
Setelah kejadian pagi tadi, semua mahasiswa yang ada di kelas Grizz langsung saja duduk anteng di kursinya. Grizz sudah menjelaskan kalau dia di sana takkan pernah menggunakan kekuasaan suaminya. Ia juga ingin diperlakukan biasa saja kecuali ada yang membullynya makaf kekuasaan Alex yang bermain.
Walaupun masih sedikit canggung, namun mereka semua mau untuk berdekatan dengan Grizz. Grizz pun selalu mengajak mereka semua untuk berbicara santai walaupun semuanya masih terlihat kikuk dan tak nyaman.
Hari ini banyak mata kuliah yang kosong karena masih awal masuk. Grizz pun duduk di kursinya sambil mengajak bicara teman di sampingnya. Walaupun teman di sampingnya itu sedikit takut karena dipandang oleh semua mahasiswa yang ada di sana. Pasalnya ia hanyalah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa di kampus itu sehingga mungkin beberapa orang akan meremehkannya.
"Ima, kok kamu kaya kelihatan ngelirik kearah mereka terus sih matanya. Kan Grizz yang ajak bicara ada di depan sini" kesal Grizz sambil mengerucutkan bibirnya.
Ima atau Imaniar Leonita itu merupakan salah satu mahasiswa baru yang beruntung bisa masuk kampus itu karena beasiswa. Ima lulus berbagai test masuk bahkan dimasukkan dalam kelas khusus mahasiswa yang berada di jajaran ranking terbaik. Ima yang mendengar apa yang diucapkan oleh Grizz pun langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Ima tak ingin kalau sampai Grizz tersinggung dengan sikapnya itu. Terlebih dari banyaknya mahasiswa yang ada di sini, hanya dia yang diajak berbincang oleh Grizz. Yang lainnya masih takut dan memilih acuh dengan Grizz walaupun mereka ingin ikut pamornya terangkat karena dekat dengan perempuan itu.
"Maaf Grizz, itu teman-teman lainnya juga mau lho kalau dekat dengan kamu. Tapi kok kamu malah ajak aku bicara sih?" tanya Ima dengan hati-hati.
"Merekanya yang nggak mau dekat sama Grizz. Tadi aja pada aku ajak ngobrol malah berbincang dengan yang lainya. Grizz dicuekin dan di sini cuma ada Ima yang nggak ngobrol sama yang lainnya. Biarkan saja mereka yang melihat kamu sinis, pastis semuanya iri karena bisa dekat dengan Grizz yang cantik ini" ucap Grizz dengan percaya dirinya.
Tentunya Ima hanya bisa terkekeh geli mendengar celotehan dari Grizz yang begitu percaya diri itu. Terlebih melihat Grizz yang begitu polos walaupun mempunyai gelar seorang istri dari Raja Bisnis. Terlihat sekali dalam pandangan matanya yang begitu tulus ingin mengajaknya berbincang.
"Ima nggak takut kan sama Grizz? Ya enggaklah, kan Grizz bukan hantu yang ditakuti" lanjutnya.
__ADS_1
Ima hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar celotehan itu. Dirinya yang belum sempat menjawab pertanyaan dari Grizz itu namun sudah dijawab sendiri olehnya. Ima akhirnya mencoba untuk tidak takut lagi dengan Grizz yang ternyata orangnya begitu welcome dengannya.
"Ayo kita keluar. Udah nggak ada jam lagi kan setelah ini? Ima harus pulang segera pulang ke rumah soalnya" ucap Ima sambil memasukkan semua buku-bukunya di dalam tasnya.
Grizz menganggukkan kepalanya kemudian merapika semua alat tulisnya masuk dalam tas. Keduanya keluar dari kelas dengan bergandengan tangan. Lebih tepatnya Grizz yang menggandeng tangan Ima dengan erat.
"Kak Nela, Kak Neli... Dara sudah pulang belum? Kalau belum, kita jemput dia lalu antarkan Ima pulang ya. Kenalin ini Ima, teman baru Grizz" ucap Grizz pada kedua bodyguardnya.
