
"Grizz, semalam gimana?" tanya Dara tiba-tiba sambil mengaduk masakannya.
"Gimana apa maksudnya?" tanya Grizz penasaran dengan mata menatap polos kearah Dara.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Dara, Grizz malah balik bertanya hingga menatap penasaran kearah sahabatnya itu. Hal ini membuat Dara menghela nafasnya kasar kemudian melihat Grizz dari atas ke bawah. Bahkan ia juga melihat area leher dengan seksamanya sampai menyibakkan rambut Grizz membuat gadis itu merasa risih.
"Ish... Dara apa-apaan sih ngelihatin Grizz kaya gitu" kesalnya sambil mengerucutkan bibir.
Melihat tak ada sesuatu yang aneh pada diri Grizz membuat Dara mengerti kalau sahabatnya itu belum melakukan malam pertama. Lagi pula semalam pasti mereka langsung tidur karena pulang terlalu malam.
Ia saja yang langsung kembali setelah acara resepsi sudah sangat kelelahan. Apalagi mereka yang harus melayani pertanyaan wartawan yang mungkin akan bertambah menguras tenaga.
"Dara kira Grizz sudah melakukan ehem-ehem" ucap Dara asal.
Mendengar pernyataan aneh dari sahabatnya itu tentu membuat Grizz terdiam untuk memikirkannya. Bahkan ia menatap Dara untuk menjelaskannya lebih lanjut. Namun Dara yang tak peka pun masih terus fokus dengan masakannya.
"Ayo kita bawa masakan dari chef Dara ini untuk disajikan diatas meja makan" seru Dara.
Bahkan ia sama sekali tak menggubris pertanyaan dari Grizz. Yang jelas dia hanya ingin segera merasakan masakan yang telah selesai ia masak. Ini merupakan masakan pertamanya karena tadi pagi ia sudah belajar memasak pada Bibi Yun.
"Ish... Itu pasti masakannya dikasih sianida. Jangan makan ya masakan Dara ya ibu" ucap Grizz memperingati.
Bibi Yun hanya tertawa melihat tingkah Grizz dan Dara yang sedari tadi terus saling meledek. Bahkan tak jarang jika itu mengundang tawa dari maid lainnya. Sungguh kehadiran keduanya itu benar-benar membuat suasana mansion jadi lebih hidup.
__ADS_1
"Tadi kamu kan juga lihat aku masaknya. Mana ada aku kasih sianida, yang ada aku masukin cinta dan ketulusan agar enak di lidah" ucap Dara melebih-lebihkan.
"Dih... Dara kaya kurang belaian sih. Makanya jangan jadi jomblo biar itu cinta dan ketulusannya bisa disalurkan" ucap Grizz menasihati.
"Sombong, mentang-mentang udah punya suami" kesal Dara.
Grizz menyibakkan rambut panjangnya sehingga mengenai wajah Dara membuatnya kesal dengan tingkah sahabatnya itu. Terlebih Grizz kini memeletkan lidahnya untuk meledek Dara. Dara yang kesal langsung saja berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya menuju kearah ruang makan.
Sedangkan Grizz hanya terkikik geli melihat kekesalan sahabatnya itu. Dengan langkah santai, Grizz berjalan sambil menuju kearah ruang makan diikuti oleh Bibi Yun dan maid lainnya membawa masakan yang telah masak. Mereka semua menata makanan itu diatas meja dengan rapi.
"Panggil suamimu untuk makan siang" ucap Bibi Yun menyuruh Grizz.
Grizz menganggukkan kepalanya kemudian berlalu pergi dari ruang makan. Dengan langkah santainya, Grizz berjalan menuju tangga untuk kearah lantai 3 mansion. Grizz yang tak terbiasa menggunakan lift hanya bisa pasrah harus menggunakan tangga yang sangat panjang.
Grizz kesal karena merasa diledek oleh Desi akhirnya ia merasa tertantang untuk menggunakan lift. Dengan mengumpulkan keberaniaannya, Grizz masuk kedalam lift kemudian memencet tombol 3 yang ada disana. Setelah pintu lift tertutup, Grizz hanya memejamkan matanya karena takut dengan suasana yang lumayan gelap disana.
