan apa yang diucapkan oleh Grizz yang tampak meledek dirinya. Ia langsung saja melahap makanan itu begitu pula dengan Nando dan Nicho. Mereka begitu menikmati makanan yang mungkin baru pertama kali dirasakan. Grizz begitu senang karena suasana di tempat mereka makan ini terasa hangat, tak secanggung saat awal tadi.


***


"Grizz, kakak boleh lah bungkusin itu makanan tadi buat dibawa pulang" ucap Nando dengan tak tahu malunya.

__ADS_1


"Enak aja main bungkus makanan. Mana sini uangnya? Buat beli sayur dan bumbu itu pakai uang lho, masa gratis" ucap Grizz sambil menengadahkan kedua tangannya.


Setelah selesai makan malam tadi, beberapa maid dan bodyguard langsung saja membereskan piring juga sisa makanan yang ada di ruang tengah. Sedangkan Alex langsung mengajak Grizz duduk di ruang tamu bersama dengan ketiga sahabatnya ditamah Luis dan Felix. Bahkan ketiganya langsung akrab pada Grizz yang notabene cerewet dan pencair suasana. Mereka tak dibiarkan jadi orang pendiam seperti Alex, Luis, dan Felix seperti dulu.


Apalagi kini Grizz dengan polosnya meminta uang pada Nando untuk membayar makanan yang akan dibungkus. Alex, Luis, dan Alex terkekeh pelan melihat wajah cengo ketiganya. Biasanya mereka jika makan di mansionnya tak pernah yang namanya diminta bayaran namun ternyata sekarang berbeda.


"Ini..." ucap Nando yang memberikan sebuah kartu ATM yang bisa Grizz gunakan.


Alex, Felix, dan Luis langsung saja tertawa melihat Nando memberikan kartu ATM itu membuat sahabat-sahabatnya itu kebingungan. Nando juga merasa tak bersalah memberikan kartu itu pasalnya memang selama ini ia berbelanja menggunakan itu.


"Apa ini? Grizz butuhnya uang, bukan KTP" kesal Grizz sambil melemparkan kartu itu tepat pada pangkuan Nando.


Hahahaha...


Meledaklah tawa mereka melihat Nando, Nicho, dan Josh hanya bisa menatap kebingungan kearah Grizz. Terlebih Grizz dengan seenaknya melempar sebuah kartu yang dikiranya KTP itu padahal didalamnya berisi uang ratusan juta. Kini Grizz langsung memeluk Alex dari samping karena merasa kesal dengan tingkah sahabat suaminya itu.


"Dia mintanya uang cash, bukan kartu ATM. Grizz tak pernah mau menerima kartu seperti itu" ucap Luis menjelaskan setelah meredakan tawanya.


Lagi-lagi mereka begitu tercengang dengan tingkah istri Alex itu. Setiap perempuan yang ingin mendekati mereka pasti bahagia jika diberi kartu ATM itu namun berbeda dengan Grizz. Apalagi ketiganya tampak terkejut saat melihat Alex bisa tertawa dengan begitu lepasnya hanya karena ulah istrinya. Luar biasa, itu lah yang ada di pikiran mereka.

__ADS_1


Mereka bertiga sungguh tak bisa berkata apa-apa lagi jika berkomentar mengenai Grizz. Alex sungguh beruntung mendapatkan seorang istri yang begitu polos dan tak memanfaatkan jabatan yang dimiliki suaminya. Bahkan mungkin harta Alex takkan pernah habis jika digunakan istrinya itu untuk berbelanja karena gadis itu tahunya hanya jajan menggunakan uang cash.


__ADS_2