Nela dan Neli hanya sedikit menundukkan kepalanya sedangkan Ima tersenyum kikuk. Ima ingin segera pulang karena harus menjaga adiknya di rumah. Namun ia juga tak enak hati kalau asal nyelonong pergi.
"Nona Dara sudah pulang. Dia dijemput oleh orangtuanya karena ada masalah keluarga" ucap Nela sambil memperlihatkan chatt dari Dara dan anak buah Alex.
"Jadi Grizz pulang sendirian? Ish... Dara nggak pamit sama Grizz lho ini" gerutu Grizz.
Ternyata mereka berjalan menuju arah parkir mobil. Nela meminta Ima agar ikut masuk dalam mobil bersama dengan Grizz yang sudah duduk. Tentunya Grizz masih cemberut saat sahabatnya itu tak memberi kabar apapun padanya.
"Nona Ima rumahnya dimana? Biar kami antar sekalian" tanya Neli dengan nada datarnya.
"Emm... Kalau boleh, turunkan saya di dekat minimarket yang ada di ujung pertigaan itu. Pasalnya nanti rumannya harus masuk gang sempit" ucap Ima dengan hati-hati.
__ADS_1
Dirinya sudah terlanjur masuk dalam mobil dan tak mungkin keluar lagi. Neli hanya menganggukkan kepalanya mengerti kemudian menjalan mobilnya dengan kecepatan sedang. Grizz menatap menelisik kearah Ima yang wajahnya terlihat sedikit gelisah.
"Grizz nanti mau main dulu ke rumah Ima. Boleh kan Kak Nela?" tanya Grizz dengan pandangan memohon.
"Hanya satu jam waktu untuk nona berada di luar. Jadi silahkan gunakan sebaik-baiknya" ucap Nela sambil tersenyum.
Alex memang memberikan waktu satu jam untuk Grizz bermain di luar setelah kuliah selesai. Hal ini untuk memberikan waktu pada Grizz agar bisa bebas bermain sesuka hatinya. Ia teramat kasihan dengan Grizz yang tak mengenal dunia luar semanjak masuk dalam kehidupannya.
Grizz menganggukkan kepalanya dengan antusias. Walaupun hanya satu jam, namun Grizz akan memanfaatkan sebaik-baiknya. Ima ingin sekali menolaknya dan meminta pada Grizz untuk mengurungkan niatnya. Terlebih rumahnya itu mungkin tak enak dipandang oleh Grizz.
"Grizz, mungkin lain kali saja kamu ke rumahnya aku. Rumahku berantakan lho, takutnya di sana ada banyak nyamuk" ucap Ima dengan sedikit menakut-nakuti.
"Tinggal tabok tuh nyamuknya, entar juga mati" ucap Grizz dengan santainya.
Ima hanya menganga tak percaya dengan jawaban yang dilontarkan oleh Grizz itu. Pasalnya banyak orang kaya yang langsung tak mau kalau sudah berada di lingkungan kotor dan banyak nyamuk. Ima saja yang tak tahu dengan masa lalunya yang begitu kejam itu.
Ima pun hanya bisa pasrah saja jika memang Grizz ingin datang ke rumahnya. Berbagai alasan sudah ia lontarkan, namun semua bisa dibalikkan oleh Grizz. Kalau nanti Grizz ingin pulang setelah melihat rumahnya, ia takkan tersinggung juga.
"Nanti kalau di rumah Ima nggak ada makanan dan minuman, jangan ngeluh ya" ucap Ima memberi pesan.
__ADS_1
"Nggak kok. Grizz kan punya makanan banyak di mobil ini. Nanti kita makan sama-sama di rumah Ima" ucap Grizz dengan santai.
Lagi pula mobil yang dikhususkan untuk mengantar jemput Grizz ini memang telah diisi dengan berbagai hal tentang kebutuhan gadis itu. Berbagai cemilan dan minuman kemadan sudah ada di sana bahkan ada juga beberapa baju ganti.