
Alex membiarkan istrinya itu mengacak-acak jam kerja karyawannya yang ada di perusahaan. Bahkan pintu depan perusahaan sampai ditutup oleh satpam karena perintah dari Grizz. Semua satpam juga duduk di lantai lobby bersama dengan karyawan lainnya.
Beberapa meeting dan kepentingan lainnya dibatalkan oleh Alex karena tak mungkin tamunya datang dalam kondisi perusahaannya yang seperti ini. Apalagi lobby sudah penuh sesak dengan para karyawannya yang duduk.
"Biarkan saja. Yang penting dia bahagia dan melupakan kakaknya yang tidak ada disini" ucap Alex saat tadi ketiga sahabatnya menegur agar Grizz segera kembali ke ruangan ini.
Grizz pun tampak bahagia melihat semua karyawan yang ada didepannya ini tersenyum. Mereka makan bersama dengan duduk lesehan. Walaupun tadi para karyawan sudah makan siang, namun mereka tak sampai hati kalau menolak ajakan dari Grizz.
"Nona, bolehkah saya membawa yang sisa itu untuk dibungkus? Untuk anak saya" ucap seorang office girl saat semuanya sudah pada kenyang makan pizza yang ada.
Setelah mereka makan bersama dan kenyang, ternyata ada beberapa biji pizza yang masih tersisa. Rencananya akan Grizz bagi-bagikan pada karyawannya itu untuk dibawa pulang, namun gadis itu sedang meminta pada anak buah Alex agar mencari plastik.
"Boleh. Bawa yang banyak juga nggak papa. Tapi bentar ya, tunggu plastiknya dulu" ucap Grizz sambil tersenyum tulus.
Tak berapa lama, anak buah Alex sudah membawakan plastik untuk meletakkan beberapa makanan yang masih ada. Grizz memasukkan makanan kedalam plastik-plastik itu kemudian membagikannya kepada yang ingin membawanya.
"Terimakasih untuk hari ini. Sudah menemani Grizz makan siang dan ajak bercanda disini. Besok-besok lagi kalau Grizz main kesini, kita kumpul lagi ya" ucap Grizz sambil tersenyum.
"Siap, bu bos" jawab semua karyawan yang ada disana.
Tentunya para karyawan hari ini libur dadakan karena tak ada yang bekerja setelah jam makan siang. Mereka beruntung, bisa bersantai-santai saat jam kerja seperti ini. Ini semua berkat Grizz yang tak mungkin membiarkan mereka dimarahi oleh atasannya karena tak bekerja.
***
__ADS_1
Grizz kembali ke rumah dengan wajah sumringahnya. Bahkan Alex dan ketiga sahabatnya yang melihat hal itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Grizz juga melompat-lompat kecil karena melalui hari ini dengan sangat baik.
"Lihatlah tingkahnya itu. Sudah seperti kelinci buntal yang melompat-lompat" ucap Nicho dengan julidnya.
"Gue bilangin Grizz, tahu rasa loe. Masa nyamain dia dengan kelinci buntal" ucap Josh menggoda Nicho.
Tentunya Nicho melotot tak terima kemudian mencegah Josh yang akan segera pergi mengejar Grizz. Bisa-bisa ia diomeli panjang kali lebar oleh gadis itu karena mulut ember sahabatnya. Padahal niatnya hanya bercanda, namun Josh menganggap semuanya serius.
Saat ini, Nicho dan Josh malah kejar-kejaran karena masalah kelinci buntal itu. Alex dan Nando hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Ia tak menyangka kalau kedua sahabatnya yang dari dulu selalu mempunyai sikap berwibawa, tegas, dan dingin menjadi absurd seperti ini. Tentunya ini semua karena pengaruh dari Grizz.
"Kenapa pada kejar-kejaran didalam rumah? Ayo buruan pada mandi" tegur Bibi Yun.
Sontak saja keduanya langsung menghentikan langkahnya sambil cengengesan. Mereka segera saja masuk kamarnya masing-masing untuk membersihkan diri. Sedangkan Grizz juga sudah ada dalam kamar, tanpa tahu kalau tadi Josh dan Nicho saling kejar-kejaran.