Tanpa sepengetahuan Grizz, sedari tadi Desi masih belum menjauh dari area lift. Gerak-gerik Desi ini begitu mencurigakan walaupun tak ada orang yang ada di sekitar sana. Setelah merasa aman karena tak ada orang atau bodyguard di sekitarnya, Desi segera keluar dari tempat persembunyiannya.
Melihat pintu lift sudah tertutup rapat, Desi berdiri didepannya dengan seringaian jahatnya. Sepertinya ia akan melakukan sesuatu untuk menjahili Grizz. Desi yang tahu bagaimana sistem lif di mansion ini pun dengan sengaja mengacak-acaknya.
Desi menekan beberapa tombol angka berbeda berulangkali sehingga itu akan mengacak sistem lift. Akibat dari pengacakan ini, lift tidak akan membuka pintunya pada lantai yang dituju saat angka pertama kali ditekan. Lift akan terus bergerak mengikuti angka acak yang ditekan tadi membuat orang yang ada didalamnya mungkin saja tak bisa diselamatkan.
Memang sistem lift di mansion Alex ini mempunyai sistem seperti itu agar saat musuk bergerak masuk lift maka bisa mereka musnahkan dengan mengacak-acak seperti ini. Setelah mengacak-acak sistem lift, Desi segera saja pergi dari sana sebelum ada yang memergoki kehadirannya.
__ADS_1
***
"Grizz mana, bu?" tanya Alex yang tiba-tiba masuk kedalam ruang makan.
Dibelakangnya ada Luis dan Felix yang juga masuk kedalam ruang makan. Disana sudah ada Bibi Yun dan Dara yang menunggu kedatangan Alex juga Grizz. Mendengar pertanyaan dari Alex, Bibi Yun dan Dara mengernyitkan dahinya heran.
"Bukannya tadi Grizz akan memanggil tuan agar turun untuk makan siang? Apa tuan tidak bertemu dengannya?" tanya Dara dengan bingung.
"Tidak, bahkan kami tak ada satu pun yang bertemu dengannya di lantai 3" jawab Luis.
Bukan Alex yang menjawab namun Luis karena ia tahu jika tuannya itu sedang kebingungan setelah mendengar ucapan dari Dara. Ada perasaan tak enak yang menyusup dalam relung hatinya saat ini membuat pikirannya sedikit kacau. Ia tadi juga turun dari lantai 3 menggunakan tangga, ada kemungkinan mereka tak bertemu karena Grizz menaiki lift.
"Mungkin dia ke atas pakai lift karena kami menggunakan tangga, jadi tak bertemu" ungkap Alex sedikit ragu-ragu.
"Emm... Kayanya nggak mungkin Grizz naik lift. Soalnya dia pernah cerita kalau tak terlalu paham saat menaiki lift dan takut dengan suasana sedikit gelap" ucap Dara menyela.
Semuanya terdiam memikirkan dimana kemungkinan Grizz berada. Yang jelas Grizz ada di mansion ini dengan kemungkinan kalau ia tersesat. Padahal tadi pagi Grizz bisa pergi ke dapur tanpa tersesat jadi kemungkinan tersesat itu sangatlah kecil. Ketika semuanya tengah dilanda keheningan, tiba-tiba datang seorang bodyguard dengan wajah paniknya.
"Tuan... Sistem lift mansion diacak-acak dan Nona Grizz ada didalamnya" seru bodyguard itu.
Mendengar seruan itu langsung saja mereka semua menatap kearah bodyguard yang terlihat begitu panik dan khawatir. Wajah Alex langsung menggelap bahkan raut wajahnya begitu marah. Semua yang ada disana sampai bergidik ngeri melihat hal itu. Alex takkan pernah melepaskan orang yang teledor dalam kejadian ini.
Bahkan Alex kini langsung berjalan menuju lift yang ada di lantai 1. Tak berapa lama sampai disana, terlihat kalau angka yang ada di tombol dan layar terus menyala dengan berpindah-pindah tempat. Alex begitu khawatir terkadi apa-apa dengan istrinya itu.
__ADS_1