***
Alex yang tadinya sedang sibuk menatap ponselnya pun langsung mengalihkan pandangannya. Alex melihat jam yang ada diponselnya itu kemudian menghela nafasnya pelan. Sepertinya Grizz tak tahu kalau saat-saat jam seperti ini, disana memasuki waktu siang hari. Pasti Tuan Grey dan David juga tengah sibuk bekerja.
"Disana Kak Rey bekerja, sayang. Tahu kan kalau perbedaan waktu disana dengan disini itu berbeda. Kalau disini siang, maka disana malam begitu juga sebaliknya" ucap Alex menjelaskan.
Grizz yang mendengar hal itu tentu mengerucutkan bibirnya kesal. Bahkan ia langsung meletakkan ponselnya dengan kasar diatas bantalnya. Alex yang melihat Grizz badmood pun langsung saja meletakkan ponselnya juga. Alex memeluk Grizz dengan eratnya dari samping kemudian mencium pipinya berulangkali.
"Jangan cemberut seperti ini dong, sayang. Lebih baik kita buat dedek bayi saja yuk" uap Alex mencoba untuk memanfaatkan kesempatan yang ada.
__ADS_1
Grizz terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya itu. Ia belum pernah tahu bagaimana caranya membuat bayi yang tentu Grizz kebingungan saat ini. Bahkan Grizz langsung mengambil ponselnya kemudian mencoba mencari tahu mengenai apa yang diinginkan oleh Alex. Melihat hal itu, segera saja Alex langsung saja merebut ponsel Grizz dari tangan gadis itu.
"Kok diambil sih? Kan Grizz mau tahu bagaimana cara membuat bayi" kesalnya sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
"Tidak perlu. Kita langsung praktikin aja" ucap Alex sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Bahkan Alex langsung menyembunyikan ponsel milik istrinya itu agar Grizz tidak mencari informasi yang aneh-aneh. Grizz yang begitu penasaran dan polos pun hanya bisa menganggukkan kepalanya walaupun sebenarnya ia tak paham dengan apa yang harus ia lakukan. Alex yang melihat hal itu langsung saja matanya berbinar cerah.
Alex turun dari kasurnya membuat Grizz mengernyitkan dahinya heran. Namun Grizz memilih untuk diam saja, menunggu Alex menyuruhnya untuk melakukan sesuatu. Alex langsung mengunci pintu kamar dan balkon kemudian mengganti lampu utama dengan yang lebih redup.
"Katanya mau buat bayi, kok lampunya remang-remang gini. Nanti nggak bisa kelihatan lho" ucap Grizz sambil mengernyitkan dahinya heran.
"Lebih enak remang-remang, Grizz. Lebih romantis" ucap Alex sambil tersenyum penuh arti.
Grizz merasakan bulu kuduknya merinding karena melihat senyuman suaminya itu. Bahkan kini Alex langsung saja berjalan mendekat kearah sang istri membuat Grizz semakin was-was. Apalagi tatapan dari Alex yang sudah seperti singa yang siap memakan mangsanya.
"Ish... Kak Alex kok natap Grizz kaya gitu sih" seru Grizz yang langsung mengambil bantal untuk ia lemparkan pada Alex.
Namun bantal itu langsung ditangkap dan dibuang oleh Alex membuat Grizz sedikit ketakutan. Apalagi Alex kini langsung saja menindih tubuhnya hingga posisi laki-laki itu ada diatasnya. Alex langsung mengelus pipi dan rambut Grizz secara bergantian agar gadis itu merasa nyaman juga tenang.
"Jangan takut sama aku. Orang cuma kaya gini kok" ucap Alex sambil terkekeh kecil.
"Jadi kita udah buat dedek bayi?" tanya Grizz dengan polosnya.
__ADS_1
"Ini nih baru buat bayi" ucap Alex yang langsung melancarkan aksinya.
Grizz hanya diam menikmati karena setiap kali ia memberontak, pasti akan langsung dibungkam oleh Alex. Ada rasa sakit yang ia rasakan, namun dengan cepat Alex mencoba membuat istrinya itu nyaman. Bagi Alex, istrinya itu tak boleh merasa kesakitan karena ulahnya.